Gubernur Luthfi soal OTT KPK di Cilacap: Soal Integritas Sudah Saya Tekankan

Gubernur Luthfi soal OTT KPK di Cilacap: Soal Integritas Sudah Saya Tekankan

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 14 Mar 2026 21:41 WIB
Gubernur Jateng prihatin soal OTT KPK di Cilacap.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi di Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (9/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, angkat bicara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kabupaten Cilacap yang menjerat Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono. Luhtfi mengatakan, dirinya telah mengingatkan pentingnya integritas kepala daerah.

Luthfi mengaku prihatin atas penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Apalagi dua bupati di Jateng, yakni Bupati Pati Sudewo dan Pekalongan, Fadia Arafiq, juga terjaring OTT KPK.

"Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan," kata Luhtfi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan KPK untuk mencegah tindak pidana korupsi. Para kepala daerah telah diperingatkan untuk tidak menyimpangkan anggaran.

ADVERTISEMENT

Luthfi pun menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Dia memperingatkan kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi kepala daerah dan ASN.

"Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya di mulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan," tegasnya.

"Clean governance dan good governance itu harus jadi napas bupati dan wali kota termasuk ASN-nya," lanjutnya.

Kini, Luthfi memantau jalannya pemerintahan Cilacap dan pelayanan masyarakat. Dia menginstruksikan tak ada kendala pelayanan pada masyarakat setelah Bupati Cilacap tersangkut kasus.

Diketahui, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK kemarin. Bupati Syamsul terjaring OTT bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono.

Sebelum dibawa ke Jakarta, Bupati Syamsul sempat diamankan ke Polresta Banyumas usai terjaring OTT. Di sana ia menjalani pemeriksaan awal oleh tim KPK.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan kasus yang menjerat Bupati Syamsul dan Sekda Sadmoko terkait dugaan pemerasan.

"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," kata Budi.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads