- Kalender Hijriah Hari Ini 25 Februari 2026 Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut NU Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
- Cara Panen Pahala Ramadan 1. Sholat Tarawih 2. Membaca Al-Quran 3. Bersedekah 4. Memberi Buka Puasa 5. Mengejar Malam Lailatul Qadar
Tanggal kalender Hijriah hari ini harus diketahui setiap muslim karena dipergunakan sebagai patokan ibadah, terlebih pada bulan Ramadan yang mulia. Apabila tak diperhatikan, maka Ramadan akan lenyap begitu saja, menghilangkan kesempatan panen pahala.
Perlu diketahui, kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi dalam banyak aspek. Dirujuk dari laman resmi SMA Negeri 1 Kutowinangun, kalender Hijriah berpatokan pada peredaran Bulan terhadap Bumi. Di sisi lain, kalender Masehi menggunakan pergerakan Matahari.
Perbedaan lainnya terletak dalam jumlah hari tiap bulan. Terdapat 29 atau 30 hari dalam 1 bulan kalender Hijriah. Sementara itu, jumlah hari per bulan Masehi bisa mencapai 31. Alhasil, total hari dalam setahun penanggalan pun berlainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak mau sampai melewatkan tanggal-tanggal penting Ramadan, seperti momen Lailatul Qadr dan Nuzulul Quran? Yuk, simak konversi Rabu, 25 Februari 2026, versi pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah di bawah ini!
Kalender Hijriah Hari Ini 25 Februari 2026
Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026 menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pasalnya, hilal tidak memenuhi kriteria dari MABIMS.
"Dengan demikian, bukan hanya belum memenuhi kriteria imkan rukyat, tetapi secara astronomis hilal belum mungkin terlihat, sehingga secara hisab data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," bunyi keterangan di laman resmi Kementerian Agama.
Berhubung hilal tidak nampak, umur bulan berjalan (dalam hal ini Syaban) digenapkan menjadi 30 hari. Baru setelahnya, Ramadan dimulai. Penggenapan ini dikenal sebagai metode istikmal.
"Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Bimas Islam TV.
Alhasil, 25 Februari 2026 dikonversi pemerintah menjadi 7 Ramadan 1447 H
Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut NU
Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah NU, @falakiyahnu, NU menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Ketetapan itu tercantum dalam Surat Nomor 39/PB.01/A.I.01.47/99/02/2026 tentang Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul Hilal bil Fi'li Awal Ramadhan 1447 H.
"Berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, tidak terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal dikarenakan hilal masih di bawah ufuk. Dengan demikian umur bulan Sya'ban 1447 H adalah 30 hari," bunyi keterangan di surat itu.
Dengan demikian, NU mengonversi 25 Februari 2026 menjadi 7 Ramadan1447 H.
Kalender Hijriah 25 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Dilihat dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni 1 hari 1 tanggal di seluruh bagian Bumi.
Sederhananya, bila suatu wilayah sudah memenuhi ketinggian hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat, maka bulan baru dianggap sudah dimulai. Dalam konteks Ramadan 1447 H, wilayah Alaska di Amerika sudah memenuhinya pada Selasa, 17 Februari 2026. Alhasil, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, Muhammadiyah mengonversi 25 Februari 2026 menjadi 8 Ramadan 1447 H.
Cara Panen Pahala Ramadan
Setiap muslim sudah paham betul bahwasanya bulan Ramadan adalah waktunya memanen pahala. Ada banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk mendapat pahala itu, tentunya tak hanya menunaikan ibadah puasa wajib. Apa saja?
1. Sholat Tarawih
Sholat Tarawih hukumnya sunnah muakkad. Amalan satu ini menjadi salah satu ladang pahala yang mesti dimaksimalkan. Dilihat dari buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih tulisan Sofyan Chalid bin Idham Ruray, keutamaan Tarawih adalah membersihkan dosa seorang muslim.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa sholat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
Meski boleh dikerjakan sendiri di rumah, Tarawih paling afdhal ditunaikan berjamaah di masjid. Dengan demikian, ada keutamaan lain yang didapat, yakni pahala layaknya sholat semalam suntuk. Nabi SAW bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
Artinya: "Sesungguhnya barang siapa yang sholat (Tarawih) bersama imam sampai imam selesai sholat, maka dituliskan baginya pahala sholat semalam penuh." (HR Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu anhu)
2. Membaca Al-Quran
Membaca Al-Quran menghadirkan begitu banyak keutamaan bagi jiwa seorang muslim. Ketenangan dan ketenteraman dalam hati adalah satu dari sekian banyak keutamaan lain.
Ditinjau dari kacamata lain, pahala membaca Al-Quran sangatlah besar. Setiap hurufnya dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Jadi, semisal membaca Alif Lam Mim, kamu memeroleh 30 kebaikan.
Di samping keutamaan itu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai teladan terbaik umat Islam diketahui rutin membaca Al-Quran pada bulan Ramadan. Dikutip dari buku Tulisanku oleh Mirwan Sudarmawan Rifai, dalilnya adalah hadits:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرٍ رَمَضَانَ لأنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرٍ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِحْ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, 'Nabi SAW adalah orang yang paling ringan untuk berbuat kebaikan. Dan paling dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sebab, Jibril menemuinya di setiap malam dalam bulan Ramadan sampai ia berbaring, sementara Rasulullah memperdengarkan bacaan Al-Quran-nya. Maka di saat Jibril menemuinya, pada saat itu pulalah beliau menjadi orang yang lebih cepat berbuat kebaikan bahkan melebihi cepatnya angin yang berhembus." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Bersedekah
Amalan Ramadan lain untuk meraup pahala semaksimal mungkin adalah bersedekah. Sebagaimana tampak dalam hadits di atas, Nabi Muhammad SAW adalah orang dermawan. Kedermawanan itu bertambah tingkatannya ketika Ramadan tiba. Sudah sepatutnya, umat Islam mencontoh sang Khatamul Anbiya dengan berharap ridha dan pahala Allah SWT.
Pun, sedekah itu sendiri memiliki segudang keutamaan. Salah satunya adalah membuat seseorang diberi ampunan dan pahala besar. Allah SWT berfirman:
اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
Artinya: "Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar." (QS al-Ahzab: 35)
4. Memberi Buka Puasa
detikers dapat memanen banyak pahala dengan membagikan makanan buka puasa secara cuma-cuma. Dengan melakukan amal ini, bukan hanya meraup pahala banyak, detikers juga telah membantu sesama muslim merasakan nikmatnya berbuka.
Memangnya, apa pahala memberi buka puasa? Dilansir buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat tulisan Abdillah F Hasan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barang siapa memberi makan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka akan dituliskan untuknya pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Memberi makan buka puasa tidak mesti dilakukan dengan cara membagikan boks makanan. detikers dapat mengundang tetangga sekitar untuk berbuka di rumah, membelikan makanan, atau mengirimkan makanan ke rumah seseorang.
5. Mengejar Malam Lailatul Qadar
Disadur dari buku Fikih I'tikaf dan Lailatul Qodr tulisan Sofyan Chalid bin Idham Ruray, malam Lailatul Qadar memiliki banyak kemuliaan. Salah satunya adalah status 'lebih baik dari 1000 bulan'. Itu artinya, beramal pada malam Lailatul Qadar lebih baik dibandingkan konsisten beramal selama 1000 bulan (kira-kira 83 tahun 4 bulan)!
Dasar keutamaan ini adalah firman Allah SWT:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ.
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS al-Qadr: 1-5)
Berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Lailatul Qadar datang pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Utamanya, pada malam-malam ganjil. Beliau bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan." (HR Bukhari dari Aisyah radhiyallahu anha)
Oleh karena itu, detikers yang menginginkan pahala berlimpah disarankan mengejarnya pada malam-malam 10 hari terakhir Ramadan. Pada malam-malam itu, pelbagai amalan shalih sunnah dikerjakan, seperti sholat Tarawih, membaca Al-Quran, i'tikaf, dzikir, sedekah, dan seterusnya.
Selain itu, ada doa khusus yang disunnahkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar. Begini lafal lengkapnya:
اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عنى
Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuḥibbul-'afwa fa'fu 'annī
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku."
Demikian kalender Hijriah hari ini 25 Februari 2026 dan 5 cara panen pahala Ramadan yang bisa detikers lakukan. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya!
