Bakul Siomay Nekat Mudik Cilacap-Pemalang Jalan Kaki Sambil Dorong Gerobak

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 17 Mar 2026 15:13 WIB
Bakul siomay mudik Cilacap-Pemalang jalan kaki sambil mendorong gerobak. Dipotret saat tiba di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Selasa (17/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Purbalingga -

Pedagang siomay bernama Edi Rasidi (50) nekat mudik dari Cilacap ke Pemalang dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak dagangannya. Total rute yang ditempuhnya sekitar 130 kilometer. Dia menargetkan tiba di tujuan dalam waktu 4 hari.

Rusidi menempuh perjalanan mudik dari Sampang, Cilacap, sejak Senin (16/3) sekitar pukul 06.00 WIB. Dia berharap bisa tiba di kampung halamannya di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (20/3) malam.

Pantauan detikJateng, Edi juga menghiasi gerobaknya dengan sejumlah kertas bertulisan pesan-pesan menggelitik dalam Bahasa Jawa dialek Banyumasan alias ngapak.

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, tulisan itu di antaranya berpesan agar tidak mengeluh jika tidak punya uang. Ada pula tulisan 'mudik jalan kaki saya lakukan demi meminta maaf kepada bapak ibu'. Edi juga menulis pesan 'di negara makmur, cari kerjaan susah banget'.

"Berangkat kemarin Senin pagi jam 6. Target sampai Pemalang 4 hari 4 malam, berarti hari Jumat malam. Mudah-mudahan bisa lebih cepat," kata Edi saat ditemui di sela beristirahat di masjid wilayah Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Selasa (17/3/2026).

Bakul siomay mudik Cilacap-Pemalang jalan kaki sambil mendorong gerobak. Dipotret saat tiba di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Selasa (17/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Kembali Jualan di Kampung

Bagi Edi, perjalanan panjang ini bukan sekadar mudik. Ia sekaligus membawa pulang gerobak siomay yang selama ini menjadi sumber penghidupannya di perantauan. Gerobak itu rencananya akan dia gunakan untuk kembali berdagang di kampung halaman.

"Nah ini tujuannya, gerobak mau dibawa pulang ke kampung, buat jualan di kampung. Sekalian pulang," ujar dia.

Sebelumnya, Edi sudah 20 tahun berjualan siomay di Pemalang. Namun, enam bulan terakhir ia mencoba peruntungan dengan merantau ke Sampang, Cilacap. Keputusan itu dia ambil untuk mencari pengalaman baru.

"Saya ingin merantau, coba-coba. Ternyata sama saja. Jadi sekalian pulang dibawa gerobaknya," ungkapnya.

Nazar Usai Kecelakaan

Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan sebuah nazar yang menjadi alasan utama Edi memilih berjalan kaki. Ia pernah mengalami kecelakaan sehingga salah satu kakinya sempat tidak bisa buat berjalan.

"Dulu pernah kecelakaan di kaki, sampai nggak bisa jalan, dislokasi dengkul. Nazar saya, kalau bisa sembuh saya ingin jalan kaki," tutur Edi.

Kecelakaan itu terjadi sekitar dua tahun lalu. Kini, setelah pulih, Edi menepati janjinya meski harus menempuh jarak sekitar 130 kilometer.

"Kalau naik motor mungkin cuma tiga jam. Tapi kalau jalan kaki saya perkirakan 4 hari 4 malam. Jaraknya sekitar 130 km," katanya.



Simak Video "Bersenang-senang Mandi Busa di Owabong Family Waterpark, Purbalingga"


(dil/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork