Operasi pencarian dua korban banjir lahar hujan hari keempat di aliran Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan pun memperluas area pencarian.
"Untuk pencarian hari keempat ini masih nihil. Operasi SAR hari ini juga sudah kita tutup karena cuaca sudah hujan, dari hulu Merapi sampai Posko hujan deras," kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, Jumat (6/3/2026).
Pihaknya bersama Tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian dua korban yang belum diketemukan. Kedua korban yang belum ditemukan yakni Maryuni dan Hasyim.
Operasi pencarian hari ini dibagi dalam 4 SRU (Search and Rescue Unit). Untuk SRU 1 mulai dari TKP terseretnya truk sampai dam, sejauh kurang lebih sejauh 400 meter, dengan dibantu menggunakan alat berat.
"Kemudian SRU kedua kita maksimalkan juga di titik ditemukan korban kedua atas nama Heru. Itu pun juga menggunakan alat berat, ekskavator," tutur Arif.
"Selanjutnya SRU tiga, kita maksimalkan kembali melakukan penyisiran dari titik terakhir (hari ketiga) sampai sejauh 2 km ke arah hilir. Untuk SRU empat, kita lakukan penyisiran dari mulai dari titik awal sampai Dam Bendo yang jaraknya kurang lebih 5 km," imbuhnya.
Arif menambahkan, pencarian hari ini mendapatkan support alat berat.
"Alhamdulillah, kita ada support alat berat, ada penambahan satu unit alat berat. Jadi alat berat yang bisa kita kerahkan untuk pelaksanaan operasi setelah hari ini ada berjumlah empat," tambah Arif.
Ditemui terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan pencarian hari keempat belum menemukan kedua korban.
"Kalau tidak salah dengar, sampai jam ini kok belum ketemu yang 2 orang itu. Tapi, kalau Pak Arif (Basarnas) kan menyampaikan 7 hari ke depan, 7 hari dimulai tanggal 3 kemarin," kata Bambang ditemui seusai menerima bantuan dari BNPB di Rumah Dinas Bupati Magelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(apl/dil)











































