Sebelum pergi berangkat ke tempat sholat Id, disunnahkan bagi setiap muslim untuk mandi terlebih dahulu. Sebagai panduan, berikut akan uraikan niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri secara lengkap.
Menurut buku 'Fikih Sunnah - Jilid 1' karya Sayyid Sabiq, para ulama mengemukakan mandi saat Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha hukumnya adalah sunnah. Meskipun disunnahkan, tidak ada satu pun hadits shahih yang menganjurkan terkait hal tersebut. Sebaliknya, terdapat sejumlah perkataan sahabat yang menjadi dasar dipahaminya mandi sunnah sebagai salah satu hal yang disunnahkah pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan dalam buku 'Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur'an dan Sunnah' karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, bahwa ada sejumlah atsar yang sebagian sahabat menunjukkan sunnah mandi di hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke lapangan untuk menunaikan sholat Id. Oleh karena itu, tidak sedikit kalangan muslim yang akan mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat sholat Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai sebuah amalan sunnah, tidak ada salahnya bagi seseorang untuk mengerjakan hal tersebut. Terlebih lagi mandi membuat tubuh menjadi bersih dan seperti yang diketahui kebersihan adalah sebagian dari iman. Lantas, bagaimana niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri? Berikut penjelasannya.
Niat Mandi Sunnah Idul Fitri
Sebelum mengerjakan mandi, ada sebuah bacaan niat yang bisa diamalkan oleh seseorang. Mengacu dari buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' karya KHM Yusuf Chudlori, berikut bacaan niat mandi Idul Fitri:
نَوَيْتُ سُنَّةِ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْفِطْرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu sunnatal-ghusli li'îdil-fithri lillâhi taʻâlâ.
Artinya: "Saya berniat mandi sunnah hari 'Idul Fitri karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri
Sejatinya, tidak ada tata cara mandi yang dikhususkan saat Idul Fitri. Sebaliknya, seseorang dapat melakukan mandi sunnah pada umumnya. Terkait dengan hal ini, terdapat tata cara mandi sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Dijelaskan dalam buku 'Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq' oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, bahwa salah satu rukun mandi adalah membasuh seluruh anggota tubuh. Kemudian terdapat cara mandi sesuai sunnah Rasulullah SAW di antaranya:
1. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali untuk memulai mandi.
2. Mencuci kemaluan, termasuk wanita yang mandi besar setelah haid atau nifas.
3. Mengambil wudhu sempurna serupa wudhu sebelum sholat dengan melewatkan gerakan membasuh kaki.
4. Menyiram kepala dengan air dengan menggosok sela-sela rambut dan pangkalnya.
5. Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sebelah kanan dan dilanjutkan bagian kiri.
6. Membasuh ketiak, kedua telinga, pusar, jari-jari kaki, dan bagian tubuh tersembunyi lainnya.
7. Mengakhirinya dengan membasuh kaki sampai selesai mandi.
Amalan Sunnah Idul Fitri
Lantas, apa sajakah amalan sunnah Idul Fitri lainnya yang bisa dianjurkan untuk dilakukan, baik sebelum atau sesudah sholat Id? Ternyata ada sejumlah amalan sunnah yang turut dapat dikerjakan oleh kaum muslim selama Idul Fitri. Dihimpun dari buku 'Jangan Lupa Shalat!' karya Abu Hasna Lely Anjuma, 'Panduan Muslim Sehari-hari' oleh DR KH M Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha, hingga 'Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur'an dan Sunnah' karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, berikut beberapa amalan sunnah Idul Fitri.
1. Membaca Niat Sholat Idul Fitri
Serupa dengan amalan sunnah lainnya, sebelum mengerjakan sholat Idul Fitri ada baiknya diawali terlebih dahulu dengan bacaan niat. Terdapat bacaan niat sholat Idul Fitri 2 rakaat yang bisa dilafalkan, baik oleh makmum maupun imam. Berikut bacaan lengkapnya:
أَصَلَّى سُنَّةً لِعَيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatal li'aidil fitri rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
أَصَلَّى سُنَّةً لِعَيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatal li'aidil fitri rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
2. Makan Sebelum Berangkat Sholat
Berbeda dengan sholat Idul Adha yang tidak diperkenankan untuk makan sebelumnya, pada pengerjaan sholat Idul Fitri justru disunnahkan. Seseorang dapat menyantap makanan atau minum terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat sholat Id. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat hadits yang menyebut:
عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
"Dari Anas bin Malik berkata, 'Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa kurma'."
3. Membaca Takbir
Seperti yang diketahui, momentum Idul Fitri identik dengan takbir yang bergema di mana-mana. Hal ini dikarenakan bacaan takbir disunnahkan untuk dilafalkan, baik sebelum Idul Fitri maupun setelahnya. Adapun bacaan takbir Idul Fitri yang bisa diamalkan adalah sebagai berikut:
اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan hanya bagi Allah segala puji."
4. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat
Selanjutnya disunnahkan pula bagi seseorang untuk berjalan kaki menuju ke tempat sholat Id, termasuk sholat Idul Fitri. Melalui sebuah hadits diriwayatkan bahwa:
عَنْ عَلِيِّ ، قَالَ : مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَخْرُجَ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا
"Dari Ali berkata, 'Termasuk sunnah yaitu engkau keluar sholat hari raya dengan berjalan kaki'," (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, hasan).
Selain berjalan kaki menuju tempat sholat, menempuh jalan yang berbeda juga disunnahkan untuk dilakukan. Hal ini senada dengan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah bahwa:
"Rasulullah SAW itu keluar dan pulang dari jalan yang berbeda di hari raya," (HR. Al-Bukhari).
5. Bersukacita
Sunnah Idul Fitri lainnya yang dapat dikerjakan oleh seseorang adalah dengan mengisi momentum hari raya dengan bersukacita. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat hadits yang menganjurkan seseorang bersenang-senang sesuai dengan yang telah disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik yang berkata:
"Nabi SAW datang ke Madinah sementara penduduknya mempunyai dua hari untuk bersenang-senang dan bermain-main, maka beliau pun bersabda, 'Sungguh Allah telah mengganti keduanya dengan apa yang lebih baik, yakni hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha'," (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ahmad).
Doa Idul Fitri
Setelah memahami mandi sunnah Idul Fitri dan sunnah-sunnah lainnya yang bisa diamalkan pada hari raya tersebut, terdapat sebuah bacaan doa yang bisa dilafalkan oleh setiap muslim saat Idul Fitri. Melalui doa ini seseorang bisa menjadikannya sebagai ucapan selamat bagi sesama muslim.
Dikutip dari buku '101 Doa Anak Saleh' karya Tim Darul Ilmi, berikut bacaan doa Idul Fitri yang bisa diucapkan oleh seorang muslim:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُم . جَعَلْنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْغَائِنِينَ كُلِّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْنٍ
Taqabalallaahu minnaa wa minkum. Ja'alaanailaahu wa iyyaakum minal 'aaidiina wal faa-iziina kullu 'aamin wa antum bi khayrin.
Artinya: "Semoga Allah menerima ibadah kita. Semoga Allah memberikan restunya kepada kita. Selamat hari raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan anda setiap tahun selalu dalam kebaikan."
Demikian tadi penjelasan mengenai niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri lengkap dengan amalan lain yang bisa dikerjakan oleh setiap muslim. Semoga membantu.
(sto/apl)
