Hipotermia, Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi ke Basecamp Cetho

Hipotermia, Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi ke Basecamp Cetho

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 27 Mar 2026 12:15 WIB
Suasana basecamp Cetho, di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/3/2026).
Suasana basecamp Cetho, di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/3/2026). Foto: dok. BPBD Karanganyar
Karanganyar -

Tim Relawan gabungan melakukan evakuasi pendaki di jalur pendakian Lawu via Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Pendaki yang dievakuasi bernama Muhammad Arvan (16) warga Magetan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan petugas basecamp Cetho menerima laporan adanya pendaki yang memerlukan bantuan evakuasi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Ada laporan ke Basecamp Cetho bahwa ada pendaki asal Magetan yang mengalami cedera dan hipotermia di Pos IV di jalur pendakian via Cetho," kata Hendro saat dihubungi detikJateng, Jumat (27/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi aduan itu, petugas kemudian melakukan pendataan, koordinasi, dan kajian untuk proses evakuasi.

ADVERTISEMENT

Kemudian dua SRU yang berjumlah 16 personel dari relawan dan masyarakat, diberangkatkan untuk melakukan evakuasi. Tim berangkat pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB tadi.

"Saat ini pendaki sudah terevakuasi dengan selamat, dan perjalanan menuju pos Basecamp Cetho," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pendakian Gunung Lawu mengalami lonjakan pada libur Lebaran ini.

Anggota Relawan Ceto (Reco) Eko Supardi Mamora mengatakan, jalur pendakian Via Cetho mulai dibuka kembali sejak Minggu (1/3/2026) setelah ditutup sementara untuk rehabilitasi jalur. Namun lonjakan jumlah pendakian baru terjadi sejak Minggu (22/3).

"Untuk tiga hari ini sejak Minggu, Senin, dan Selasa (siang) hampir 1.200 pendaki yang di atas. Ini masih mengalir terus," kata Eko, saat dihubungi detikJateng, Selasa (24/3).

Ia memprediksi, tingginya jumlah pendaki akan terjadi hingga besok. Sebab, anak sekolah dan kuliah masih libur hingga akhir bulan ini.

Dia mengimbau para pendaki untuk tetap hati-hati, dan membawa perlengkapan yang lengkap saat mendaki. Sebab, cuaca di Gunung Lawu masih sering turun hujan.

"Cuaca selama dua hari kemarin kalau sore turun hujan. Jadi para pendaki harus tetap mengutamakan safety, karena cuaca belum bisa diprediksi," ucapnya.

Terpeleset di Pos 4

Koordinator OPS SAR dari Basarnas Solo, Tri Puji, mengatakan semula korban bersama lima orang temannya naik ke Puncak Lawu Via Cetho. Rombongan kemudian turun pada Kamis (26/3) sekira pukul 16.00 WIB.

"Sesampainya di Pos 4 via candi Cetho, survivor terpeleset dan mengalami cedera kaki terkilir. Sempat dilakukan perawatan oleh teman-temannya, dan kondisi aman," kata Tri Puji, kepada awak media, Jumat (27/3/2026).

Rekan korban kemudian menghubungi basecamp Cetho sekitar pukul 21.30 WIB untuk meminta bantuan evakuasi korban. Sebab, kondisi korban tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan karena kondisi masih hujan, tim evakuasi baru bisa diberangkatkan pagi tadi.

"Di atas kondisi hujan, sehingga tadi pagi baru dievakuasi oleh BPBD, relawan, dan Basarnas. Kondisinya sehat," kata Hendro.

Dengan menggunakan tandu, korban dibawa ke basecamp oleh relawan. Sekira pukul 14.00 WIB, korban berhasil sampai di basecamp Cetho, dan sempat mendapatkan pemeriksaan medis.

"Kita sudah mengerahkan 3 SRU sekitar 16 orang, karena proses evakuasi estafet. Kan jarak antar pos itu jauh," ucapnya.

Setelah dinilai kondisi korban sehat, korban dikembalikan kepada keluarganya. Operasi SAR ditutup sekira pukul 14.30 WIB.




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads