Waspada! Ini Jalur Rawan Macet-Kecelakaan di Magelang

Info Mudik

Waspada! Ini Jalur Rawan Macet-Kecelakaan di Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 11 Mar 2026 17:16 WIB
Rakor Forkopimda di Pendopo Drh Soepardi, Pemkab Magelang, Rabu (11/3/2026)
Rakor Forkopimda di Pendopo Drh Soepardi, Pemkab Magelang, Rabu (11/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Polresta Magelang telah memetakan jalan yang rawan macet dan kecelakaan saat mudik Lebaran 1447 H/2026. Titik rawan macet itu di antaranya kawasan Candi Borobudur dan titik rawan kecelakaan di Mertoyudan.

Perihal jalan rawat macet dan rawan kecelakaan lalu lintas tersebut disampaikan Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar. Herbin menyebut pihaknya menggelar Operasi Ketupat Candi Lebaran mulai 13 Maret 2026 untuk menyambut pemudik.

"Kami melaksanakan Operasi Ketupat Candi dimulai tanggal 13 Maret sampai tanggal 25 Maret atau selama 13 hari," kata Herbin dalam paparannya di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri di Pendopo Drh Soepardi Pemkab Magelang, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herbin menuturkan Operasi Ketupat Candi ini tidak hanya fokus pengamanan arus mudik dan balik, tapi juga perayaan Idul Fitri.

"Daerah-daerah wisata. Memang berdasarkan pengalaman sebelumnya kepadatan di wilayah Kabupaten Magelang ini justru H+2, setelah Idul Fitri sampai dengan arus balik," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Pihaknya memetakan titik rawan macet, kecelakaan, dan pasar tumpah. Adapun yang rawat macet meliputi Payaman (terjadinya penyempitan jalan), Simpang Tiga Armada (trouble spot), Ketep Pass (objek wisata), Muntilan (depan pasar sayur), Manglong dan Candi Borobudur.

Kemudian untuk lokasi rawan kecelakaan berada di Muntilan yakni Jalan Magelang-Yogyakarta meliputi ruas Jalan Tape Ketan sampai dengan Bambu Runcing (jalan satu arah). Kemudian di Mungkid meliputi Jalan Blondo sampai Mendut.

Berikutnya di Mertoyudan meliputi Jalan Magelang-Purworejo yakni ruas Jalan Pakelan. Sedangkan untuk pasar tumpah meliputi Pasar Payaman, Krasak, dan Muntilan (penyempitan jalan).

"Sehingga evaluasi kami, kami tempatkan pos pengamanan maupun pos pelayanan," tambah Herbin.

Herbin mengatakan Satlantas dan Dishub Magelang sudah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di Payaman dan Simpang Secang.

"Nanti pada saat terjadi peningkatan arus (dari Semarang menuju Magelang), di belokan ke kiri di Simpang Empat Secang," ujar Herbin.

Instruksi Bupati Magelang

Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan Magelang merupakan salah satu destinasi pemudik maupun tujuan wisata. Pihaknya pun mengajak sinergi semua pihak untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

"Sehubungan dengan wilayah Kabupaten Magelang di samping menjadi salah satu daerah tujuan pemudik maupun tujuan wisata. Juga menjadi jalur transit bagi pemudik yang menuju kota atau provinsi yang lain," kata Grengseng.

"Berkaitan dengan hal tersebut untuk memberikan jaminan kemanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriyah, maka diperlukan komitmen semua pihak untuk menjaga kondusifitas wilayah dan kondusifitas perekonomian di Kabupaten Magelang selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah," ujar Grengseng.

Grengseng pun menyoroti sejumlah hal yang menjadi perhatian. Misalnya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

"Dari laporan perkembangan harga bahan pokok penting di Kabupaten Magelang pada minggu pertama bulan Maret 2026 atau selama bulan ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H, masih cukup stabil," lanjutnya.

Kedua, dalam hal keselamatan dan kelancaran lalu lintas yang berkaitan dengan infrastruktur, transportasi beserta kelengkapannya.

"Saya instruksikan untuk percepatan perbaikan infrastruktur jalan, manajemen lalu lintas serta menyiagakan fasilitas kesehatan (puskesmas/rumah sakit) selama 24 jam di pos-pos mudik," tegasnya.

"Memastikan wilayah kondusif dengan menyiagakan pos pengamanan/pelayanan, khususnya di lokasi rawan kejahatan dan macet. Serta keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat termasuk tempat ibadah, pusat keramaian seperti pasar, mall, objek wisata serta simpul-simpul transportasi," lanjut Grengseng.

Selain itu, kata Grengseng, kesiapsiagaan tim tanggap darurat di lokasi rawan bencana.

"Mengingat potensi cuaca ekstrem serta memperbarui informasi peringatan dini bagi masyarakat. Tugas pemerintah adalah untuk menjaga keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, baik keselamatan selama perjalanan mudik/balik," pungkasnya.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads