Mengeluh Tak Enak Badan, Influencer Meninggal Saat Live

Internasional

Mengeluh Tak Enak Badan, Influencer Meninggal Saat Live

Rahmi Anjani - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 19:04 WIB
Wang Yefei
Influencer China Wang Yefei. Foto: Weibo
Solo -

Seorang influencer terkenal di China meninggal ketika melakukan siaran langsung atau livestreaming. Sebelumnya, dia sempat mengeluh kesakitan hebat.

Wang Yefei adalah influencer yang populer di Negeri Panda dengan julukan Wang Zha Jie atau Kak Wang Zha. Ia mempunyai lebih dari 130.000 penggemar, dan sering siaran langsung untuk mengiklankan atau menjual pakaian wanita.

Dilansir Wolipop Senin (16/3/2026), video yang viral memperlihatkan Wang tengah siaran langsung pukul 08.30 waktu setempat. Ia masih memperagakan berbagai pakaian yang dijual, di mana setengah jam kemudian sesuatu terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wang terlihat memegangi kepala dan lehernya dan sangat kesakitan sebelum berteriak bahwa ia merasa sangat tidak enak badan. Influencer itu berulang kali mengatakan dengan keras, 'Aku merasa tidak enak badan' sambil meminta orang-orang di sekitarnya membantu memijat leher dan bahunya.

ADVERTISEMENT

Karena rasa sakitnya makin hebat, Wang lantas meminta temannya menghubungi 120 yang merupakan layanan gawat darurat di China, selagi kamera masih menyala dan live masih disiarkan. Pada satu titik, Wang memberi tahu orang-orang di sekitarnya bahwa di akan pingsan, dan beberapa saat kemudian live terputus.

The Sun memberitakan, Wang sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi dikabarkan meninggal tak lama kemudian. Terungkap, Wang ternyata menderita pendarahan batang otak.

Teman-temannya kemudian mengatakan kejadian mengerikan itu berlangsung sangat cepat, dengan gejala yang muncul hingga kematiannya hanya berlangsung lebih dari sepuluh menit.

Orang-orang terdekat Wang kemudian memberikan penghormatan terakhir untuknya. Mereka menyebut Wang sebagai sosok yang gigih, pekerja keras, dan etos kerja yang tidak kenal lelah.

Teman-temannya mengatakan jika ia sering bekerja lembur dan begadang untuk mengembangkan bisnis online dan menghidupi keluarganya.

Pemakamannya diadakan pada tanggal 11 Maret lalu di Wujinshan di Yuci, Provinsi Shanxi. Pemakamannya dihadiri para kerabat, teman, dan pendukung yang berduka untuk mengucapkan selamat tinggal. Mereka yang hadir mengatakan bahwa para pelayat terlihat sangat kehilangan, terutama suaminya yang menangis tersedu-sedu selama upacara.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads