Teknologi Artificial Intelligence (AI) disebut boros air dan juga listrik. CEO OpenAI Sam Altman menanggapinya dengan menyamakan dengan konsumsi manusia dalam belajar.
Dikutip dari detikInet, hal itu disebutkan Altman sela-sela New Delhi AI Impact Summit dalam wawancara dengan The Indian Express. Ia menyebut tidak benar jika satu permintaan di AI menggunakan bergalon-galon air seperti klaim di media sosial. Namun tetap ada kekhawatiran soal konsumsi energi di industri AI.
"Bukan per kueri, tapi secara total - karena dunia menggunakan begitu banyak AI ... dan kita perlu beralih ke energi nuklir atau angin dan surya dengan cepat," kata Altman seperti dikutip dari CNBC, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait komentar Bill Gates soal AI seharusnya bisa berevolusi menjadi lebih efisien layaknya otak manusia, Altman kemudian membandingan energi yang dibutuhkan untuk melatih AI dan mendidik manusia.
"Salah satu hal yang selalu tidak adil dalam perbandingan ini adalah orang-orang membicarakan tentang berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk melatih model AI ... Tetapi melatih manusia juga membutuhkan banyak energi," ujar Altman.
"Dibutuhkan hidup sekitar 20 tahun, dan semua makanan yang Anda makan sebelumnya, sebelum Anda bisa menjadi pintar," sambungnya.
Menurutnya AI yang sudah dilatih sudah menyamai efisiensi energi yang dilakukan manusia dalam belajar.
"Perbandingan yang adil adalah jika Anda bertanya kepada ChatGPT, berapa banyak energi yang dibutuhkan ketika model sudah dilatih untuk menjawab pertanyaan tersebut, dibandingkan dengan manusia, dan AI mungkin sudah menyamai efisiensi energi tersebut, jika diukur dengan cara itu," jelasnya.
Pernyataan Altman yang membandingkan AI dengan manusia langsung jadi kontroversi. Co-founder perusahaan software asal India Zoho Corporation, Sridhar Vembu mengecam komentar Altman.
"Saya tidak ingin melihat dunia di mana kita menyamakan sebuah teknologi dengan manusia," tulis Vembu dalam postingannya di X.
(alg/apl)











































