Kapal Perang Iran Diserang Kapal Selam AS, 87 Tentara Tewas-61 Hilang

Internasional

Kapal Perang Iran Diserang Kapal Selam AS, 87 Tentara Tewas-61 Hilang

Novi Christiastuti - detikJateng
Kamis, 05 Mar 2026 13:58 WIB
This frame grab from a video released by the US Department of Defense on March 4, 2026, shows what the Department of Defense says is periscope footage of a US Navy submarine firing on and sinking an Iranian warship in the Indian Ocean. A US submarine torpedoed and sank an Iranian warship in the Indian Ocean, Defense Secretary Pete Hegseth said Wednesday. Nearly 150 were missing and several dead after the frigate IRIS Dena sank Wednesday off Sri Lanka, officials said. (Photo by US Department of Defense / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Tangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran di Samudra Hindia Foto: AFP PHOTO/US DEPARTMENT OF DEFENSE/HANDOUT
Solo -

Sebanyak 87 tentara di kapal perang Iran, IRIS Dena, tewas dalam serangan yang dilancarkan kapal selam Amerika Serikat (AS). Sementara 61 personel lainnya dilaporkan masih hilang.

Diketahui, IRIS Dena, kapal fregat kelas-Moudge, tenggelam usai dihantam torpedo kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka. Dena menjadi kapal pertama yang ditenggelamkan kapal selam AS sejak Perang Dunia II.

Dilansir detikNews Kamis (5/3/2026), Angkatan Laut Sri Lanka menyelamatkan 32 kru kapal IRIS Dena, dengan sebagian besar menderita luka-luka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang," kata seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka, yang tidak disebut namanya, kepada AFP.

ADVERTISEMENT

Sementara juru bicara kepolisian setempat maupun AL Sri Lanka menerangkan, masih ada 61 personel kapal perang Iran yang belum ditemukan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka, Vijitha Herath, secara terpisah mengumumkan pasukan Sri Lanka telah menyelamatkan 32 tentara Iran dari kapal perang jenis kapal fregat yang tenggelam tersebut. Mereka yang diselamatkan kini sedang mendapatkan perawatan medis di sebuah rumah sakit di kota Galle.

Seorang fotografer AFP di Sri Lanka melaporkan puluhan jenazah, yang diduga tentara-tentara Iran yang tewas, dibawa masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu (4/3) malam.

Sementara dikutip dari Military.com, Chairman Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengklaim kapal tersebut tenggelam karena torpedo Mark 48 yang ditembakkan kapal selam tempur cepat milik Pentagon.

Juru bicara AL Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan IRIS Dena tengah berlayar usai mengikuti latihan militer di Pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur. Serangan itu, menurut Angkatan Laut Sri Lanka, terjadi di perairan berjarak 40 kilometer sebelah selatan Galle.

Sampath menyebut kapal tersebut mengirimkan sinyal darurat saat fajar. Namun, begitu kapal penyelamat tiba di lokasi satu jam kemudian, IRIS Dena sudah tenggelam, menyisakan bercak minyak di permukaan laut.

Iran sejauh ini belum berkomentar soal tenggelamnya kapal perangnya itu. Duta Besar Iran di Kolombo, Alireza Delkhosh, belum dapat dihubungi.

Ditegaskan oleh Sampath bahwa respons yang diberikan Sri Lanka terhadap panggilan darurat itu sesuai dengan kewajiban maritim negaranya. "Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," ucapnya kepada AFP.

'Kematian Senyap'

Dalam konferensi pers, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan bahwa militer AS menenggelamkan kapal perang Iran.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo," sebutnya.

Hegseth menyebut serangan itu sebagai 'kematian senyap'. Ini adalah serangan lain dalam operasi militer gabungan AS dan Israel yang menghantam Iran sejak 28 Februari 2026. Insiden itu mengakibatkan ratusan orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads