Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan ratusan armada bus hingga kereta api (KA) untuk program mudik gratis Lebaran tahun ini. Total ada 340 bus dan 7 KA yang disediakan untuk mengangkut pemudik dari Jakarta dan Bandung.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi seusai Rapat Koordinasi Forkopimda di Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan. Ia mengatakan, program mudik gratis itu disiapkan untuk memfasilitasi warga yang ingin pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
"Program mudik gratis sudah disiapkan, ada 340 bus dan 7 kereta gratis dari Bandung maupun dari Jakarta," kata Luthfi di Gedung Pemprov Jateng, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendaftaran mudik gratis itu dilakukan melalui aplikasi yang telah disediakan pemerintah. Program itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi saat arus mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, mengatakan kuota mudik gratis tahun ini meningkat. Total kuota yang disiapkan untuk mudik gratis mencapai lebih dari 16 ribu tempat duduk.
"Tahun ini kapasitas busnya sudah pasti lebih banyak dibanding tahun kemarin. Jumlah seat-nya kereta api dan bus itu hampir 17.000. Jadi, 16.000 seat lebih sudah disiapkan untuk mudik gratis," ujarnya.
Pemprov Jateng juga menyiapkan program balik rantau gratis setelah Lebaran. Untuk program ini, pemerintah menyediakan sekitar 3.500 kursi bagi perantau yang kembali ke tempat kerja.
"Sedangkan untuk balik rantau gratis jumlahnya 3.500 lebih, mungkin hampir 3.700," jelasnya.
Djatmiko menuturkan, pemberangkatan mudik gratis dilakukan dari dua kota besar, yakni Jakarta dan Bandung. Untuk rute dari Bandung disediakan bus, sementara dari Jakarta disiapkan bus dan kereta api.
"Balik rantaunya ada tiga titik yang difokuskan di Mangkang, kemudian di Donohudan, dan di Banyumas. Nah, di Banyumas ada beberapa bus yang kita siapkan untuk ke Bandung juga," ujarnya.
Program mudik gratis ini bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor saat mudik yang dinilai lebih berisiko terhadap kecelakaan lalu lintas. Dengan menggunakan bus, satu kendaraan bisa mengangkut sekitar 50 penumpang sekaligus.
"Tetapi di luar yang disediakan Pemprov, ada beberapa kabupaten juga memberangkatkan. Misalnya di Kabupaten Magelang, Kabupaten Blora," kata Djatmiko.
(dil/afn)











































