Pemprov Jateng Target 3.395 Lubang Jalan Sudah Ditambal Jelang Arus Mudik

Pemprov Jateng Target 3.395 Lubang Jalan Sudah Ditambal Jelang Arus Mudik

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 27 Feb 2026 13:30 WIB
Kepala DPU BMCK Jateng, Henggar Budi Anggoro di Kantor DPU BMCK Jateng, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (27/2/2026).
Kepala DPU BMCK Jateng, Henggar Budi Anggoro di Kantor DPU BMCK Jateng, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (27/2/2026). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah (DPU BMCK) terus melakukan perbaikan 17.850 lubang di jalan provinsi. Hingga akhir Februari, masih ada 3.395 lubang yang ditargetkan tuntas sebelum puncak arus mudik.

Hal itu disampaikan Kepala DPU BMCK Jateng, Henggar Budi Anggoro. Ia mengatakan, penanganan jalan difokuskan pada tambal sulam lubang karena keterbatasan waktu dan anggaran.

"Kita kalau mau melakukan proses tender dan waktunya yang tidak cukup, jadi yang kita lakukan saat ini adalah melakukan penanganan penambalan lubang," kata Henggar di Kantor DPU BMCK Jateng, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, sejak 2 Januari hingga saat ini pihaknya telah menangani sekitar 14 ribuan lubang. Petugas DPU BMCK juga diminta untuk terus melakukan pendataan lubang-lubang di jalan provinsi.

"Sejak tanggal 2 Januari sampai sekarang, ada 17.850 keseluruhan lubang. Sisa yang belum kita tangani masih ada 3.395," urainya.

ADVERTISEMENT

Henggar merinci, sisa lubang paling sedikit berada di wilayah Balai Magelang, tinggal sekitar 25 titik. Sementara di Cilacap tersisa sekitar 35 lubang.

"Kalau yang masih paling banyak berdasarkan rapat Rabu kemarin ada Balai Semarang, masih ada kisaran 1.116, kemudian Tegal masih ada 1000 sekian, di Pati masih 900 sekian, Purwodadi masih 400-an," paparnya.

Selain lubang, pihaknya juga menangani longsornya drainase di wilayah Salem, Brebes, yang sempat menggerus badan jalan hingga hampir separuh.

"Salem ini kan ada drainase yang longsor. Akhirnya badan jalannya ini kroak sampai hampir separuh. Ini tak suruh melakukan perbaikan," ujarnya.

Henggar pun menargetkan seluruh lubang bisa selesai ditangani maksimal dua minggu sebelum Lebaran. Meski demikian, monitoring akan tetap dilakukan.

"Angka yang sudah ditangani kan kisarannya 14 ribu, teman-teman di seluruh balai saya perintahkan saat sudah masuk H-7, angkutan lebaran, tetap ada pasukan yang selalu monitor terkait dengan lubang-lubang yang ada di jalan," kata dia.

"Saya minta untuk dilakukan langsung, misalnya ada lubang baru, langsung tambal di jalan yang menjadi kewenangan provinsi," sambung Henggar.

Henggar pun mengakui terjadi penurunan signifikan dari sisi anggaran, dibanding tahun sebelumnya yang anggarannya mencapai Rp 1 triliun.

"Anggarannya sekitar Rp 320 miliar, untuk penanganan jalan berlubang di seluruh balai. Jauh turunnya, sebelumnya Rp 1 triliun. Makanya sekarang rada bingung tapi ya pokoknya kita jalankan seoptimal mungkin," ujarnya.

Anggaran tersebut, kata Henggar, masuk kategori mandatory spending yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan harus dialokasikan untuk perbaikan jalan.

"Pokoknya anggaran itu dari APBD. Menurun karena transfer ke daerah juga berkurang. Tapi ya pokoknya kita jalankan seoptimal mungkin," ujarnya.

Meski begitu, ia menyebut tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah sudah mencapai 94 persen dari total panjang 2.440,1 kilometer. Sehingga beban perbaikan jalan tidak seberat sebelumnya.

"Yang paling sering merusak itu (truk) ODOL (over dimension over loading). Tapi sekarang juga banyak drainase ditutup bangunan, akhirnya air lewat jalan dan bikin aspal cepat rusak," ungkapnya.

Menanggapi banyaknya ruas jalan yang aspalnya rusak akibat tergenang hujan, menurutnya perbaikan jalan menggunakan beton menjadi solusi. Namun, beton bisa memakan anggaran tiga kali lebih banyak dibanding aspal.

"Kalau sering terendam, paling efektif pakai beton. Tapi anggarannya lebih tinggi, bisa tiga kali lipat dibanding aspal. Misal Rp 75 miliar awalnya bisa untuk 4 kilometer aspal. Tapi jadi cuma cukup sekitar 850 meter kau beton," tuturnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Henggar memastikan pihaknya tetap berupaya maksimal agar jalan provinsi aman dan nyaman dilalui pemudik.

"Prinsipnya pokoknya sing penting jalani. Sing penting nanti Lebaran lah mungkin. Insyaallah kalau saya punya pasang target 2 minggu sebelum lebaran tak suruh selesai," pungkasnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads