Pengacara Sebut Suasana Pertemuan Rismon dan Jokowi Bersahabat

Pengacara Sebut Suasana Pertemuan Rismon dan Jokowi Bersahabat

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 12 Mar 2026 21:31 WIB
Rismon Sianipar usai menemui Jokowi di Solo, Kamis (12/2/2026).
Rismon Sianipar usai menemui Jokowi di Solo, Kamis (12/2/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar menemui Jokowi untuk meminta maaf. Pertemuan antara Rismon dan Jokowi berlangsung sekira 30 menit.

Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, mengungkapkan respons Jokowi soal kehadiran kliennya. Menurutnya, pertemuan Jokowi dan Rismon sangat bersahabat.

"Tadi pertemuan saya tadi ya, pertemuan tadi adalah bersahabat, memang itu tujuan kita dan tujuannya adalah tentu menyelesaikan perkara ini, khususnya Rismon dengan Pak Jokowi. Tadi juga ketawa di dalam apalagi menjelang Lebaran, sesuai kita harapkan, kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi," katanya usai bertemu dengan Jokowi, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya mengatakan bahwa pertemuan itu tidak terlepas dari restorative justice yang telah diajukan. Di mana, untuk bisa mengajukan restorative justice harus ada saling memaafkan.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya semua sudah jelas ya, cuma. Apa sih syarat untuk mekanisme restorative justice, Jadi tentu itu tadi sudah saya sampaikan dan kita sudah konsepkan juga secara tertulis, cuman itu barangkali akan dilanjutkan kembali hanya untuk administrasinya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar meminta maaf langsung kepada Jokowi. Rismon bahkan mendatangi rumah Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.

Selain minta maaf ke Jokowi, Rismon juga minta maaf ke publik perihal temuan terbarunya mengenai ijazah Jokowi. Permintaan Maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab setelah meneliti ijazah Jokowi ada perubahan.

"Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah ," katanya usai bertemu Jokowi, kamis (12/3).




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads