Tim Labfor Polda Jateng Olah TKP Ledakan Petasan Lukai 9 Orang di Pekalongan

Tim Labfor Polda Jateng Olah TKP Ledakan Petasan Lukai 9 Orang di Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 21 Mar 2026 13:59 WIB
Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026).
Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Pekalongan -

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Noyontaan Sari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, dini hari tadi. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Petugas melakukan koordinasi dengan Labfor Polda Jawa Tengah dan saat ini sedang dilakukan olah TKP untuk menentukan daya ledak dari petasan yang meledak dini hari tadi," ujar Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, ditemui detikJateng di lokasi, Sabtu (21/3/2026).

Dari hasil temuan sementara di lokasi kejadian, polisi mengamankan puluhan barang bukti berupa selongsong petasan. Total terdapat 41 selongsong, dengan rincian enam selongsong belum terisi dan 35 lainnya sudah berisi bahan peledak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk barang bukti sisa petasan yang didapatkan di TKP ada 41 selongsong. Enam belum terisi, yang 35 berisi," jelasnya.

Sementara itu, untuk bahan peledak berupa bubuk petasan, petugas tidak menemukan sisa di lokasi. Diduga seluruh bubuk telah dimasukkan ke dalam selongsong sebelum terjadi ledakan.

ADVERTISEMENT

"Bubuknya tidak ada, diduga sudah dimasukkan ke selongsong semua," tambahnya.

Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026).Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang juga korban ledakan, total bubuk petasan yang digunakan diperkirakan mencapai sekitar 1,5 kilogram. Polisi juga mengungkap bahwa bahan tersebut diperoleh dengan cara membeli secara daring.

"Informasi dari saksi, bahan didapat sekitar 1,5 kilogram dan dibeli secara online," ungkap AKP Setyanto.

Hingga kini, hasil resmi dari tim Labfor masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi terus mendalami kasus ini guna mengetahui secara pasti penyebab ledakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyayangkan kembali jatuh korban di Lebaran tahun ini.

"Kita imbau terus ya dari tahun ke tahun kita himbau, dan setiap tahun kan pasti ada korban sebelumnya dan ini saya juga dikagetkan dengar berita tadi dini hari, saya dengar sekitar jam 4 ya, ada ledakan petasan. Sembilan orang korban, rumahnya juga roboh," ungkap Aaf, saat ditemui di rumah dinasnya.

Dijelaskan Aaf, dari 9 korban tersebut, saat ini lima sudah pulang ke rumah, yang empat masih di rumah sakit.

"Nah, ini kita imbau lagi, ayolah kita di momen Lebaran ini kan kita justru mencari sehat ya, jangan cari penyakit seperti mercon dan sebagainya itu kan menurut saya cari penyakit," katanya.

"Dan tadi pantauan setelah salat Id juga masih banyak warga (menyulut petasan), terus kan banyak sampah juga akhirnya di jalan-jalan sampah kertas, itu nanti kan yang disalahkan pemerintah lagi," tambahnya.

"Ya ini kita enggak bosan-bosan tadi juga saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, untuk bagaimana kita nanti mengimbau kepada masyarakat. Prinsipnya adalah hari Lebaran ya harus mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif ya, jangan kegiatan-kegiatan yang berisiko baik terhadap diri sendiri maupun resiko orang lain," jelas Aaf.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads