Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suasana rumah Syamsul, baik rumah dinas dan rumah pribadi tampak lengang.
Pantauan detikJateng, Sabtu (14/3/2026), rumah dinas Syamsul yang berada di belakang kompleks kantor Bupati Cilacap terlihat lengang. Bahkan lampu terasnya hingga siang hari masih menyala.
Sementara di garasi terlihat ada tiga mobil berpelat nomor merah dan putih yang terparkir berjajar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rumah pribadi miliknya yang berada di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi juga dengan kondisi yang sama. Di rumah megah yang berada di pinggir jalan utama Cilacap-Wangon ini pintu gerbangnya tertutup rapat. Tidak terdapat aktivitas berarti di dalam kompleks rumah pribadinya.
Baca juga: Bupati Cilacap Ditangkap di Jumat Keramat |
Salah satu pedagang jajan yang berjualan di depan rumah Syamsul, Yati, mengatakan sejak kemarin kediaman Bupati Cilacap ini tidak ada aktivitas. Menurutnya, para pekerja yang tinggal di dalamnya terlihat biasa keluar masuk.
"Ini sepi banget, biasanya itu tukang kebun atau yang masak itu keluar masuk untuk belanja kebutuhan. Kadang juga mereka duduk-duduk di sini. Tapi ini tidak ada dari kemarin," kata Yati saat ditemui detikJateng.
Yati juga berucap saat OTT kemarin, di kediaman pribadi Syamsul tidak ada aktivitas yang mencurigakan hingga petang saat warungnya tutup.
"Kemarin nggak ada apa-apa loh, mobil keluar masuk juga nggak ada. Hari ini juga sama, soalnya saya kan bukanya sampai magrib," ujar dia.
Yati mengaku baru mengetahui informasi Syamsul terjaring OTT dari televisi yang ditontonnya pagi tadi. Saat melihat wajah Syamsul di televisi ia nyaris tidak percaya.
"Tadi saya nonton TV, terus lihat kok ada wajah Pak Syamsul, kaget lah. Saya baru tahu kalau dia dibawa ke Jakarta karena kena kasus. Dia orangnya baik banget kalau sama warga sekitar sini," terangnya.
Ia terakhir bertemu dengan Syamsul dua minggu lalu saat ada acara santunan anak yatim serta buka puasa bersama warga lingkungannya.
"Kayaknya dua minggu lalu itu ada acara bukber di sini, terus juga pembagian santunan anak yatim. Karena bapak jarang banget pulang ke sini. Ga mesti, kalau ada libur rada panjang baru pulang ke sini. Pasti kalau balik dia nyapa buka jendela mobil ke saya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Cilacap terjaring razia OTT KPK. Mereka menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jumat (14/3).
Pantauan detikJateng, Bupati Syamsul keluar dari gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas pada pukul 21.12 WIB. Ia nampak mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.
Saat ditanya wartawan, Syamsul memilih bungkam. Ia berjalan ke dalam mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernomor polisi F 1203 FBK yang sudah terparkir di halaman gedung tersebut.
Syamsul keluar bersama dengan sejumlah penyidik KPK ke Stasiun Purwokerto. Selain Syamsul, nampak juga Sekda Cilacap Sadmoko Danardono beserta sejumlah kepala OPD yang mengenakan masker.
Seusai tiba di Stasiun Purwokerto, rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP. Dari informasi yang dihimpun, rombongan menaiki Kereta Api Purwojaya pada pukul 21.37 WIB.
(ams/apu)
