Ada banyak pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih dan urut-urutan pengerjaan alias polanya. Salah satu yang lazim dipedomani di Indonesia adalah 23 rakaat sudah termasuk sholat Witir.
Menurut keterangan di buku Shalat Tarawih tulisan Tim Warisan Salaf, ada banyak riwayat yang menunjukkan bolehnya Tarawih 23 rakaat. Salah satunya dari Yazid bin Ruman. Ia berkata:
"Kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar bin al-Khattab mendirikan sholat pada bulan Ramadan sebanyak 23 rakaat." (Diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dan al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam asy-Syafi'i pernah berkata:
رَأَيْتُ النَّاسَ يَقُومُونَ بِالْمَدِينَةِ بِتِسْعٍ وَثَلاثِينَ، وَبِمَكَّةَ بِثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ، وَلَيْسَ فِي شَيْءٍ مِنْ ذلِكَ ضَيِّقُ
Artinya: "Aku melihat kaum muslimin di Madinah berdiri (untuk sholat Tarawih) dengan 39 rakaat. Sedangkan di Mekkah sebanyak 23 rakaat. Dan tidak ada merasa sempit sama sekali karena hal itu (perbedaan jumlah rakaat)."
Pertanyaannya sekarang, bagaimana urutan pengerjaan sholat Tarawih 23 rakaat? Apakah dikerjakan dengan 1 Witir? Atau justru 3? Berikut pembahasan beserta bacaan doanya.
Poin Utamanya:
- Sholat Tarawih 23 rakaat diperbolehkan dan ada riwayat-riwayat yang mendukungnya.
- Urutan Tarawih 23 rakaat adalah sholat 2 rakaat salam sebanyak 10 kali. Lalu, dilanjut Witir 3 rakaat langsung atau witir 2 rakaat salam plus 1 rakaat salam.
- Nabi Muhammad SAW tidak mengkhususkan doa untuk sholat Tarawih. Namun, untuk Witir, ada doa yang diajarkan dengan lafal 'Subhaanal malikil qudduus' 3 kali ditambah 'Rabbul malaaikati war-ruuh' 1 kali.
Urutan Sholat Tarawih 23 Rakaat
Dirujuk dari buku Tuntunan Salat Sunah Tarawih dan Witir yang diedarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Tarawih 23 rakaat tersusun atas 20 rakaat sholat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Witirnya dikerjakan 2 rakaat salam plus 1 rakaat salam.
Ada juga yang mengerjakan tarawih 20 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat, kemudian dilanjut Witir langsung 3 rakaat. Dengan demikian, terdapat dua urutan atau pola untuk sholat Tarawih 23 rakaat yang biasa dikerjakan di Indonesia, yakni:
- 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2 (witir)-1 (witir)
- 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-3 (witir)
Urutan Surat Tarawih 23 Rakaat
Dilansir NU Online, tidak ada urutan surat yang dikhususkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk sholat Tarawih. Namun, ada ulama yang menganjurkan untuk membaca surat-surat pendek dari juz 30. Begini contoh urutan suratnya menurut kitab Perukunan Melayu:
- At-Takatsur
- Al-Ikhlas
- Al-Ashar
- Al-Ikhlas
- Al-Humazah
- Al-Ikhlas
- Al-Fil
- Al-Ikhlas
- Al-Quraisy
- Al-Ikhlas
- Al-Ma'un
- Al-Ikhlas
- Al-Kautsar
- Al-Ikhlas
- Al-Kafirun
- Al-Ikhlas
- An-Nashr
- Al-Ikhlas
- Al-Lahab
- Al-Ikhlas
Adapun untuk 15 hari kedua bulan Ramadan, urutan suratnya menjadi:
- Al-Qadr
- At-Takatsur
- Al-Qadr
- Al-Ashar
- Al-Qadr
- Al-Humazah
- Al-Qadr
- Al-Fil
- Al-Qadr
- Al-Quraisy
- Al-Qadr
- Al-Ma'un
- Al-Qadr
- Al-Kautsar
- Al-Qadr
- Al-Kafirun
- Al-Qadr
- An-Nashr
- Al-Qadr
- Al-Lahab
Terkhusus sholat Witir, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diketahui kerap membaca 3 surat.
Pada rakaat pertama, Nabi SAW membaca surat al-A'la. Rakaat kedua membaca surat al-Kafirun, sedangkan rakaat ketiga surat al-Ikhlas. Dirujuk dari buku Sholat Witir Menurut 4 Madzhab Disertai Tarjih tulisan Abu Malik Kamal bin as-Sayyid, Ibnu Abbas RA berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِـسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ، وَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَكْعَةٍ
Artinya: "Rasulullah SAW biasa membaca dalam Witir dengan 'Sabbhisima rabbikal a'la' (al-A'la), 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' (al-Kafirun), dan 'Qul huwallaahu ahad' (al-Ikhlas) pada setiap rakaatnya." (HR Tirmidzi no 461 dan an-Nasa'i 3/236)
Doa Setelah Sholat Tarawih
Tidak ditemukan riwayat mengenai doa yang dikhususkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibaca setelah sholat Tarawih. Namun, ada ulama yang menyarankan untuk membaca doa Kamilin.
Dinukil dari buku Panduan Shalat Sunah Lengkap karya KH Muhammad Sholikhin, begini bacaan lengkap Arab, Latin, dan arti doa Kamilin:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ, وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاحِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ. وَفِي الآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ. وَعَلَى الْبَلاءِ صَابِرِينَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ, وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَمِنَ النَّارِ نَاحِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَمِنْ حُوْرِ عِيْنٍ مُتَزَوجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَاقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَآبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِينٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَائِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيْمًا . اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِينَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينَ.
Arab Latin: Allāhummaj'alnā bil-īmāni kāmilīn, wa lil-farā'iḍi mu'addīn, wa liṣ-ṣalāti ḥāfiẓīn, wa liz-zakāti fā'ilīn, wa limā 'indaka ṭālibīn, wa li'afwika rājīn, wa bil-hudā mutamassikīn, wa 'anil-laghwi mu'riḍīn, wa fid-dunyā zāhidīn, wa fil-ākhirati rāghibīn, wa bil-qaḍā'i rāḍīn, wa lin-na'mā'i syākirīn, wa 'alal-balā'i ṣābirīn, wa taḥta liwā'i sayyidinā Muḥammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallam yaumal-qiyāmati sā'irīn, wa ilal-ḥauḍi wāridīn, wa ilal-jannati dākhilīn, wa minan-nāri nājīn, wa 'alā sarīril-karāmati qā'idīn, wa min ḥūril-'īni mutazawwajīn, wa min sundusin wastabraqin wa dībājin mutalabbisīn, wa min ṭa'āmil-jannati ākilīn, wa min labanin wa 'asalin muṣaffā syāribīn bi-akwābin wa abārīqa wa ka'sin min ma'īn, ma'allażīna an'amta 'alaihim minan-nabiyyīn waṣ-ṣiddīqīn wasy-syuhadā'i waṣ-ṣāliḥīn, wa ḥasuna ulā'ika rafīqā, żālikal-faḍlu minallāh, wa kafā billāhi 'alīmā. Allāhummaj'alnā fī lailati hāżasy-syahrisy-syarīfatil-mubārakati minas-su'adā'il-maqbūlīn, wa lā taj'alnā minal-asyqiyā'il-mardūdīn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna dapat menunaikan segala fardu, dapat menjaga sholatnya, dapat menunaikan zakat, Dan yang mencari rahmat di sisi-Mu, dan mengharap ampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, dan yang berpaling dari perbuatan-perbuatan yang tidak ada gunanya, dan zuhud di dunia, dan yang selalu gemar terhadap akhirat, dan yang rida terhadap ketentuan takdir, dan selalu mensyukuri segala nikmat, dan sabar dalam menderita musibah, semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan mendatangi telaga yang sejuk, dan masuk ke dalam surga, dan terhindar dari api neraka, dan duduk di sofa-sofa kehormatan, dan mendapat istri dari para bidadari, dan memakai pakaian dari sutera-sutera yang tebal dan tipis di Surga, dan menikmati san-tapan surga yang lezat, dan minum susu dan madu yang sudah disaring/sudah dijernihkan dengan gelas-gelas dan teko-teko dan piala-piala dari air di surga, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, orang-orang yang benar dan orang-orang yang syahid serta orang-orang saleh. Mereka itu adalah sebaik-baik kawan (teman). Demikianlah kemurahan dari Allah Swt., dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui. Ya Allah jadikanlah kami pada malam bulan yang mulia dan berkah ini termasuk orang yang bahagia (ahli surga) yang diterima ibadahnya, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka (ahli neraka) yang tertolak amalnya."
Doa Setelah Sholat Witir
Dilansir buku Panduan Shalat Lengkap tulisan Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, doa yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibaca setelah sholat Witir adalah:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Arab Latin: Subḥānal-Malikil-Quddūs, Subḥānal-Malikil-Quddūs, Subḥānal-Malikil-Quddūs, Rabbul-Malā'ikati war-Rūḥ.
Artinya: "Maha Suci Raja yang Maha Kudus, Maha Suci Raja yang Maha Kudus, Maha Suci Raja yang Maha Kudus, Rabb malaikat dan ruh." (HR an-Nasa'i no 1699, Abu Dawud no 1430, dan ad-Daruquthni II/31. Menurut Syaikh al-Albani, derajatnya shahih)
Demikian penjelasan singkat mengenai urutan sholat Tarawih 23 rakaat dan bacaan doanya. Semoga membantu detikers dalam pengerjaan sholat Tarawih selama bulan Ramadan 2026 mendatang, ya!
FAQ Sholat Tarawih
1. Apa keutamaan sholat Tarawih?
Umat Islam yang mengerjakan sholat Tarawih akan mendapat keistimewaan berupa pengampunan dosa. Dengan catatan, ia mengerjakannya dengan penuh iman dan hanya mengharap pahala Allah SWT.
2. Tata cara sholat Tarawih 23 rakaat?
Tidak ada yang berbeda dalam pelaksanaan sholat Tarawih. Umat Islam bisa mengerjakannya seperti sholat sunnah biasa dengan salam setiap 2 rakaat. Kemudian, ditutup dengan Witir 3 rakaat, baik dikerjakan langsung 3 rakaat atau dipisah 2 plus 1 rakaat.
3. Jam berapa sholat Tarawih?
Sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya hingga waktu subuh.
(par/aku)











































