Apakah Setelah Sholat Tarawih Harus Witir? Ini Hukum dan Tata Caranya

Apakah Setelah Sholat Tarawih Harus Witir? Ini Hukum dan Tata Caranya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 12:46 WIB
Ilustrasi sujud dalam sholat.
Ilustrasi sholat. (Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash)
Solo -

Lazimnya, usai mengerjakan sholat Tarawih, umat Islam di tanah air akan menutupnya dengan sholat Witir, baik 1, 3, maupun 5 rakaat. Pertanyaannya, apakah sholat Witir itu diwajibkan setelah Tarawih?

Sebagaimana detikers ketahui, sholat Tarawih adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Keutamaan yang didapat sangatlah besar, yakni memeroleh pengampunan dosa. Diambil dari buku Panen Pahala dengan Puasa karya Akhmad Iqbal, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

من قام المضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Barang siapa mendirikan (sholat malam) Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'alaihi)

Sesuai bunyi hadits di atas, keutamaan sholat Tarawih bisa diraih jika dilakukan berdasar iman dan harapan atas pahala semata. Agar semakin maksimal, tata cara sholat Tarawih beserta serba-serbinya mesti dipahami.

ADVERTISEMENT

Pembahasan mengenai sholat Tarawih dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari hukum hingga jumlah rakaatnya. Namun, bagaimana dengan Witir? Apa hukum sholat satu ini? Cek pembahasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

Poin Utamanya:

  • Sholat Witir setelah Tarawih hukumnya sunnah muakkad, bukan wajib.
  • Sholat Witir dikerjakan sebanyak 1, 3, 5, 7, atau 9 rakaat. Waktunya terbentang setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh.
  • Usai mengerjakan sholat Witir, disunnahkan membaca 'Subhaanal malikil qudduus' sebanyak 3 kali.

Haruskah Sholat Witir Setelah Tarawih?

Menurut penjelasan Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani di buku Panduan Shalat Lengkap, Witir hukumnya sunnah muakkad alias sangat ditekankan. Jadi, seorang muslim tidak dikenai kewajiban mendirikan sholat ini.

Dasar kesunnahan Witir terdapat dalam hadits:

الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثَ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Artinya: "Sholat Witir merupakan hak setiap orang muslim. Karena itu, barang siapa ingin mengerjakan tiga rakaat, hendaklah dia mengerjakannya. Dan barang siapa ingin mengerjakan sholat satu rakaat, hendaklah dia mengerjakannya." (HR Abu Dawud no 1422, an-Nasa'i no 1712, dan Ibnu Majah no 1190)

Hadits lain yang menguatkan kesunnahan Witir diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhu. Dalam hadits itu, Nabi SAW mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhu ke Yaman, beliau berkata:

إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ، فَإِذَا عَرَفُوا اللهَ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ، فَإِذَا فَعَلُوهُ

Artinya: "Sungguh engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Maka jadikanlah seruan pertama yang engkau dakwahkan kepada mereka adalah beribadah kepada Allah. Jika mereka telah mengenal Allah, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka 5 sholat dalam sehari semalam. Jika mereka telah melakukannya..." (HR Bukhari no 1395 dan Muslim no 19)

Seandainya Witir diwajibkan, tentu Nabi Muhammad SAW menginstruksikan kepada Mu'adz bin Jabal untuk menyampaikannya juga. Wallahu a'lam bish-shawab.

Meski tidak wajib, mengerjakan Witir setelah Tarawih sangat disunnahkan. Diambil dari buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih karya Sofyan Chalid bin Idham Ruray, landasannya adalah sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: "Jadikanlah Witir sebagai sholat terakhir kalian di waktu malam." (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu)

Akhir kata, detikers boleh-boleh saja hanya mengerjakan sholat Tarawih tanpa Witir pada malam-malam Ramadan. Namun, guna mencapai keutamaan maksimal, sudah seyogianya kita mengikuti ajaran Nabi SAW untuk menutup sholat malam/Tarawih dengan Witir, bukan?

Tata Cara Sholat Witir

Diringkas dari buku Sholat Witir Menurut 4 Madzhab Disertai Tarjih karya Abu Malik Kamal bin as-Sayyid, sholat Witir dapat dikerjakan dengan 1, 3, 5, 7, atau 9 rakaat. Semua rakaat itu memiliki dalil penguat.

Tata cara sholat Witir sama saja dengan sholat-sholat biasa. Yang membedakan adalah kehadiran qunut. Secara istilah, qunut berarti doa dalam sholat di posisi berdiri tertentu. Ulama berlainan pendapat mengenai hukum qunut Witir, tetapi melakukannya kadang-kadang disunnahkan.

Di antara dasar adanya qunut Witir adalah perkataan Ubay bin Ka'ab radhiyallahu anhu, "Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ber-Witir lalu berqunut sebelum rukuk." (HR Abu Dawud no 1414, an-Nasa'i 1/248, dan Ibnu Majah no 1182)

Selain qunut, Witir juga memiliki surat (teruntuk Witir 3 rakaat) dan doa khusus. Ubay bin Ka'ab radhiyallahu anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ، وَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Artinya: "Rasulullah SAW biasa membaca dalam Witir dengan surat al-A'la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas. Jika beliau telah salam, beliau mengucapkan, 'Subhaanal malikil qudduus' sebanyak 3 kali." (HR Abu Dawud no 1423, an-Nasa'i 3/244, dan Ibnu Majah no 1171)

Agar lebih mudah dipahami, begini contoh urut-urutan sholat Witir 3 rakaat:

  1. Berniat dalam hati.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa Iftitah.
  4. Membaca surat al-Fatihah.
  5. Membaca surat al-A'la.
  6. Membaca qunut Witir. Ada pendapat yang mengatakan qunut setelah rukuk. Wallahu a'lam bish-shawab.
  7. Rukuk.
  8. Iktidal.
  9. Sujud.
  10. Duduk di antara dua sujud.
  11. Sujud kedua.
  12. Bangkit ke rakaat kedua.
  13. Rakaat kedua diisi surat al-Kafirun, sedangkan al-Ikhlas untuk rakaat ketiga.
  14. Duduk tahiyat.
  15. Salam.
  16. Membaca 'Subhaanal malikil qudduus' sebanyak 3 kali.

Demikian pembahasan lengkap harus tidaknya Witir dikerjakan setelah sholat Tarawih. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Apakah boleh sholat Tarawih tapi tidak Witir?

Boleh. Witir tidak wajib, melainkan sunnah muakkad. Meski begitu, mengerjakan Witir untuk menutup Tarawih Ramadan maupun sholat malam di bulan-bulan lain sangat ditekankan sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.

2. Apakah boleh sholat Tarawih dan Witir sendiri di rumah?

Boleh. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diketahui hanya berjamaah beberapa kali sebagaimana diwartakan Aisyah radhiyallahu anha. Beliau takut jika terus berjamaah, maka Tarawih diwajibkan atas umat Islam. Meski begitu, mayoritas ulama berpendapat lebih afdhal Tarawih berjamaah di masjid.

3. Apakah sah sholat Witir 1 rakaat?

Sah. Sholat Witir dapat dikerjakan 1, 3, 5, 7, maupun 9 rakaat.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads