Meriahnya Grebek Ketupat Isi THR di Mertoyudan Magelang

Meriahnya Grebek Ketupat Isi THR di Mertoyudan Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 25 Mar 2026 15:01 WIB
Suasana grebeg kupat yang berlangsung di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (25/3/2026).
Suasana grebeg kupat yang berlangsung di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (25/3/2026). (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Magelang -

Warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menggelar grebek kupat atau grebek ketupat sebagai bagian perayaan Syawalan. Gunungan ketupat berisi uang tunai diarak sebelum diperebutkan oleh warga.

Pantauan detikJateng di lokasi, keseruan terlihat saat warga berebut ribuan kupat yang berisi uang tunai dan voucher. Suasana sempat diguyur hujan, namun tak menyurutkan niat warga berebut dalam Grebeg Kupat 2026.

Grebeg kupat itu berlangsung sekitar pukul 11.24 WIB. Sebelum diperebutkan, gunungan kupat diarak dari Masjid Darussalam menuju lapangan dusun setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunungan kupat setinggi kurang lebih 2 meter itu terbuat dari sekitar 2.500 kupat. Sebelum disusun menjadi gunungan, kupat terlebih dahulu diedarkan panitia kepada masing-masing kepala keluarga (KK).

ADVERTISEMENT
Suasana grebeg kupat yang berlangsung di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (25/3/2026).Suasana grebeg kupat yang berlangsung di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (25/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Kemudian warga mengisi uang tunai seikhlasnya maupun voucher dalam kupat untuk dirangkai menjadi gunungan.

Usai diarak, warga yang mayoritas anak-anak langsung berebut gunungan kupat begitu aba-aba diteriakkan. Ada yang naik di gunungan kupat mengambil terus dilempar kepada warga lainnya.

Salah satu yang ikut berebut gunungan kupat, Dastin (13). Ia mengaku sudah tiga kali ikut grebeg kupat.

"Senang sekali. Tadi dapat Rp 27 ribu," kata Dastin warga Dawung kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Hal senada diungkapkan Farel (13). "Saya senang banget. Sudah 7 kali ikut. Dapat uang pecahan Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu. Ini total dapat uang tunai Rp 77 ribu," ujar Farel.

Sementara Fixel Dwi Alfino (14) warga Tempuran, Kabupaten Magelang, mengaku mendapatkan cukup banyak uang untuk membeli mainan incarannya.

"Saya totalnya dapat Rp 112 ribu. Tadi, naik ke gunungan terus kupat saya masukan jaket. Rencana mau beli (mainan) buntut kuda lumping. Tadi, desak-desakan ambilnya," kata Fixel.

Sementara itu, inisiator grebeg kupat, Gepeng Nugroho mengatakan, grebeg kupat ini dilangsungkan di hari kelima bulan Syawal.

"Pelaksanaan hari ini berbarengan dengan syawalan dari warga. Sebagai gambaran memang 'ngaku lepat' yang disimbolkan sebagai kupat," kata Gepeng.

"Ini sebagai bentuk rasa syukur dan semangat berbagi pada masyarakat, pada sesama. Sebelumnya, gunungan kupat didoakan di masjid sebagai bentuk harapan kerukunan hidup, toleransi di masyarakat. Juga akan mendorong dari kesejahteraan masyarakat," sambung Gepeng.

Jumlah kupat, kata Gepeng, sekitar 2.500 selongsong ketupat. "Jumlah kupat sekitar 2.500. Nominal uang kita tidak bisa memprediksikan. Umumnya nominalnya paling kecil Rp 2 ribu, paling besar pecahan Rp 100 ribu," tambang Gepeng.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads