Aksi pencurian dengan cara hipnotis bermodus tukar uang oleh warga negara asing (WNA) kembali terjadi di Klaten. Kali ini sasarannya toko bangunan di Jalan Ceper-Besole, Desa/ Kecamatan Ceper, Klaten.
"Kejadiannya hujan habis Zuhur kemarin. Logatnya bahasa Inggris tapi kaya orang India atau Pakistan itu," ungkap Ais, anak pemilik toko kepada detikJateng, Rabu (11/3/2026) siang.
Dijelaskan Ais, pelaku seorang pria dan datang sendirian. Pelaku memakai topi dan masker di mulutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pakai topi dan masker. Uang dipegang dan kita seperti tidak sadar, modusnya tukar uang, kerugian Rp 1,6 juta," lanjut Ais.
Ibu Umar Suyanto, pemilik toko mengatakan pelaku yang masuk toko cuma seorang diri, seorang pria. Masuk membeli kuas tapi minta tukar uang.
"Dia beli kuas, saya kembalikan uang kembaliannya. Tapi tukar uang buat koleksi yang buatan lama," katanya.
Kapolsek Ceper, AKP Nahrowi, mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Anggotanya sudah mengecek ke lokasi.
"Kita sudah mengecek ke lokasi tetapi korban tidak membuat laporan. Kita akan cek CCTV apakah pelaku cirinya sama dengan kejadian di Delanggu," jelas Nahrowi saat diminta konfirmasi.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang berwajah warga negara asing (WNA) mencuri dengan modus gendam di toko Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten. Korban diduga terkena hipnotis sehingga tidak sadar membiarkan pelaku masuk ke kamar mengambil uang Rp 4 juta.
Taufik Hidayat (30) pemilik toko menceritakan kejadiannya hari Minggu (8/3) petang. Satu pria dan dua wanita turun dari mobil lalu masuk ke toko membeli telur.
"Mereka datang pakai mobil silver diparkir sekitar 50 meter dari toko. Tiga orang masuk toko memberi salam," kata Taufik kepada detikJateng, Senin (9/3) siang.
Pelaku wanita, tutur Taufik, membeli telur ayam Rp 10 ribu dengan uang pecahan Rp 100 ribu dan diberi kembalian Rp 90 ribu. Pelaku pria kemudian menukarkan uang Rp 20 ribu lima lembar untuk ditukar uang Rp 100 ribu dengan alasan untuk koleksi.
"Alasannya untuk koleksi kembali ke negaranya, ngakunya dari India. Saya teperdaya atau mungkin dihipnotis, saya minta menunggu dan akan saya ambilkan di belakang," papar Taufik.
(afn/apl)











































