Iran mengklaim drone yang diterbangkan Korps Garda Revolusi (IRGC) menghantam kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln. Belum ada pernyataan resmi dari Washington menanggapi klaim ini.
Dilansir AFP via detikNews Jumat (6/3/2026), televisi pemerintah Iran tidak memberikan rincian mengenai serangan itu. Diketahui, Garda Revolusi sempat menyatakan serangan drone mereka menggempur kapal induk AS.
Namun, saat itu Pentagon merespons dengan menjabarkan rudal yang diluncurkan Iran bahkan tidak mengenai kapal induk mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Iran juga baru-baru ini kembali melancarkan serangan drone ke Kuwait. Iran menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) yang ada di markas Kamp Arifjan, Kuwait.
Kemudian dikutip dari Al Jazeera dan AFP Kamis (5/3), Iran menyatakan drone yang diluncurkan juga menghantam Kamp Udairi yang ditempati AS di Kuwait.
"Unit-unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi Kamp Udairi pasukan AS di Kuwait menggunakan drone tempur," kata militer dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.
Kamp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Udairi, adalah fasilitas militer utama AS di barat laut Kuwait.
(apu/afn)











































