Suasana Salat Id Warga Muhammadiyah Solo di Mangkunegaran

Suasana Salat Id Warga Muhammadiyah Solo di Mangkunegaran

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 20 Mar 2026 08:19 WIB
Warga Muhanamdiyah menjalankan ibadah salat Id pada hari Jumat (20/3). Salah satu lokasi yang digunakan yakni di Pamedan Pura Mangkunegaran.
Suasa salat idulfitri di Pamedan Puro Mangkunegaran, Jumat (20/3/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng.
Solo -

Warga Muhanamdiyah menjalankan ibadah salat Id pada hari Jumat (20/3). Sejumlah lokasi yang telah menggelar salat Id yakni Pamedan Puro Mangkunegaran dan Kori Kamandungan, Keraton Solo.

Dari pantauan detikJateng, jemaah mulai mendatangi Pamedan Pura Mangkunegaran sekira pukul 05.30 WIB. Jemaah yang datang langsung menempati tempat salat yang telah disediakan.

Yang bertindak sebagai imam dan khatib yakni Ketua Pimpinan Daerah Cabang Muhammadiyah (PDM) 2016-2021, Subari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Majelis Tabligh PDM Solo, Wiwit, mengatakan di Kota Solo ada 103 Muhammadiyah yang menjalankan salat Id hari ini. Dari 103, 93 dilaksana kan di Kota Solo.

"Yang terdata itu kalau untuk yang Karesidenan (Soloraya) itu 103. Itu 103 itu ada yang di wilayah Surakarta dan di wilayah sekitar, maksudnya di wilayah yang pinggiran itu. Tapi kalau yang Surakarta sendiri itu 93. Jadi untuk yang dari Muhammadiyah itu sekitar 80 persen dari yang tercatat itu," katanya, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

Wiwit menegaskan bahwa pelaksanaan salat Id seusai dengan keputusan pimpinan pusat Muhamamdiyah. Sehingga warga struktur yang ada di bawah mematuhi instruksi tersebut.

"Jadi memang kalau di persyarikatan itu karena kita punya hierarki dari tingkat pusat sampai tingkat ranting, itu kan ada maklumat Pimpinan Pusat. Maka struktur yang di bawah otomatis akan mematuhi instruksi tersebut. Mungkin kalau dari pemerintah ada sidang isbat dulu, nah kalau di Muhammadiyah sudah diputuskan dari PP, maka keputusan itu akan mengikat sampai struktur yang paling bawah," terangnya.

Mengenai perbedaan pelaksanaan salat Idulfitri, Wiwit mengatakan tidak ada penolakan untuk tempat salat. Ia mengatakan bahwa saat ini sudah terjalan komunikasi yang baik antara muhammadiyah dengan penyedia tempat.

"Sekarang sudah kondusif, sudah ada komunikasi dan saling menerima perbedaan. Kalau dulu kan beda terus muncul sesuatu yang tidak mengizinkan (tempat salat). Tapi ini alhamdulillah aman, kita sudah intens sekali berkomunikasi. Bahkan pihak yang memiliki tempat sudah beberapa kali mengunjungi kantor Muhammadiyah Solo," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads