Seratusan Orang Ngungsi Imbas Banjir di Cawas Klaten

Seratusan Orang Ngungsi Imbas Banjir di Cawas Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 13:37 WIB
Penampakan tanggul yang jebol di Cawas, Klaten, Rabu (4/3/2026).
Penampakan tanggul yang jebol di Cawas, Klaten, Rabu (4/3/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Banjir yang menerjang Kecamatan Cawas, Klaten berdampak pada seratusan orang diungsikan ke tiga lokasi aman. Warga ditampung di aula Desa Cawas, Kecamatan Cawas, dan masjid.

Pantauan detikJateng, tiga lokasi yang digunakan menampung warga Desa Cawas antara lain aula kantor desa, Masjid Al Ikhsan, dan Masjid Al Muqorobin. Pengungsi ada dari berbagai usia.

Sampai pukul 11.00 WIB, warga masih bertahan karena permukiman masih terendam. Meskipun ketinggian air di alur Sungai Dengkeng sudah surut sekitar 2 meter, air masih merendam permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan pengungsi karena rumah tergenang ditampung di tiga lokasi, yakni kantor desa dan masjid.

ADVERTISEMENT

"Pos Balai Desa Cawas ada 47 jiwa, di Masjid Al Ikhsan ada 40 jiwa dan Masjid Al Mukhorobin ada 19 orang dari santri dan ustaz Pondok Pesantren Anas Bin Malik," jelas Syahruna kepada detikJateng, Rabu (4/3/2026).

Banjir di Kecamatan Cawas, ungkap Syahruna, disebabkan hujan deras dan luapan air sungai. Diperparah dengan dua titik lokasi tanggul jebol.

"Tanggul sungai Dengkeng yang jebol ada dua lokasi. Yaitu di Desa Bawak dan Japanan, Kecamatan Cawas," lanjut Syahruna.

Pantauan detikJateng, tanggul sungai Dengkeng yang jebol di Desa Bawak, Kecamatan Cawas lebarnya sekitar 10 meter. Tanggul berupa tembok tetapi jebol ke perkampungan.

Titik tanggul berada di atas bendung Tukuman sekitar 50 meter dengan posisi alur sungai menikung. Diperparah dengan sumbatan sampah di pintu air bendung.

Kapolsek Cawas, AKP Umar Mustofa, menyatakan tanggul yang rusak ada beberapa. Yang kecil di luar Sungai Dengkeng sudah ditambal dengan sak pasir.

"Yang kecil-kecil di saluran sudah dibendung dengan karung pasir, yang besar di Sungai Dengkeng belakang Polsek dan Japanan. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa atau luka, tapi yang sakit dirujuk ke RS," jelasnya.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat mengecek tanggul yang jebol menambahkan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan. Diantaranya BBSWBS, BPBD, TNI Polri dan lainnya.

"Kita akan segera perbaiki itu, kita sudah berkoordinasi dengan BPBD, BBSWBS, TNI, Polri kita sudah ngobrol untuk cari solusi. Kalau sudah siap karung pasir kita akan eksekusi di Japanan sama di Bawak," ungkap Hamenang kepada wartawan.

"Kita berdoa semoga cuaca mendukung tidak hujan lagi karena mengingat jebolnya itu sekitar 10 meter kedalaman sehingga tidak mudah," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras sejak Selasa (3/3) sore memicu terjadinya luapan Sungai Dengkeng beserta anak sungainya. Air naik ke permukiman di Kecamatan Cawas, Bayat, Trucuk dan Wedi.

"Air mulai naik ke tanggul utara dan selatan Sungai Dengkeng sekitar pukul 21.15 WIB. Semakin malam semakin deras," ungkap Margono warga sekitar bendungan dan jembatan Cawas, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas kepada detikJateng, Rabu (4/3) pagi.

Dijelaskan Margono, air lebih banyak melompat tanggul ke selatan di Desa Cawas, Kecamatan Cawas. Air masuk permukiman dan jalan raya.

"Air di jalan raya, jadi Desa Cawas sekitar pasar belum bisa dilewati saat ini (pukul 04.00 WIB). Kalau tempat saya (Utara jembatan Cawas) relatif aman," jelas Margono.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads