Otoritas Teheran, Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel mencapai lebih dari 1.200 orang. Ketegangan masih terus terjadi sejak serangan pertama hari Sabtu (28/2) lalu.
Dikutip dari detikNews, media Iran, Press TV menyebut Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, sebuah badan yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 1.230 orang tewas sejak serangan pertama AS-Israel diluncurkan.
Dalam serangan itu, Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan target mereka adalah sistem rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer Teheran. Namun, menurut Press TV, serangan terkoordinasi itu sebagian besar menargetkan area-area sipil di Teheran dan kota-kota lainnya di Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan jajaran komandan militer berpangkat tinggi gugur dalam serangan gelombang pertama. Kemudian serangan udara AS dan Israel menghantam target-target sipil di Iran, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan area permukiman padat penduduk.
Para pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh AS dan Israel terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya Teheran merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan".
Serangan balasan dilancarkan Iran dengan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS di negara-negara teluk. Di sisi lain warga Iran menggelar pemakaman untuk ratusan korban tewas di ibu kota Teheran dan kota-kota lainnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya tidak punya pilihan lain untuk membela diri dari serangan AS-Israel. Dalam pesan kepada para pemimpin regional, Pezeshkian menekankan penghormatan Iran terhadap kedaulatan negara-negara lain.
Baca juga: Target Trump Setelah Iran: Kuba |
(alg/apu)











































