Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY bakal merekonstruksi Jalan Gombel Lama atau turunan Gombel, April-November. Selama tujuh bulan itu, turunan Gombel akan ditutup.
Hal itu disampaikan PPK 3.3 Provinsi Jateng, Alfan Noor Rizal. Ia menyebut, rekonstruksi jalan itu adalah bagian dari paket pekerjaan preservasi Jalan Semarang-Bawen-Salatiga-Sruwen.
"Nilai anggaran sebesar Rp 181 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Paket pekerjaan ini merupakan paket multi years contract (MYC) yang dilaksanakan pada periode 2025-2027," kata Alfan saat dihubungi detikJateng, Kamis (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari paket tersebut, rekonstruksi Jalan Gombel Lama sepanjang 1,3 km menjadi salah satu lingkup pekerjaan dengan alokasi dana sekitar Rp 17,5 miliar," lanjutnya.
Ia mengatakan, Jalan Gombel Lama yang sebelumnya adalah jalan Pemerintah Kota kini statusnya sudah ditingkatkan menjadi jalan nasional sekitar 2 tahun lalu.
"Beberapa waktu terakhir, ruas tersebut mengalami amblesan dan berada di kawasan patahan tanah, sehingga diperlukan penanganan melalui rekonstruksi jalan secara menyeluruh," ujarnya.
"Pekerjaan rekonstruksi turunan Gombel ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tujuh bulan, dengan jadwal pelaksanaan mulai April hingga November 2026," ujarnya.
Ia menyebut, rekonstruksi itu membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena kondisi lokasi yang cukup krusial, khususnya pada titik longsoran yang memerlukan penanganan khusus.
"Area tersebut akan digali untuk memperbaiki struktur tanah sekaligus dilakukan pemasangan subdrain," ucap Alfan.
Penanganan yang dilakukan, kata Alfan, nantinya tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga memperkuat struktur tanah di bawahnya hingga mengganti struktur fondasi jalan.
"Pada beberapa titik longsoran akan dilakukan penguatan struktur jalan dengan metode bore pile serta pemasangan subdrain untuk mengendalikan muka air tanah," ungkapnya.
"Selain itu, juga akan dilakukan penggantian struktur pondasi jalan, dimana kondisi eksisting pondasi jalan menggunakan paving akan diganti dengan pondasi jalan berupa aggregat dan berpenutup perkerasan aspal," lanjutnya.
Selain perkuatan struktur, lanjut Alfan, desain jalan juga akan disesuaikan agar lebih aman bagi para pengguna jalan, khususnya pada titik-titik longsoran.
"Pada titik longsoran akan dilakukan penyesuaian aligment vertikal agar lebih halus dan tidak terlalu membentuk patahan seperti kondisi sebelumnya," terangnya.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polrestabes Semarang terkait arus lalu lintas di turunan Gombel. Ia menyebut, saat proses pekerjaan berlangsung, turunan Gombel pun akan ditutup dan lalu lintas dialihkan ke Gombel Baru.
"Arus lalu lintas di Jalan Gombel Lama akan ditutup sementara dan dialihkan melalui Jalan Setiabudi atau Gombel Baru, yang akan difungsikan dua arah selama masa pekerjaan," ungkapnya.
Tak hanya itu, BBPJN Jateng-DIY juga akan melakukan sosialisasi kepada warga terdampak. Informasi kepada pengguna jalan juga akan disampaikan lewat media sosial.
"Dengan dilaksanakannya rekonstruksi ini, diharapkan kondisi Jalan Gombel Lama menjadi lebih aman, stabil, dan nyaman untuk dilalui masyarakat, khususnya bagi kendaraan yang menuju pusat Kota Semarang," ujarnya.
(alg/apu)
