Trump Sambat NATO Tidak Bantu AS Lawan Iran

Internasional

Trump Sambat NATO Tidak Bantu AS Lawan Iran

Novi Christiastuti - detikJateng
Jumat, 27 Mar 2026 11:14 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026 di Washington DC. Trump menghabiskan akhir pekan di klub pribadinya, Mar-a-Lago.
Donald Trump. (Foto: Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Solo -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump lagi-lagi sambat pada negara-negara aliansi pertahanan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO). Tidak ada negara NATO yang membantu AS melawan Iran.

Dilansir detikNews dari Anadolu Agency, Trump menegaskan kini tidak butuh bantuan NATO.

"USA tidak membutuhkan apa pun dari NATO, tetapi 'jangan pernah lupakan' momen yang sangat penting ini," kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump juga menyampaikan kekecewaannya kepada NATO dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

"Saya akan mengatakannya secara terbuka. Kita sangat kecewa dengan NATO, karena NATO sama sekali tidak melakukan apa pun," kata Trump dalam kritikannya.

"Saya mengatakan 25 tahun lalu bahwa NATO adalah macan kertas, tetapi yang lebih penting, bahwa kita akan datang untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak akan pernah datang untuk menyelamatkan kita," ucap Trump.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir Trump menyerukan sekutunya bahkan rival AS termasuk China untuk mengamankan Selat Hormuz yang kini ditutup Iran dan berdampak pada pasokan energi global.

Sejumlah negara Eropa sudah menyatakan menolak seruan Trump. Mereka mengatakan konflik Iran merupakan perang yang dimulai oleh Trump tanpa berkonsultasi dengan sekutu-sekutu AS.

Trump sempat menyebut AS tidak membutuhkan NATO dan menyebut sikap aliansi itu sebagai "kesalahan yang sangat bodoh". Namun Trump mengatakan dirinya tidak berencana menarik AS dari aliansi pertahanan tersebut, meskipun menyebutnya sebagai opsi yang layak dipertimbangkan.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads