Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu sorotan lantaran muncul di Gedung Putih dalam kondisi terdapat ruam merah di leher kanannya. Ruam itu memunculkan spekulasi mengenai kesehatan Presiden ke-47 AS itu.
Sebuah foto yang dijepret fotografer AFP menunjukkan, ruam merah cukup besar dengan beberapa koreng berwarna cokelat yang menonjol terlihat jelas di atas kerah kemejanya, di sisi kanan leher presiden berusia 79 tahun tersebut.
Dilansir detikNews, dokter kepresidenan AS, Sean Barbabella, memberikan klarifikasi mengenai ruam merah itu. Ia menjelaskan ruam yang diderita Trump terjadi akibat 'perawatan preventif'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit preventif, yang diresepkan oleh Dokter Gedung Putih," kata Barbabella dalam pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/3/2026),
"Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu," sebutnya.
Ruam merah tersebut terlihat saat Trump menghadiri upacara pemberian Medali Kehormatan, setelah akhir pekan kemarin Trump 'sibuk' memerintahkan serangan ke Iran.
Trump sebelumnya pernah terlihat dengan memar di tangannya, yang oleh Gedung Putih dikaitkan dengan penggunaan aspirin.
Penampakan ruam merah ini semakin menambah spekulasi yang beredar mengenai kesehatan Trump.
Presiden AS itu sebelumnya menjadi perbincangan publik ketika muncul di depan publik dengan memar di tangan, kemudian tangannya sempat dipasangi plester luka, lalu ada pembengkakan di kakinya, dan dalam beberapa momen, Trump tampak mengantuk selama menghadiri acara-acara publik.
Gedung Putih mengungkapkan pada musim panas lalu bahwa pembengkakan pada kaki Trump telah didiagnosis sebagai gejala insufisiensi vena kronis -- suatu kondisi umum di mana katup vena yang rusak memungkinkan darah mengumpul, menyebabkan pembengkakan, kram, dan perubahan kulit.
(apu/ahr)











































