Harga Minyak-Gas di Malaysia Bakal Naik Meski Tankernya Boleh Lewat Hormuz

Internasional

Harga Minyak-Gas di Malaysia Bakal Naik Meski Tankernya Boleh Lewat Hormuz

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Jumat, 27 Mar 2026 13:36 WIB
FILE PHOTO -  Malaysias opposition leader Anwar Ibrahim speaks to the media in Kuala Lumpur February 4, 2015. REUTERS/Olivia Harris/File Photo
Anwar Ibrahim. Foto: REUTERS/Olivia Harris/File Photo
Solo -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berterima kasih ke Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah kapal-kapal tanker Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz. Di sisi lain, Anwar juga menyebut pasokan makanan akan terganggu dan harga-harga akan naik.

Dilansir detikNews, otoritas Iran mengizinkan kapal-kapal tanker Malaysia melewati Selat Hormuz setelah ada pembicaraan antara Anwar dengan para pemimpin Iran, Turki, dan pemimpin regional lain.

Dalam siaran televisi nasional Malaysia, Anwar mengatakan ia telah berbicara dengan Pezeshkian, serta para pemimpin Mesir dan Turki dan para pemimpin lainnya di wilayah Teluk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sekarang sedang dalam proses melepaskan kapal-kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka," kata Anwar, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026).

"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada presiden Iran karena telah memberikan izin perjalanan lebih awal," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Anwar menambahkan bahwa, berkat produksi oleh raksasa minyak Malaysia, Petronas, "Kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik."

Menurut angka terbaru Petronas, perusahaan tersebut tahun lalu memproduksi sekitar dua juta barel minyak per hari. Namun, Anwar memperingatkan bahwa pasokan makanan akan terganggu dan bahwa "harga-harga pasti akan naik".

"Hal yang sama berlaku untuk pupuk, dan tentu saja minyak dan gas," ujar Anwar.

Anwar juga mengumumkan serangkaian langkah, termasuk pengurangan kuota bahan bakar bersubsidi bagi warga negara Malaysia dan pembatasan pembelian solar baru di negara bagian Sabah dan Sarawak, sebagai bagian dari kontrol yang lebih ketat untuk mencegah penimbunan dan penyelundupan bahan bakar bersubsidi.

Sebagai penghasil minyak dan gas (migas) yang signifikan, Malaysia juga mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah dan sangat bergantung pada Selat Hormuz.

Diketahui, Selat Hormuz nyaris sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari lalu.

Hal itu mengacaukan pasar energi global dan membuat ratusan kapal tanker dan kapal-kapal lainnya, termasuk kapal-kapal Indonesia, terjebak di perairan strategis tersebut.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads