Sosok Kombes Yimmy Kurniawan meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh pemuda di Kabupaten Sragen. Kombes Yimmy sendiri sempat menjadi Kapolres Sragen pada tahun 2018-2020.
Atas dedikasinya itu, Kombes Yimmy diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026. Salah satu warga yang menceritakan pengalaman berinteraksi dengan Kombes Yimmy adalah mantan Ketua GP Ansor Sragen dua periode 2016-2024, Endro Supriyadi.
Menurut Endro, Yimmy adalah pejabat kepolisian yang jauh dari kesan kaku dan sangat terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, Kolaborasi Lawan Radikalisme salah satu tonggak kebersamaan yang paling diingat saat Yimmy menjabat sebagai Kapolres. Program tersebut merupakan fokus Kombes Yimmy dalam membentengi pemuda Sragen dari paham radikalisme.
Selain itu, kata Endro, Yimmy juga memberikan ruang luas bagi anak muda untuk berdialog dan berkolaborasi.
"Waktu itu kita sering kolaborasi, salah satunya bikin acara Kemah Kebangsaan di wilayah Sragen Utara atau sekitar Gesi. Meskipun lokasinya cukup jauh, beliau mau hadir dan memberikan support langsung kepada sahabat-sahabat Ansor dan Banser," kenang Endro mengingat kenangan bersama Kombes Yimmy saat berbincang dengan detikJateng, Jumat (13/2/2026).
Selain kemah, kegiatan dialog mengenai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air rutin digelar untuk mengantisipasi penyebaran paham radikal di kalangan pelajar dan remaja.
"Waktu itu di beberapa kejadian remaja di lingkungan pelajar kayak-kayak gitu kan. Jadi, kita berharap sosialisasi tentang pencegahan paham radikalisme ini," terangnya.
Ia menyebut kedekatan Kombes Yimmy dengan masyarakat tidak hanya terbatas pada seremoni formal. Endro mengungkapkan bahwa mereka sering duduk bersama sambil ngopi santai untuk membahas situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Sragen.
"Beliau sering bertanya situasi Sragen bagaimana, terutama soal gesekan antar perguruan silat yang melibatkan remaja. Beliau sangat profesional dan mau meminta pendapat dari segala arah, tidak hanya dari internal kepolisian saja," ujarnya.
Menjelang Pilpres 2019, kolaborasi keduanya bahkan menyentuh ranah demokrasi. Ansor bersama Kapolres saat itu menginisiasi gerakan moral berupa Satgas Anti Money Politic. Gerakan ini fokus pada sosialisasi agar Pemilu berjalan jujur tanpa dominasi politik uang.
"Kalau nggak salah, malah sampai bikin satgas anti money politik dengan Ansor waktu itu. Ya, kita sosialisasi tentang bagaimana agar pemilu ini bisa berjalan dengan baik, tidak didasarkan atau didominasi," ucapnya.
Meskipun menjabat sebagai orang nomor satu di Kepolisian Resor Sragen, Yimmy dikenal sebagai pribadi yang humble dan sederhana. Ia dikenal rajin bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh agama, kiai-kiai NU, serta tokoh masyarakat di Sragen secara intens.
"Biasanya pejabat selevel Kapolres itu situasinya agak kaku atau canggung, tapi beliau sangat cair. Tradisi pamitan secara langsung saat akan mutasi pun beliau lakukan, itu yang membuat kami merasa silaturahmi tetap terjaga," pungkas Endro.
Testimoni Eks Napi Teroris
Testimoni mengenai sosok Kombes Yimmy juga datang dari Paimin (45), eks narapidana teroris asal Desa Maron, Kelurahan Karanganyar, Sambungmacan, Sragen.
Kehidupan Paimin berubah drastis setelah bebas dan kembali ke kampung halaman. Usai menghirup udara bebas, Paimin mendapatkan program pembinaan beternak dari Kementerian Sosial dan BNPT.
Ditemui detikJateng di rumahnya, Paimin menceritakan bahwa Kombes Yimmy merupakan sosok Kapolres yang membimbingnya dalam beternak. Ia menyebut pertama kali bertemu pada tahun 2018. Menurut Paimin, Kombes Yimmy Kurniawan memiliki peran besar dalam proses pendampingan tersebut.
"Setelah bebas tahun 2014, pada tahun 2018 Pak Kapolres menjadi pendamping program dari Kemensos dan BNPT. Yang mendampingi saya saat itu ya Pak Yimmy, ya orangnya ya mau membantu seinget saya," katanya, Jumat (13/2/2026).
(ahr/afn)