Desa Jungsemi Kendal, Didirikan Prajurit Loyal Sultan Agung untuk Persembunyian

Desa Jungsemi Kendal, Didirikan Prajurit Loyal Sultan Agung untuk Persembunyian

Saktyo Dimas R - detikJateng
Minggu, 29 Mar 2026 15:23 WIB
Makam Kemangi Jungsemi Kendal
Makam Kemangi Jungsemi Kendal. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng
Kendal -

Desa Jungsemi yang ada di Kendal, Jawa Tengah, menjadi salah satu saksi bisu pergerakan Mataram Islam dalam melawan kolonialisme pada abad ke-17. Awal kemunculannya dipercaya berkat sosok prajurit yang loyal terhadap Sultan Agung.

Dia adalah Sokerto Wongso Dikromo atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Laistiddin. Desa Jungsemi, dulunya adalah hutan belantara di pelosok Kendal.
Hutan ini merupakan tempat persembunyian Mbah Laistiddin saat kabur usai berperang melawan VOC.

"Sokerto atau Mbah Laistiddin ini kan dulunya prajurit Mataram yang setia, karena saat perang kalah, maka beliau lari ke pinggiran Kendal untuk bersembunyi. Dia saat itu sembunyi di hutan belantaran yang dekat dengan laut," kata Juru Kunci Makam Kemangi, Kyai Kasturi kepada detikJateng di rumahnya, Rabu (25/03/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kasturi, Sokerto mendapat wangsit untuk pergi ke Demak. Di sana, dia aktif mendalami Islam dari sejumlah wali.

ADVERTISEMENT

Dalam waktu beberapa tahun, Sokerto kemudian kembali ke hutan belantara di Kendal dan membangun sebuah desa.

"Di hutan itu dia (Sokerto) dapat wangsit dari Allah yang menyuruhnya untuk pergi ke Demak untuk belajar ke Islaman. Dia akhirnya pergi ke Demak dan beberapa tahun kemudian kembali ke Kendal dan ingin mendirikan sebuah desa," ujarnya.

Di sekitar hutan itulah Sokerto perlahan kemudian membangun sebuah desa yang diberi nama Jungsemi. Nama tersebut dipilih karena memiliki arti terletak di ujung pantai dan akan terus berkembang.

"Beliau ini akhirnya berhasil mendirikan sebuah desa yang diberi nama Jungsemi. Jungsemi memiliki arti desa yang letaknya paling ujung pantai dan wilayahnya akan terus berkembang," jelas Kasutri.

Seiring dengan sosok Sokerto yang sangat loyal dengan Sultan Agung, terlebih Mataram Islam pada saat itu sedang berusaha melawan VOC, Sokerto kemudian mengusulkan agar Sultan Agung dan pasukannya menggunakan desa Jungsemi sebagai tempat untuk mengatur strategi perang melawan VOC.



(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads