Malam ke-17 Ramadan adalah waktu peristiwa Nuzulul Quran menurut salah satu pendapat ulama. Nuzulul Quran sendiri adalah momen turunnya wahyu pertama kali kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang kala itu berada di Gua Hira.
Bukankah Al-Quran turun pada Lailatul Qadar sebagaimana firman-Nya di surat al-Qadr? Menurut keterangan dari NU Online, yang difirmankan Allah SWT adalah proses turunnya Al-Quran secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah.
Adapun Nuzulul Quran yang selalu diramaikan dengan berbagai tradisi di Indonesia, merujuk peristiwa datangnya Jibril untuk mengajarkan al-Alaq ayat 1-5 kepada Rasulullah SAW. Pemilihan tanggal 17 Ramadan itu sendiri didasarkan atas firman Allah SWT:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
۞ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: "Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS al-Anfal: 41)
Tafsir tahlili Kementerian Agama memaknai yaumul furqan (hari al-furqan) sebagai hari Perang Badar. Yang mana, perang itu terjadi pada Jumat, 17 Ramadan 2 Hijriah. Karenanya, sebagian ahli tafsir menjadikan al-Anfal ayat ke-41 sebagai dalil tanggal turunnya wahyu pertama ke Nabi SAW.
Pertanyaannya, kapan malam 17 Ramadan 1447 H? Ini jawaban dan kalendernya!
Poin Utamanya:
- Malam ke-17 Ramadan diyakini sebagian ahli tafsir sebagai waktu turunnya surat al-Alaq 1-5 kepada Nabi SAW. Karenanya, tanggal itu diperingati sebagai Nuzulul Quran di Indonesia.
- Malam 17 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026 setelah bakda maghrib jika mengikuti tanggalan pemerintah dan NU. Bila ikut Muhammadiyah, maka malam ke-17-nya dimulai pada Kamis malam, 5 Maret 2026.
- Tidak ada amalan yang dikhususkan untuk malam 17 Ramadan. Umat Islam boleh mengisinya dengan segala jenis amal shalih tanpa meyakini keutamaan tertentu.
Malam 17 Ramadan 1447 H Jatuh pada Tanggal Berapa?
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Kementerian Agama, Ramadan 1447 H dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, hari ke-17-nya jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kapan malam 17 Ramadan-nya? Ayi Yunus R dalam buku Ajaibnya Puasa: Fasting is Amazing menjelaskan bahwa pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam. Itu artinya, malam ke-17 Ramadan 1447 H dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026 bakda maghrib.
Tanggal berbeda muncul jika menggunakan patokan penetapan Muhammadiyah. Ormas Islam ini menetapkan Ramadan 1447 H dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Otomatis, hari ke-17-nya jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026. Malam ke-17-nya dimulai per Kamis, 5 Maret 2026 bakda maghrib.
Guna memudahkan, ini jadwal malam ke-17 Ramadan 1447 H:
- Jumat, 6 Maret 2026 setelah Matahari terbenam (versi pemerintah dan NU)
- Kamis, 5 Maret 2026 setelah Matahari terbenam (versi Muhammadiyah)
Adakah Amalan Khusus Malam 17 Ramadan 1447 H?
Masyarakat Indonesia biasa mengadakan khataman, pengajian, hingga doa bersama untuk mengisi malam ke-17 Ramadan. Ada pula yang menyelenggarakannya pada tanggal 17 Ramadan malam.
Sebenarnya, adakah tuntunan langsung dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hal ini? Dikutip dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, tidak ada amal yang dikhususkan untuk Nuzulul Quran.
Dalam Islam, hanya ada 2 perayaan saja yang disyariatkan, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Dasarnya adalah hadits:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ الْمَدِينَةَ قَالَ : كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata: 'Tatkala Nabi datang ke kota Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari untuk bersenang-senang (bergembira) sebagaimana di waktu jahiliah, lalu beliau bersabda: 'Saya datang kepada kalian dan kalian memiliki dua hari raya untuk bergembira sebagaimana di waktu jahiliah. Dan sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik, Idul Fitri dan Idul Adha.'" (HR Ahmad 3/103, Abu Dawud no 1134, dan an-Nasa'i 3/179)
Umat Islam tentu boleh-boleh saja beribadah pada malam ke-17 Ramadan. Mulai dari membaca Al-Quran, menunaikan sholat Tarawih, hingga memperbanyak dzikir adalah amalan yang disunnahkan. Hanya saja, penting untuk tidak meyakininya diajarkan Nabi SAW khusus 17 Ramadan saja. Wallahu a'lam bish-shawab.
Nah, itulah sekilas mengenai tanggal malam 17 Ramadan 1447 H. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!
FAQ
17 Ramadan 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Tanggal 17 Ramadan 1447 H/2026 M bertepatan dengan 7 Maret 2026. Apabila ikut awal Ramadan Muhammadiyah, 17 Ramadan-nya jatuh pada 6 Maret 2026.
Tanggal 17 Ramadan hari apa?
17 Ramadan 1447 H adalah hari Jumat atau Sabtu, tergantung ikut versi mana. Bila memedomani versi pemerintah dan NU, maka 17 Ramadan 1447 H adalah hari Sabtu, sedangkan bila ikut Muhammadiyah, maka 17 Ramadan 1447 H hari Jumat.
Apa dalil Nuzulul Quran tanggal 17 Ramadan?
Surat al-Anfal ayat ke-41. Sebagai catatan, ulama memiliki beberapa versi tanggal lain mengenai waktu pertama kali turunnya wahyu. Di antaranya adalah tanggal 24 dan 18 Ramadan.
(sto/afn)











































