Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo Solo melakukan evaluasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) usai disentil komika Pandji Pragiwaksono. Ketua SPPG Mojosongo, Herdi, mengatakan usai kejadian tersebut melakukan evaluasi di menu yang akan diberikan ke penerima manfaat.
Herdi menjelaskan, menu yang disajikan selama bulan puasa merupakan menu kering. Ia mengklaim, pihak SPPG telah mempertimbangkan berbagai saran yang telah diterima.
"Karena menu yang disajikan merupakan menu kering, maka variasi menu akan dilakukan secara berkala. Hal ini mempertimbangkan berbagai saran dan masukan yang diterima, sehingga penyajian dapat lebih beragam dan tetap sesuai kebutuhan penerima manfaat," katanya dihubungi detikJateng, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, setelah kejadian menu pisang ambon, fish and chip dan jambu kristal, pihaknya memberikan menu rapelan ke penerima manfaat. Ia mengatakan ada 14 menu rapelan yang dibagikan pada 13-17 Maret 2026.
"Menu rapelan ada donat ayam, roti kelapa, ayam tepung, potato wedges, ayam bacem, tahu bacem, susu plain 2, jeruk, jeruk santang 1 jaring, buah naga, buah alpukat, pisang, kacang mete, klengkam kentang," jelasnya.
Ke depan, pihaknya memastikan penerima MBG mendapat menu yang lebih optimal baik dari segi kuantitas maupun kecukupan gizi.
"Selain itu, untuk menu rapelan, kami upayakan dapat lebih optimal dalam pemenuhan baik dari segi kuantitas maupun Angka Kecukupan Gizi (AKG), dengan tetap mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komika Pandji Pragiwaksono menyentil menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo tak layak konsumsi. Pandji mengunggah foto menu MBG tersebut melalui Threads.
Dalam unggahan tersebut, terlihat makanan yang dikemas dalam plastik dan divakum adalah pisang ambon, fish and chips, dan jambu kristal. Dalam unggahannya, Pandji hanya memberi satu kata.
"Bro," tulis Pandji memberi keterangan dalam unggahannya tersebut seperti dilihat detikJateng, Jumat (13/3).
Wali Kota Solo, Respati Ardi langsung merespons unggahan Pandji tersebut.
"Selamat malam mas, untuk SPPG tersebut sudah mendapatkan perhatian khusus dari Satgas MBG Surakarta nggih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya nggih," kata Respati melalui akunnya @respatiardi.
Selain merespons melalui Threads, Respati juga mendatangi langsung SPPG Mojosongo dan memberikan teguran. Bahkan, Respati meminta SPPG Mojosongo membuat surat pernyataan.
"Sudah kami tegur, kami awasi, dan saya minta untuk membuat pernyataan tidak mengulangi kembali agar supaya nanti dari BGN (Badan Gizi Nasional) sebagai pemangku kebijakan bisa mengawasi dengan betul lagi," katanya ditemui di SPPG Mojosongo, Jumat (13/3).
Mantan Ketua HIPMI Solo itu menegaskan, Pemerintah Kota selalu melakukan pengawasan dan pantauan ke seluruh SPPG. Dirinya berharap bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu berjalan dengan baik.
"Kalau kami setiap hari (pemantauan), dari Satgas setiap hari memantau melalui kepala sekolah, melalui camat, melalui kewilayahan, melalui kepala dinas, melalui wakil wali kota. Semua memantau supaya MBG ini bisa berjalan dengan baik di Kota Solo," tuturnya.
