Beredar video seorang warga menyalakan petasan berukuran besar di atas flyover Canguk, Kota Magelang. Polisi dan warga setempat merespons dengan menyatakan rekaman itu adalah rekaman lama.
Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun instagram @idulfitri_1447h sekitar 4 hari lalu. Video tersebut hingga Selasa (3/3) pukul 14.00 WIB, sudah dilihat sekitar 15,9 ribu orang.
Kemudian ada 676 netizen yang merepost. Lantas, ada sekitar 544 orang yang sudah membagikan video tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"21 hari lagi menuju idul fitri 1447 H Magelang Jawa Tengah," tulis keterangan dalam video itu seperti dilihat detikJateng, Selasa (3/3/2026).
Terkait dengan video tersebut, Ketua RW 21 Kelurahan Rejowinangun Utara, Lukisno, mengatakan selama bulan puasa Ramadan ini tidak terdengar bunyi petasan di Canguk.
"Mungkin 2 tahun yang lalu niku (video). Karena tahun kemarin udah ada larangan mercon," kata Lukisno saat dihubungi.
Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolsek Magelang Tengah, AKP Tri Iwan Kusomo, berujar setelah pihaknya melihat video tersebut, kejadian sekitar 2 tahun yang lalu sebelum flyover jadi.
"Itu unggahan di medsos yang lalu di-up lagi. Itu berita masa lalu diunggah sekarang. Masyarakat jangan terpancing, tetap kita upaya semaksimal mungkin agar masyarakat di Kota Magelang nyaman tidak terganggu dengan adanya petasan," kata Iwan.
"Imbauan kami untuk tidak menyalakan petasan di jalan. Karena itu sangat membahayakan," ujar Iwan.
Iwan menambahkan, saat operasi ini di jajaran Polsek Magelang Tengah berhasil mendapatkan 5 kg obat petasan.
"Kita tetap melakukan upaya-upaya untuk menangkap pelaku penjual petasan," tambah Iwan.
