18 Peristiwa Penting Bulan Ramadan yang Mengubah Sejarah Peradaban Islam

18 Peristiwa Penting Bulan Ramadan yang Mengubah Sejarah Peradaban Islam

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Selasa, 24 Feb 2026 16:05 WIB
Ilustrasi Perang Badar
Ilustrasi Perang Badar. (Foto: ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom)
Solo -

Ramadan tidak hanya bulan untuk berpuasa. Dalam lintasan sejarah, bulan suci ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa besar yang mengubah peradaban manusia secara fundamental. Ada turunnya wahyu hingga kemenangan militer yang gemilang.

Banyak catatan sejarah membuktikan bahwa Ramadan adalah waktu di mana pertolongan besar sering kali datang di tengah keterbatasan. Berbagai penaklukan kota strategis dan kelahiran institusi pendidikan besar bermula dari keberkahan bulan ini. Peristiwa-peristiwa tersebut membentuk identitas umat Islam dan menjadi landasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta sosial hingga saat ini.

Ingin tahu peristiwa besar apa saja yang pernah terjadi selama bulan suci ini selain turunnya Al-Quran? Simak rangkuman 18 peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ramadan lengkap di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Ramadan menjadi bulan turunnya wahyu Al-Quran pertama kali (Surat Al-Alaq) yang menandai dimulainya kenabian Muhammad SAW.
  • Peristiwa besar seperti Perang Badar dan Pembebasan Kota Mekkah (Fathu Mekkah) terjadi di bulan Ramadan.
  • Lailatul Qadar adalah malam paling istimewa yang hanya ada di bulan Ramadan, di mana kemuliaannya setara dengan seribu bulan.

ADVERTISEMENT

Peristiwa Penting Bulan Ramadan

Pada bulan Ramadan terdapat banyak peristiwa penting yang terjadi. Dalam catatan sejarah yang dijelaskan di buku Kiat Sukses Ramadhan Ala Rasulullah SAW oleh Saepul Anwar, Keluarga yang Dirindukan Ramadhan Sepanjang Masa oleh Lilis Rohaeti, dan Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah oleh Ida Fitri Shohibah, serta laman resmi Majelis Ulama Indonesia, terdapat 18 peristiwa penting berikut ini.

1. Turunnya Wahyu Al-Quran untuk Pertama Kalinya

Cahaya Islam mulai benderang saat Nabi Muhammad SAW berada di kesunyian Gua Hira. Tepat pada 17 Ramadan tahun pertama kenabian, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu perdana berupa Surat Al-'Alaq ayat 1-5. Peristiwa agung ini tidak hanya menandai awal risalah kenabian, tetapi juga menjadikan Ramadan dijuluki sebagai Syahrul Quran atau bulan Al-Quran karena di sinilah pedoman hidup umat manusia mulai diturunkan.

2. Kemenangan Besar dalam Perang Badar

Beralih ke tahun 2 Hijriah, tepatnya pada 17 Ramadan, terjadi pertempuran ikonik yang dikenal sebagai Perang Badar. Meskipun pasukan muslim hanya berjumlah 313 orang, mereka mampu menaklukkan tentara Quraisy yang berjumlah sekitar 1.000 personel. Kemenangan ini membuktikan bahwa dengan pertolongan Allah, kekuatan iman dan strategi yang jitu mampu mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar.

3. Penetapan Kewajiban Zakat Fitrah

Masih di tahun ke-2 Hijriah, bulan Ramadan menjadi momen di mana Islam memperkuat dimensi sosialnya melalui penetapan zakat fitrah. Kewajiban ini hadir sebagai sarana penyucian diri bagi mereka yang berpuasa sekaligus sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kaum fakir miskin. Hal ini mengajarkan umat bahwa ibadah ritual harus selalu berjalan beriringan dengan kepekaan sosial.

4. Strategi Cerdas dalam Persiapan Perang Khandaq

Memasuki tahun 5 Hijriah, kaum muslimin menghadapi ancaman besar dari gabungan berbagai suku yang bersekutu dalam Perang Ahzab. Sebagai langkah pertahanan, Nabi Muhammad SAW memimpin para sahabat untuk menggali parit besar di sekitar Madinah. Strategi bertahan yang luar biasa ini dipersiapkan dengan matang di bulan Ramadan demi menjaga kedaulatan kota suci tersebut.

5. Pembebasan Kota Mekkah (Fathu Mekkah)

Peristiwa paling mengharukan terjadi pada 10 Ramadan tahun 8 Hijriah ketika Rasulullah SAW memimpin 10.000 pasukan menuju Mekkah. Tanpa pertumpahan darah yang berarti, kota tersebut berhasil dibebaskan. Kemenangan ini semakin indah karena Nabi menunjukkan kemuliaan akhlaknya dengan memberikan pengampunan massal kepada penduduk Mekkah yang dahulu pernah menindasnya.

6. Penghancuran Berhala di Sekitar Ka'bah

Sebagai tindak lanjut dari pembebasan Mekkah, pada 25 Ramadan tahun 8 Hijriah, Rasulullah SAW memerintahkan penghancuran sekitar 360 berhala di sekitar Ka'bah. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kemurnian tauhid dan membersihkan tanah suci dari segala bentuk penyembahan selain kepada Allah SWT.

7. Keberanian Pasukan Muslim di Perang Tabuk

Satu tahun kemudian, umat Islam menghadapi ancaman dari Kekaisaran Romawi. Di bawah terik matahari yang menyengat, pasukan muslim tetap teguh berangkat menuju Tabuk. Meski tidak terjadi bentrokan fisik karena tentara Romawi memilih menghindar, ekspedisi ini menunjukkan bahwa kekuatan Islam mulai diperhitungkan di kancah internasional.

8. Berpulangnya Sang 'Pedang Allah', Khalid bin Walid

Duka menyelimuti umat Islam pada 18 Ramadan tahun 21 Hijriah saat panglima legendaris Khalid bin Walid wafat. Sosok yang dijuluki "Pedang Allah yang Terhunus" ini telah memenangkan banyak pertempuran besar. Uniknya, sang ksatria perkasa ini tidak gugur di medan perang, melainkan wafat dengan tenang di tempat tidurnya sebagai bukti keikhlasannya berjuang.

9. Wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib

Kehilangan besar kembali terjadi pada 17 Ramadan tahun 40 Hijriah dengan wafatnya Ali bin Abi Thalib. Khalifah keempat yang dikenal karena kecerdasan dan keberaniannya ini mengembuskan napas terakhir setelah diserang oleh Abdurrahman bin Muljam dari kelompok Khawarij. Kepergian menantu Nabi ini meninggalkan lubang besar dalam kepemimpinan umat Islam kala itu.

10. Ekspansi Islam di Spanyol melalui Perang Syazunah

Sejarah mencatat bahwa jangkauan Islam meluas hingga ke Eropa pada 28 Ramadan tahun 92 Hijriah. Di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad, pasukan Islam memenangkan Perang Syazunah yang menjadi pintu masuk bagi peradaban Islam di Spanyol. Momen ini merupakan awal dari kemajuan ilmu pengetahuan Islam yang bertahan selama berabad-abad di benua biru.

11. Wafatnya Gubernur Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi

Pada 21 Ramadan tahun 95 Hijriah, Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi meninggal dunia. Meskipun kepemimpinannya sering dianggap kontroversial karena ketegasannya yang sangat keras, ia diakui memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas politik serta memajukan administrasi dan pembangunan di wilayah pemerintahan Islam.

12. Penaklukan Kota Amoria atas Byzantium

Di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Mu'tashim Billah, umat Islam meraih kemenangan gemilang dalam Perang Amoria pada 17 Ramadan 218 H. Perang ini dipicu oleh pembelaan khalifah terhadap kaum muslim yang tertindas di wilayah Byzantium. Keberhasilan menaklukkan benteng utama Amoria menjadi simbol bahwa Islam hadir sebagai pelindung bagi kaum lemah.

13. Berpulangnya Sang Maestro Hadis, Imam Bukhari

Dunia ilmu pengetahuan berduka di akhir Ramadan 256 H dengan wafatnya Imam Bukhari. Beliau adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk menyaring ribuan hadis hingga melahirkan kitab Shahih al-Bukhari. Karya monumentalnya tetap menjadi rujukan paling utama bagi umat Islam dalam memahami ajaran Nabi hingga hari ini.

14. Wafatnya Ibnu Majah, Penyusun Kitab Sunan

Tak lama berselang, pada 22 Ramadan 273 H, ahli hadis lainnya yakni Ibnu Majah tutup usia. Sebagai penyusun salah satu dari enam kitab hadis utama (Kutubus Sittah), warisan ilmunya melalui kitab Sunan Ibnu Majah terus menjadi panduan hukum dan syariat yang tak ternilai bagi generasi muslim setelahnya.

15. Bangkitnya Kembali Masjid Al-Azhar di Mesir

Pada 7 Ramadan 362 H, Masjid Al-Azhar kembali dibuka oleh Jauhar Ash-Shaqli setelah sempat ditutup. Peristiwa ini menjadi tonggak berdirinya Al-Azhar sebagai institusi pendidikan Islam paling berpengaruh di dunia. Sejak saat itu, Al-Azhar menjadi pusat ilmu pengetahuan yang melahirkan banyak ulama besar di dunia Islam.

16. Titik Balik Kemenangan dalam Perang Ain Jalut

Dunia Islam hampir saja hancur oleh serangan bangsa Mongol jika bukan karena kemenangan di Ain Jalut pada 25 Ramadan 658 H. Di bawah komando Sultan Saifuddin Qutuz, pasukan muslim berhasil mematahkan mitos bahwa tentara Mongol tidak terkalahkan. Kemenangan ini menjadi penyelamat peradaban Islam dari kehancuran total.

17. Kembalinya Kota Strategis Antokia

Sebagai penutup rangkaian sejarah, kota Antokia berhasil direbut kembali oleh umat Islam pada 5 Ramadan 666 H setelah dikuasai pasukan Salib selama lebih dari satu abad. Penguasaan kembali kota perdagangan strategis ini menjadi pencapaian penting dalam perjuangan panjang umat Islam dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

18. Datangnya Malam Lailatul Qadar

Di samping peristiwa-peristiwa besar yang tercatat dalam tarikh, Ramadan juga menyimpan satu keutamaan spiritual paling agung yaitu Lailatul Qadar. Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah memaparkan bahwa malam ini merupakan waktu diturunkannya Al-Quran, di mana kemuliaan malam tersebut kian bertambah berkat peristiwa tersebut. Keistimewaan malam ini bahkan diabadikan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Qadr, yang menyebutkan bahwa satu malam ini lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam tersebut, para malaikat beserta Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Tuhan untuk mengatur segala urusan hingga terbitnya fajar. Hal inilah yang memicu umat Islam untuk berlomba-lomba memaksimalkan ibadah, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan melalui i'tikaf di masjid maupun memperbanyak zikir di rumah. Kedatangan Lailatul Qadar menjadi puncak pencarian spiritual setiap muslim karena kedamaian dan kesejahteraan yang dibawanya bagi siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan ketulusan.

Demikianlah tadi sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan dalam lintasan sejarah. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Apa saja peristiwa penting di bulan Ramadhan?

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat banyak peristiwa krusial, di antaranya turunnya Al-Quran pertama kali di Gua Hira, kemenangan Perang Badar, Pembebasan Kota Mekkah (Fathu Mekkah), penetapan kewajiban zakat fitrah, hingga kemenangan dalam Perang Ain Jalut melawan tentara Mongol. Ramadan juga menjadi waktu wafatnya tokoh-tokoh besar seperti Ali bin Abi Thalib dan Imam Bukhari.

2. 17 Ramadan ada peristiwa apa?

Tanggal 17 Ramadan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena merupakan waktu terjadinya dua peristiwa besar yaitu urunnya wahyu Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Selain itu, Kemenangan besar pertama umat Islam melawan kaum musyrikin Quraisy pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah, di mana jumlah pasukan muslim yang sedikit berhasil mengalahkan pasukan lawan yang jauh lebih besar.

3. Apa yang terjadi pada tanggal 20 Ramadan?

Secara historis, sekitar tanggal ini pada tahun 8 Hijriah, berlangsung prosesi Pembebasan Kota Mekkah (Fathu Mekkah). Nabi Muhammad SAW bersama 10.000 pasukan memasuki kota Mekkah secara damai dan menghancurkan ratusan berhala di sekitar Ka'bah. Peristiwa ini menandai berakhirnya dominasi kaum kafir Quraisy dan kembalinya kemurnian tauhid di tanah suci tanpa ada pertumpahan darah yang berarti.




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads