Apakah Boleh Puasa Ramadan Tanpa Sahur? Berikut Penjelasan Hukumnya

Apakah Boleh Puasa Ramadan Tanpa Sahur? Berikut Penjelasan Hukumnya

Desi Rahmawati - detikJateng
Selasa, 03 Mar 2026 17:55 WIB
Ilustrasi makan sahur. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi apakah boleh puasa Ramadan tanpa sahur? Berikut penjelasan hukumnya makan sahur. (Gemini AI)
Solo -

Melewatkan sahur karena kesiangan atau kondisi tertentu adalah hal yang terkadang dialami umat Islam ketika menunaikan ibadah puasa Ramadan. Oleh karena itu, sering muncul pertanyaan mengenai sah tidaknya puasa mereka tanpa sahur.

Seperti yang telah diketahui, puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam. Puasa yang sah memiliki syarat tertentu, seperti membaca niat puasa sebelum datangnya fajar.

Sebelum fajar, umat Islam biasanya mengerjakan sahur untuk mempersiapkan diri sebelum menahan rasa lapar dan dahaga. Namun, ada kalanya seseorang lupa makan sahur saat puasa Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimanakah hukumnya? Apakah puasanya sah? Mari simak penjelasannya menurut hukum sahur dan pendapat para ulama di bawah ini!

ADVERTISEMENT

Apakah Boleh Puasa Ramadan Tanpa Sahur?

Untuk menjawab pertanyaan ini, umat Islam perlu mengetahui hukum sahur puasa terlebih dahulu. Dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dkk, hukum menunaikan sahur sebelum memulai ibadah puasa adalah sunnah. Sunnah untuk makan sahur ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.

Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩΨ­ΩΩˆΨ±Ω Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ω„ΩŽΨ©ΩŒ Ψ¨ΩŽΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ©ΩŒ ΩΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨ―ΩŽΨΉΩΩˆΩ‡Ω ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩˆΩ’ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΨ¬Ω’Ψ±ΩŽΨΉΩŽ Ψ£ΩŽΨ­ΩŽΨ―ΩΩƒΩΩ…Ω’ Ψ¬ΩŽΨ±Ω’ΨΉΩŽΨ©Ω‹ مِنْ Ω…ΩŽΨ§Ψ‘Ω فَΨ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩƒΩŽΨͺΩŽΩ‡Ω ΩŠΩΨ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩΩˆΩ†ΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ الْمُΨͺΩŽΨ³ΩŽΨ­Ω‘ΩΨ±ΩΩŠΩ†ΩŽ

Artinya: "Sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun salah seorang di antara kalian meneguk satu tegukan air karena Allah dan para malaikat-Nya mendoakan orang-orang yang sahur."

Berdasarkan sabda Rasulullah di atas, umat Islam memang disunnahkan untuk makan sahur. Namun, para ulama sepakat bahwa umat Islam yang meninggalkan sahur tidak berdosa dan tidak batal puasanya.

Dinukil dari laman NU Online, Ustadz Abdul Kadir Jailani juga menjelaskan bahwa puasa seseorang tetap sah meski tidak sahur. Namun, mereka tidak mendapatkan berkah atau keutamaan sahur sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah. Dalam video di kanal YouTube Al-Bajah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang yang tidak sahur karena kesiangan, maka puasanya tetap sah. Dengan syarat ia telah berniat puasa di malam harinya.

Meskipun begitu, umat Islam tetap dianjurkan untuk makan sahur. Dirujuk dari buku Ngopi Bareng Ustaz oleh Amirulloh Syarbini, umat Islam yang makan sahur akan mendapatkan kekuatan, semangat, dan keringanan dari puasa. Selain itu, sahur juga akan menolak pengaruh buruk akibat rasa lapar saat berpuasa.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Lalu, apa saja yang membuat suatu puasa Ramadan menjadi tidak sah atau batal. Kembali dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dkk, berikut perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

  • Makan dan minum dengan sengaja saat waktu puasa masih berlangsung.
  • Muntah secara sengaja.
  • Mengalami haid dan nifas bagi perempuan.
  • Mengeluarkan cairan mani (istimna) dari ciuman dengan istri atau bersentuhan.
  • Memasukkan sesuatu yang tidak memiliki sifat memberikan kekuatan ke dalam tubuh dengan jalan yang normal, contohnya memakan garam.
  • Berniat membatalkan puasanya dengan tujuan berbuka.
  • Melakukan hal yang membatalkan puasa karena menduga matahari terbenam atau belum terbit.

Demikian penjelasan mengenai pertanyaan boleh tidaknya menunaikan puasa Ramadan tanpa makan sahur. Semoga membantu!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads