Evakuasi 19 Pekerja Indonesia dari Timur Tengah Berlangsung 14 Hari

Evakuasi 19 Pekerja Indonesia dari Timur Tengah Berlangsung 14 Hari

Heri Purnomo - detikJateng
Kamis, 12 Mar 2026 20:02 WIB
Pegawai Pertamina dievaluasi dari timur tengah
Pegawai Pertamina dievakuasi dari Timur Tengah. Foto: Dok. PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP)
Solo -

Sebanyak 19 pegawai yang bekerja PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) di Timur Tengah dievakuasi di tengah memanasnya situasi perang. Mereka sebelumnya berada 11 orang di Basra (Irak) dan 8 orang di Dubai (Uni Emirat Arab).

Dikutip dari detikFinance, proses evakuasi butuh waktu 14 hari dari Basra hingga sampai di Jakarta. Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha penutupan sejumlah bandara membuat proses evakuasi butuh waktu panjang. Bandara yang ditutup antara lain di Kuwait City, Dubai dan Doha.

"Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel," ujar Syamsu dalam keterangan tertulis, Kamis (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syamsu menjelaskan ada assessment contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan. Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) juga bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

PIREP juga secara paralel menguatkan komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memantau perkembangan WNI di Timur Tengah.

Prosesnya evakuasinya yaitu perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia.

Kemudian dilanjutkan perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya tiba tanggal 11 Maret 2026.

"PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads