Seekor pedet atau anak sapi jenis limosin tercebur sumur sedalam 15 meter di Desa Jenengan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Proses evakuasinya berlangsung dramatis.
Butuh waktu sekitar 3,5 jam untuk tim Damkar, TRC BPBD, dan masyarakat sekitar untuk mengevakuasi pedet berusia 8 bulan itu.
"Lepas dari dalam kandang, kandangnya sudah jebol, saya giring (masuk kandang lagi), lari ke sini terus kecemplung sumur," kata si pemilik sapi, Bagas, kepada wartawan di lokasi, Minggu (15/3/2026) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagas mengatakan, kejadian bermula ketika tadi pagi dia melepaskan ikatan anak sapi itu untuk diumbar (dilepas) di dalam kandang. Tapi karena kandangnya jebol, anak sapi itu akhirnya kabur keluar kandang.
Petugas Damkar, TRC BPBD, dan warga mengevakuasi sapi tercebur sumur di Boyolali, Minggu (15/3/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng |
Bagas kemudian mengejarnya sampai ke halaman belakang salah satu rumah warga. Anak sapi itu kemudian digiring kembali ke kandang. Namun, anak sapi itu tiba-tiba mendekat ke sumur di belakang rumah warga hingga akhirnya terperosok.
Sumur itu sebenarnya sudah ditutup menggunakan seng. Namun penutup itu rapuh saat terinjak anak sapi tersebut. Jarak antara sumur dengan kandang sapi itu hanya sekitar 5 meter.
Bagas bersama ayahnya sempat berusaha mengevakuasi anak sapi itu. Ayah Bagas langsung turun dan mengikat kepala anak sapi itu agar tidak tenggelam di air yang berkedalaman sekitar 2,5 meter.
Bagas kemudian menghubungi Damkar untuk meminta tolong. Sekitar pukul 08.30 WIB, petugas Damkar Boyolali tiba di lokasi dan langsung memasang alat vertical rescue. Sumur itu kedalamannya sekitar 15 meter, dengan kedalaman air 2,5 meter.
Salah satu anggota Damkar sempat turun untuk mengikat anak sapi tersebut Namun kadar oksigen yang terus berkurang membuat anggota harus diangkat naik kembali ke permukaan.
Damkar kemudian bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Boyolali untuk mengangkat anak sapi itu. Agar anak sapi itu tidak kehabisan oksigen, tim gabungan meniupkan blower angin ke dalam sumur agar suplai oksigen tetap ada.
Anggota Damkar Boyolali, M Huda, mengatakan kadar oksigen di dalam sumur sempat menjadi kendala. Kondisi sapi yang mulai stres juga mempengaruhi proses evakuasi.
Petugas kembali turun dengan menggunakan alat bantu pernapasan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA). Dua anggota tim gabungan bergantian turun untuk mengikat tubuh anak sapi tersebut.
"Sapi akhirnya berhasil diselamatkan," kata dia.
Sekitar pukul 12.00 WIB, anak sapi itu berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup oleh petugas dengan dibantu warga. Sapi itu berhasil dinaikkan dengan cara ditarik.
(dil/afn)












































