Total tujuh tentara Amerika Serikat tewas dalam aksi balasan Iran sejak serangan gabungan bareng Israel dimulai 28 Februari 2026 lalu. Korban terbaru adalah seorang tentara yang meninggal akibat luka-lukanya.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer di kawasan Timur Tengah, dilansir AFP dan Al Arabiya via detikNews Senin (9/3/2026), mengumumkan satu personelnya meninggal pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat.
CENTCOM mengatakan bahwa satu tentara AS itu tewas "akibat luka-luka yang dideritanya selama serangan awal rezim Iran di seluruh Timur Tengah" pada 1 Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komando Pusat AS tidak menjabarkan mengenai kronologi rinci serangan, termasuk penyebab kematian seorang tentaranya. Identitas korban juga tidak diungkap hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada pihak keluarga.
Dengan tambahan satu kematian, maka sejauh ini total tujuh tentara AS tewas akibat rentetan serangan Iran di negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.
Enam tentara AS lainnya tewas akibat serangan Iran yang menghantam pangkalan militer Washington di Kuwait.
Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Teheran membalas dengan gelombang serangan drone dan rudal terhadap target-target di Israel dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Pada Sabtu (7/3), Presiden AS Donald Trump para pejabat tinggi AS lainnya menghadiri seremoni pemulangan jenazah enam tentara yang tewas di Timur Tengah tersebut. Seremoni itu digelar di pangkalan militer di Delaware.
