Bupati Cilacap Ditangkap di Jumat Keramat

Terpopuler Sepekan

Bupati Cilacap Ditangkap di Jumat Keramat

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 14 Mar 2026 08:49 WIB
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama Sekda dan sejumlah Kepala OPD saat akan dibawa ke Jakarta dari Stasiun Purwokerto, Jumat (13/3/2026).
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama Sekda dan sejumlah Kepala OPD saat akan dibawa ke Jakarta dari Stasiun Purwokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Solo -

Jumat kemarin menjadi momen pahit bagi Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Syamsul terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama puluhan orang lainnya.

Sejak beberapa waktu lalu, KPK dikenal punya momen penahanan yang disebut 'Jumat keramat'. Sebab, pada hari itu juga KPK menetapkan tersangka dan juga melakukan penahanan. Meski begitu, kini penahanan tak selalu dilakukan di hari Jumat.

Pada Jumat (13/3) kemarin, Syamsul terjaring OTT KPK bersama 26 orang lainnya. Penyidik KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap," kata Jubir KPK Budi Prasetyo, dilansir detikNews, Jumat (13/3/2026).

ADVERTISEMENT

KPK masih punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang terjaring OTT KPK. Saat ini Syamsul masih berstatus sebagai terperiksa.

"Dari penyelenggara negara ASN dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swasta dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Sejauh ini informasi yang kami terima (Wakil Bupati) tidak ada," sambung Budi.

Rombongan orang yang diamankan itu pun dibawa menggunakan bus ke Mapolresta Banyumas. Termasuk di antaranya Bupati Syamsul.

Dari pantauan detikJateng, selain bus, setidaknya ada tiga mobil dengan pelat nomor B dan F yang terparkir di halaman gedung Satreskrim Polresta Banyumas.

Dalam kasus ini KPK menyita sejumlah uang yang diduga hasil suap. Uang tunai ini dalam bentuk pecahan rupiah. Nominalnya belum diketahui karena masih dalam penghitungan petugas.

"Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai," tutur Budi.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama Sekda dan sejumlah Kepala OPD saat akan dibawa ke Jakarta dari Stasiun Purwokerto, Jumat (13/3/2026).Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama Sekda dan sejumlah Kepala OPD saat akan dibawa ke Jakarta dari Stasiun Purwokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Diberangkatkan ke Jakarta

Pantauan detikJateng di Mapolresta Cilacap, Jumat (13/3), rombongan yang kena OTT KPK keluar dari gedung Satreskrim Polresta Banyumas pukul 21.12 WIB. Rombongan itu diangkut menggunakan tujuh mobil berwarna hitam.

Syamsul sendiri hanya terdiam saat ditanya wartawan. Dia terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Di antara rombongan itu juga terlihat Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dan sejumlah kepala OPD.

Rombongan ini kemudian menuju ke Stasiun Purwokerto untuk diberangkatkan ke Jakarta menggunakan kereta api. Terlihat pula sejumlah penyidik KPK dengan membawa koper merah dan sejumlah berkas menggunakan tas jinjing.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads