Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik, Pantura Semarang-Demak Masih Lengang

Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik, Pantura Semarang-Demak Masih Lengang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 18 Mar 2026 10:45 WIB
Suasana jalur Pantura Semarang-Demak pada Rabu (18/3/2026) siang.
Suasana jalur Pantura Semarang-Demak pada Rabu (18/3/2026) siang. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Puncak arus mudik di Kabupaten Demak diprediksi terjadi hari ini dan besok. Namun pagi ini, arus lalu lintas masih terlihat cukup lengang.

Pantauan detikJateng pukul 09.45 WIB dari jalur Pantura Kaligawe, Kota Semarang hingga pertigaan jalan lingkar Wonosalam, Kabupaten Demak, arus lalu lintas terlihat lengang.

Kendaraan yang melintas masih didominasi motor dan mobil dengan pelat nomor lokal. Terlihat sedikit kendaraan roda empat pribadi asal luar kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalur Pantura Sayung yang kerap terjadi banjir rob juga terpantau kering. Tidak ada genangan banjir di jalur arah Semarang - Demak maupun sebaliknya.

ADVERTISEMENT

Kendaraan bertonase besar seperti truk sumbu tiga juga sudah sangat sedikit yang melintasi Pantura Sayung - Demak. Jalur ini didominasi mobil pribadi dan sepeda motor.

Kasubsatgas Patroli dan Pengaturan Operasi Ketupat Candi Polres Demak sekaligus Kanit Turjawali Satlantas Polres Demak, Iptu M Khaerur Rokhman mengatakan arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi hari ini dan besok.

"Prediksinya (puncak arus mudik yaitu di) H-3 dan H-2, hari ini dan besok. Demak didominasi (kendaraan) dari arah barat," kata Khaerur saat dihubungi detikJateng, Rabu (18/3/2026).

Selama arus mudik ini, Khaerur membeberkan masih ada truk sumbu tiga yang masih nekat melintas. Pihaknya berencana melakukan penertiban hari ini.

"Hari ini rencana kita penertiban terkait dengan sumbu tiga. Sumbu tiga itu nanti rencana akan kita putar balikkan atau kita istirahatkan di tempat-tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas, tidak berpotensi laka, macet, dan lain-lain," ujar Khaerur.

Khaerur menyebut di Kabupaten Demak arus lalu lintas para pemudik terpecah menjadi dua, yakni melalui jalan nasional dan jalan provinsi. Ia juga mengungkapkan belum ada kejadian menonjol selama Operasi Ketupat Candi 2026 di Demak.

"Demak itu terpecah jadi jalur nasional dan jalur provinsi, kalau jalur nasional kan melalui Sayung, kemudian jalur provinsi yaitu melalui Mranggen, Karangawen, dan seterusnya," ujar Khaerur.

"Kejadian menonjol saat ini alhamdulillah belum terlihat belum terdengar, mudah-mudahan enggak sampai ada kejadian menonjol," tambahnya.

Selama Operasi Ketupat Candi 2026 ini, Polres Demak menyiapkan empat posko pengamanan arus mudik (PAM). Kharur menjelaskan empat posko ini terbagi di Pantura dan jalur selatan.

"Di jalur selatan hanya satu di Mranggen, sementara di Pantura ada Pos Pam Sayung untuk mengantisipasi banjir rob, di Alun-Alun Demak untuk melayani pengunjung Masjid Agung Demak dan masyarakat, serta di Trengguli antisipasi kamseltibcarlantas yang ada di wilayah timur khususnya di simpang ke arah Jepara kemudian arah Kudus," tutur Khaerur.

Khaerur juga mengimbau kepada para pemudik untuk berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraannya. Ia meminta pengendara untuk istirahat jika lelah dalam perjalanan.

"Kita imbau supaya betul-betul berkendara itu harus berkonsentrasi. Termasuk juga apabila lelah atau capek, silahkan untuk menepi di pos pam itu sudah disiapkan tempat istirahat," pungkasnya.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads