Ahmad Luthfi Sebut Tak Ada Laka Lantas Menonjol di Jateng Saat Arus Mudik

Ahmad Luthfi Sebut Tak Ada Laka Lantas Menonjol di Jateng Saat Arus Mudik

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 25 Mar 2026 13:27 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (25/3/3026).
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, di kantornya, Semarang, Rabu (25/3/3026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyebut Jateng sebagai sentralnya pemudik. Sebanyak 17,7 juta orang dengan 1,8 juta kendaraan masuk ke Jateng pada arus mudik. Meski demikian, dia menyebut tidak ada kecelakaan lalu lintas yang menonjol di daerahnya.

"Jawa Tengah menjadi sentralnya mudik, hampir 17,7 juta masyarakat mudik di tempat kita. Kalau jumlah kendaraan hampir 1,8 juta kendaraan, artinya sudah melintas di Provinsi Jawa Tengah," kata Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (25/3/2026).

Luthfi mengatakan, tak ada aduan soal pelayanan publik atau komplain publik soal infrastruktur hingga soal kemacetan selama arus mudik-balik Lebaran di Jateng tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Evaluasi kita positif. Artinya dari segi infrastruktur kita semuanya terjamin, tidak ada publik komplain terkait dengan jalan. Kedua, tidak ada kemacetan yang fluktuatif," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Kemudian dari kebutuhan bahan pokok penting masyarakat, tidak ada kelangkaan maupun ketersediaan yang tersendat, terjangkau semua oleh masyarakat," lanjutnya.

Ia menyebut, Pemprov Jateng telah mengintervensi bahan pokok penting di masyarakat untuk mencegah adanya kelangkaan. Luthfi juga mengklaim tak ada kecelakaan lalu lintas yang menonjol di Jateng selama arus mudik-balik Lebaran.

"Ketiga, tidak ada laka-lantas yang menonjol di wilayah kita," ucapnya.

Luthfi pun meminta masyarakat yang memiliki keluhan untuk melapor langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait maupun melalui kanal aduan resmi Pemprov Jateng, Lapor Gub.

"(Ada warga mengeluh soal jalan berlubang) Yang komplain siapa? Warga mana? Silakan yang komplain kepada channel yang jelas, ke dinas kita bisa, PUPR bisa, Lapor Gub bisa, online, teleponnya ada. Komplainnya jangan ke media sosial, tapi langsung ke kita, pasti akan kita tangani," ujarnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads