5 Khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran Terbaru 2026 Singkat, Padat, dan Jelas

5 Khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran Terbaru 2026 Singkat, Padat, dan Jelas

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Kamis, 05 Mar 2026 17:51 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat
Ilustrasi khutbah Jumat (Foto: Alena Darmel/Pexels)
Solo -

Bulan Ramadan selalu menghadirkan momen istimewa yang penuh keberkahan, salah satunya adalah peringatan Nuzulul Quran. Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW itu menjadi tonggak awal perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia. Dari sinilah cahaya petunjuk Allah menerangi kegelapan jahiliyah dan membimbing umat menuju jalan yang lurus.

Nuzulul Quran bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Ramadan. Ia adalah pengingat bahwa Al-Quran diturunkan sebagai pedoman hidup, pembeda antara yang hak dan batil, serta sumber nilai yang membentuk akhlak dan peradaban. Setiap ayat yang dibaca, dipahami, dan diamalkan mengandung kekuatan untuk memperbaiki diri, keluarga, hingga masyarakat secara luas.

Oleh karena itu, momentum Nuzulul Quran seharusnya mendorong kita untuk memperbarui komitmen dalam berinteraksi dengan Al-Quran. Tidak hanya membacanya, tetapi juga mentadabburi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berhubung Nuzulul Quran 2026 kian dekat, para khatib dapat membawakan khutbah Jumat mengenainya. Bagi yang membutuhkan, simak 5 khutbah Jumat Nuzulul Quran yang singkat, padat, dan jelas di bawah ini, yuk!

Khutbah Jumat Nuzulul Quran

Berikut ini lima contoh khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran terbaru 2026 yang singkat, padat, dan jelas, yang bisa menjadi referensi dan inspirasi. Contoh-contohnya diambil dari laman NU Online, laman MUI, buku Khutbah Jumat: Tema-Tema Kontemporer karya Najamuddin Petta Solong dkk, dan buku 70 Khutbah Ringan dan Singkat tulisan H Azhar Adam Abdurrohman ST MMT.

ADVERTISEMENT

1. Nuzulul Quran dan Anjuran Memperbanyak Tadarus

Khutbah I

الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اَللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan sehingga kita dapat memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan shalat Jumat. Nikmat tersebut hendaknya kita gunakan dalam rangka memenuhi syariat yang telah ditetapkan-Nya.

Shalawat serta salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Semoga shalawat itu melimpah pula kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal 'alamin.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia, penuh rahmat dan ampunan. Pada bulan yang agung ini, banyak peristiwa bersejarah dalam Islam terjadi. Salah satu peristiwa tersebut adalah diturunkannya Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya, "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Syekh Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya Marah Labid (juz I, halaman 61) menjelaskan bahwa ayat ini menerangkan fase pertama turunnya Al-Quran.

Pada malam Lailatul Qadar, tanggal 24 Ramadhan, Malaikat Jibril membawa Al-Quran secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia. Kemudian Al-Quran itu diserahkan kepada malaikat safarah untuk dituliskan pada lembaran-lembaran, lalu disimpan di suatu tempat di langit yang disebut Baitul Izzah.

Setelah itu, Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW secara bertahap selama 23 tahun masa kenabian. Ayat-ayatnya turun sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi, terkadang satu ayat, dua ayat, tiga ayat, bahkan satu surat secara utuh.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kitab ini memiliki banyak keistimewaan. Selain menjadi kitab samawi terakhir, Al-Quran juga merupakan satu-satunya kitab yang turun dalam dua fase.

Syekh Manna Al-Qathan dalam kitab Mabahits fi Ulumil Quran (halaman 96) menjelaskan bahwa, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan disepakati mayoritas ulama, Al-Quran mengalami dua fase turunnya.

Fase pertama disebut fase inzali, yaitu turunnya Al-Quran secara global dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia sebagai bentuk pengagungan terhadap Al-Quran.

Fase kedua disebut fase tanzili, yaitu turunnya Al-Quran secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun, sesuai dengan peristiwa dan sebab turunnya ayat.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Dalam riwayat disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan Nabi Muhammad SAW mendaras Al-Quran bersama Malaikat Jibril. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran pada bulan yang mulia ini dengan niat meneladani Rasulullah SAW.

Peristiwa turunnya Al-Quran serta semangat Nabi dalam mendarasnya menjadikan Ramadhan dikenal sebagai Syahru Nuzulil Quran wa Tilawatih, yaitu bulan turunnya Al-Quran dan bulan membacanya.

Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika bertemu Malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadhan dan beliau saling membaca Al-Quran. Sungguh Rasulullah SAW ketika bertemu Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus." (HR. Bukhari)

Kesimpulannya, pada bulan Ramadhan ini marilah kita meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT, salah satunya dengan memperbanyak tadarus Al-Quran. Kita dapat menjalankan program one day one juz atau program lainnya agar terbiasa membaca Al-Quran. Semoga hal ini menjadi langkah awal untuk terus bersama Al-Quran, bahkan setelah Ramadhan berakhir.

Dengan demikian, kita telah memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang benar-benar bertakwa.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً، وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

2. Nuzulul Quran dan Perintah Membaca

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ.

فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan berbagai karunia dan kenikmatan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, kepada para sahabat, para tabi'in, tabi'ut tabi'in, hingga kepada kita semua selaku umatnya.

Khatib berpesan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab kelak di hari kiamat, kita akan dikumpulkan dalam keadaan menghadap-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 203:

وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Artinya: "Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Kita tentu masih mengingat peristiwa bersejarah ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Tuhannya. Peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. Saat itu, Nabi yang sedang beruzlah tiba-tiba didatangi Malaikat Jibril yang membawa risalah dari Allah SWT.

Tiba-tiba Jibril berkata, "Bacalah!" Sedangkan Nabi Muhammad SAW yang sedang tertidur menjadi bangun dan merasa bingung. Beliau menjawab, "Apa yang akan aku baca?" Dialog ini berlangsung dengan beberapa kali pengulangan kalimat yang sama, hingga pada akhirnya Jibril membacakan QS. Al-'Alaq ayat 1-5.

Sebagaimana diabadikan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab Sirah-nya, jilid 1, halaman 220-221:

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَجَاءَنِي جِبْرِيْلُ وَأَنَا نَائِمٌ بِنَمَطٍ مِنْ دِيبَاجٍ فِيْهِ كِتَابٌ، فَقَالَ: اِقْرَأْ. قَالَ: قُلْتُ مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ: فَغَتَّنِيْ بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ، ثُمَّ أَرْسَلَنِيْ، فَقَالَ: اِقْرَأْ. قَالَ: قُلْتُ مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ: فَغَتَّنِيْ بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ، ثُمَّ أَرْسَلَنِيْ، فَقَالَ: اِقْرَأْ. قَالَ: قُلْتُ مَاذَا أَقْرَأُ؟ قَالَ: فَغَتَّنِيْ بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ، ثُمَّ أَرْسَلَنِيْ، فَقَالَ: اِقْرَأْ. قَالَ: فَقُلْتُ مَاذَا أَقْرَأُ؟ مَا أَقُوْلُ ذَلِكَ إِلَّا افْتِدَاءً مِنْهُ أَنْ يَعُوْدَ لِي بِمِثْلِ مَا صَنَعَ بِي، فَقَالَ: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ}. قَالَ: فَقَرَأْتُهَا ثُمَّ انْتَهَى، فَانْصَرَفَ.

Artinya: Rasulullah SAW bersabda bahwa Jibril mendatanginya ketika sedang tertidur, lalu memerintahkannya membaca. Setiap kali Nabi menjawab, "Apa yang akan aku baca?", Jibril memeluknya dengan erat hingga beliau merasa sangat berat, kemudian melepaskannya dan kembali memerintahkan membaca. Hal itu terjadi berulang kali hingga akhirnya Jibril membacakan ayat pertama Surah Al-'Alaq, dan Nabi pun mengikutinya. Setelah itu Jibril pergi.

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Bukan tanpa sebab Allah SWT menurunkan wahyu pertama berupa perintah membaca. Hal ini menjadi landasan utama dalam membangun aspek fundamental peradaban manusia. Reformasi masyarakat dimulai dari kesadaran tentang keberadaan Tuhan, yang dapat ditempuh melalui proses membaca.

Melalui penguatan literasi dan peningkatan spiritualitas, peradaban manusia yang sebelumnya berada dalam kehidupan jahiliah berkembang menuju zaman pencerahan dengan hadirnya cahaya Islam.

Dengan sering membaca, manusia diharapkan mampu bertransformasi menjadi makhluk yang lebih baik. Nasiruddin al-Baidhawi dalam kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil, jilid 5, halaman 325, menjelaskan bahwa QS. Al-'Alaq ayat 1-2 merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada manusia secara umum untuk membaca Al-Quran dengan menyebut nama Allah serta menampilkan hikmah penciptaan manusia dari segumpal darah.

Adapun ayat 3-5 menggambarkan keagungan Allah SWT yang mengajarkan manusia dengan pena dan memberikan ilmu pengetahuan tentang apa yang sebelumnya tidak diketahui.

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Semua peristiwa merupakan ketetapan Allah yang sarat dengan pelajaran berharga bagi kehidupan manusia.

Sejarah turunnya wahyu pertama dalam peristiwa Nuzulul Quran mengajarkan kepada kita tentang urgensi membaca sebagai wasilah awal untuk mengubah peradaban umat manusia.

Oleh karena itu, marilah kita mengalokasikan waktu untuk membaca, menambah ilmu, memperbanyak pahala, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, khususnya dengan membaca Al-Quran.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، فَقَالَ تَعَالَى:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ.

وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ: أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

3. Nuzulul Quran dan Lailatul Qadr

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ.

Khutbah I

Kaum Muslimin jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bermunajat kepada-Nya di hari yang mulia ini bersama orang-orang yang insya Allah dimuliakan oleh-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sungguh, takwa itulah yang menentukan derajat manusia di sisi Allah.

Setiap tahun di bulan suci Ramadan, umat Islam memperingati peristiwa besar yang mengubah sejarah umat manusia, yaitu Nuzulul Quran, peristiwa diturunkannya Al-Quran secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.

Jamaah rahimakumullah,

Marilah kita membiasakan membaca dan mempelajari Al-Quran. Jika budaya ini hidup di setiap keluarga Muslim, maka bukan mustahil dunia akan dipenuhi nilai-nilai Qurani dan lahirlah peradaban yang bersumber dari Al-Quran.

Al-Quran adalah pedoman hidup yang sempurna, memuat kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Ia menjadi rahmat dan kegembiraan bagi orang-orang yang beriman.

Berbicara tentang Nuzulul Quran tidak dapat dipisahkan dari Lailatul Qadr dan bulan Ramadan. Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam kemuliaan.

Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Para ulama sepakat bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadr di bulan Ramadan, lalu Malaikat Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad ﷺ secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Tentang tanggal pastinya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, ada yang menyebut 27 Ramadan, dan ada pula yang berpendapat 17 Ramadan dengan mengaitkan Surah Al-Anfal ayat 41 tentang Yaumul Furqan, yaitu hari Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan 2 H.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peringatan Nuzulul Quran seharusnya menjadi momentum untuk kembali menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, bukan sekadar menghadiri pengajian lalu kembali kepada kebiasaan yang bertentangan dengan tuntunan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim:

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

Al-Quran dapat menjadi pembelamu atau justru menjadi penuntutmu.

Jika kita membaca dan mengamalkannya, ia akan menjadi pembela. Namun jika kita mengabaikannya, ia akan menjadi penuntut di hari kiamat.

Di antara keutamaan Lailatul Qadr:

  1. Lebih baik dari seribu bulan.
  2. Malam pengampunan dosa bagi yang menghidupkannya dengan iman dan mengharap pahala.
  3. Malam penuh keberkahan.
  4. Turunnya para malaikat dan Malaikat Jibril membawa rahmat dan kedamaian.
  5. Semua kemuliaan itu karena pada malam itulah Al-Quran diturunkan.

Marilah kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak tilawah, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk selalu bersama Al-Quran serta dipertemukan dengan Lailatul Qadr.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ...

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِهِ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اهْتَدَى.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

4. Keajaiban Al-Quran

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَعَدَ الصَّابِرِينَ وَالشَّاكِرِينَ جَزَاءً مَوْفُورًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ إِلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أَمَّا بَعْدُ،

يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ، فَإِنَّهُ قَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

(QS. Fushshilat: 53)

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Melalui mimbar ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah agar terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hadirin rahimakumullah,

Baru saja kita memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan. Biasanya kita membahas sejarah turunnya Al-Quran, bagaimana proses turunnya, ayat pertama dan terakhir yang diturunkan. Namun pada kesempatan ini, khatib akan membahas sisi lain, yaitu keajaiban Al-Quran.

Salah satu bentuk keajaiban Al-Quran adalah keseimbangan dan pola dalam penyebutan kata-kata di dalamnya.

Beberapa Contoh Keajaiban Frekuensi Kata:

  1. Kata "Yaum" (hari) disebut sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu tahun.
  2. Bentuk jamaknya "Ayyam" dan bentuk mutsanna "Yaumain" disebut total 30 kali, sebagaimana rata-rata jumlah hari dalam satu bulan.
  3. Kata "Malaikat" disebut 88 kali, dan kata "Syaithan" juga disebut 88 kali.
  4. Kata "Al-Hayah" (kehidupan) dan "Al-Maut" (kematian) masing-masing disebut 145 kali.
  5. Kata "Ad-Dunya" (dunia) dan "Al-Akhirah" (akhirat) masing-masing disebut 115 kali.
  6. Kata "Iman" dan "Kufur" sama-sama disebut 25 kali.
  7. Kata "Al-Bard" (dingin) dan "Al-Harr" (panas) masing-masing disebut 4 kali.
  8. Kata "Miskin" dan "Yatim" masing-masing disebut 23 kali.

Penyebutan tentang tujuh lapis langit disebut sebanyak 7 kali dalam ayat-ayat yang berbeda.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Keselarasan ini menunjukkan tiga hal:

Pertama, menunjukkan bahwa Al-Quran benar-benar wahyu dari Allah, bukan karangan Nabi Muhammad SAW. Sebab Al-Quran turun secara bertahap selama 23 tahun dan tidak berurutan, mustahil manusia mampu menyusun pola seimbang seperti ini tanpa kesalahan.

Sebagaimana firman Allah:

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(QS. As-Sajdah: 2)

Kedua, menunjukkan adanya keseimbangan dalam sunnatullah. Segala sesuatu diciptakan berpasangan dan dalam ukuran yang tepat.

Ketiga, menguatkan iman kita agar semakin mencintai dan mengamalkan Al-Quran.

Sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ

(QS. An-Nisa: 136)

Oleh karena itu, marilah kita semakin mencintai Al-Quran dengan membacanya, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ...

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ، فَقَالَ:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

5. Pelajaran Penting dari Peristiwa Nuzulul Quran

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، الَّذِي أَبْدَعَ خَلْقَ الْأَنَامِ، وَأَوْجَبَ عَلَيْهِمُ الصِّيَامَ، لِيَعْتَادُوا الصَّبْرَ عَلَى أَلَمِ الْعَطَشِ وَالْجُوعِ، وَلِيَشْعُرُوا بِمُسَاوَاةِ الْأَفْرَادِ وَالْجُمُوعِ، وَلِيَعْبُدُوا رَبَّهُمْ فِي تَصَبُّرٍ وَخُشُوعٍ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، زَيَّنَ السَّمَاءَ بِمَصَابِيحِ النُّجُومِ، وَأَنْزَلَ الْمَطَرَ مِنَ السُّحُبِ وَالْغُيُومِ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَكْثَرَ صِيَامَهُ لِلَّهِ، وَخَشَعَ فِي عِبَادَتِهِ لِمَوْلَاهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ تَنْزِيلِهِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(QS. Al-Ma'idah: 35)

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. أَمَّا بَعْدُ...

Ma'asyiral mu'minin rahimakumullah,

Tanggal 17 Ramadhan biasa kita peringati sebagai malam Nuzulul Quran, malam turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sering dikaitkan dengan firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Anfal ayat 41:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ ... إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ...

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud "Yaumul Furqan" adalah hari bertemunya dua pasukan dalam Perang Badar, yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah.

Sebagian ulama berpendapat Nuzulul Quran pertama kali terjadi pada 21 Ramadhan, dan sebagian lainnya pada 24 Ramadhan. Perbedaan ini merupakan perbedaan ijtihadi yang tidak menyentuh substansi utama.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Yang lebih penting dari perbedaan tanggal adalah bagaimana kita memfungsikan Al-Quran dalam kehidupan kita.

Setidaknya ada dua cara memfungsikan Al-Quran:

Pertama: Secara Kuantitatif

Membacanya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا...

(HR. Tirmidzi)

Setiap huruf yang kita baca bernilai pahala, bahkan dilipatgandakan sepuluh kali.

Kedua: Secara Kualitatif

Membaca, memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya sebagai petunjuk hidup.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Al-Quran adalah hudan (petunjuk), bayyinat (penjelasan), dan furqan (pembeda antara yang benar dan salah).

Jamaah rahimakumullah,

Bayangkan seseorang yang pergi ke negeri asing dengan membawa peta, tetapi ia tidak memahami bahasa dalam peta tersebut. Maka peta itu tidak akan menolongnya.

Demikian pula jika kita membaca Al-Quran tanpa berusaha memahami maknanya. Kita mungkin mendapatkan pahala, tetapi belum tentu mendapatkan petunjuk hidup.

Sudah saatnya kita memperbaiki cara berinteraksi dengan Al-Quran. Bukan hanya mengejar target khatam, tetapi juga memahami arti, tafsir, dan pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Rasulullah SAW di bulan Ramadhan selalu bertadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momentum memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran.

Allah berfirman dalam surat Shad ayat 29:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Al-Quran diturunkan agar ditadabburi, direnungi, dan dipahami oleh orang-orang berakal.

Semoga Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Quran, sehingga ia menjadi petunjuk di dunia dan pemberi syafaat di akhirat.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ...

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ ذِي الْعَظَمَةِ وَالْجَلَالِ، الَّذِي قَدَّرَ الْأَعْمَارَ وَحَدَّدَ الْآجَالَ، وَأَمَرَنَا بِالْعِبَادَةِ وَصَالِحِ الْأَعْمَالِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Demikian rangkaian contoh khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran yang dapat menjadi bahan renungan sekaligus panduan dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan di mimbar. Semoga melalui momentum turunnya Al-Quran, kita semakin dekat dengan kitab suci ini dengan membacanya dengan istiqamah, memahaminya dengan sungguh-sungguh, serta mengamalkannya dalam setiap aspek kehidupan. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Quran, hidup bersama nilai-nilainya, dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari akhir. Aamiin.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads