Jalan Jogja-Solo di Klaten masih nampak lengang sore ini. Jalan terlihat lebih ramai dari biasanya, tapi arus lalu lintas masih lengang.
Diketahui, hari ini adalah hari terakhir mayoritas pekerja sebelum melaksanakan libur Nyepi yang berlanjut dengan libur Lebaran. Pantauan detikJateng di Jalan-Jogja Solo, Selasa (17/3/2026) pukul 16.50 WIB. Nampak Jalan Joga-Solo di depan RS PKU Muhammadiyah, Delanggu, Klaten, masih lengang.
Kendaraan masih didominasi plat nomor AD atau dari Solo Raya. Pertigaan Delanggu juga masih lengang. Baik arah menuju Jogja atau menuju Solo belum terlihat kepadatan, meski arus lebih ramai dari biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, petugas telah menyiapkan rekayasa untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, salah satunya dengan menutup celah median jalan yang biasa digunakan untuk putar balik. Penutupan akan dilakukan secara situasional.
"Ya itu (penutupan median) sifatnya situasional. Evaluasi kami penting memang merekayasa median," ungkap Kasat Lantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu kepada detikJateng, Selasa (17/3/2026) siang.
Dijelaskan Wendi rekayasa itu penting mengingat hasil evaluasi hal itu penting dilakukan. Mengingat jika arus kendaraan padat, warga yang balik arah atau menyeberang di celah median berdampak pada kepadatan arus.
Suasana Jalan Jogja-Solo di Delanggu, Klaten sore ini, Selasa (17/3/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
"Ketika kondisi ramai dan banyak masyarakat yang U turn (balik arah) itu juga akan menambah waktu antrean kendaraan. Ya karena kendaraan tidak bisa bermanuver dengan cepat," terang Wendi.
Kendaraan yang balik arah tersebut, sambung Wendi tidak bisa bergerak cepat. Jika terjadi justru menambah kerawanan terjadi kemacetan di jalan raya.
"Itu yang U turn justru bisa membuat kerawanan kemacetan. Tapi penutupan nanti itu tidak ditentukan titiknya mana, jadi situasional," imbuh Wendi.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Supriyono menjelaskan dinas menempatkan tujuh pos dari Prambanan sampai Delanggu. Juga ada tim reaksi cepat untuk mengurai kepadatan.
"Kita buat tim reaksi cepat jika ada kemacetan insidentil teman-teman bisa merapat untuk mengurai kemacetan dengan sepeda motor," jelasnya saat di Pemkab.
(afn/alg)

