3 Remaja Putri Tewas Tersambar KA Argo Merbabu di Batang

3 Remaja Putri Tewas Tersambar KA Argo Merbabu di Batang

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 21 Feb 2026 14:38 WIB
3 Remaja Putri Tewas Tersambar KA Argo Merbabu di Batang
Polisi mengevakuasi korban tertabrak KA di Batang, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Batang -

Tiga remaja putri tewas usai tersambar kereta api saat bermain di jalur kereta api, pagi tadi. Peristiwa ini terjadi di jalur KA antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan sekitar pukul 06.53 WIB.

Korban diketahui bernama Anggita Permadani (16), Adita Fadhiratul Jannah (15 ) dan Iswatik Sawita (15). Ketiga warga Kedungmiri, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang itu tewas tertemper KA Argo Merbabu.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini," ujar Luqman, Sabtu (21/2/2026).

Luqman mengatakan, kejadian itu terjadi saat perjalanan KA Argo Merbabu relasi Semarang-Gambir tepatnya KM 81 di jalur hilir antara Stasiun Batang-Stasiun Pekalongan. KA Argo Merbabu sempat berhenti luar biasa usai kejadian.

ADVERTISEMENT

"Akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Merbabu berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi guna pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Merbabu berangkat kembali dari lokasi pada pukul 07.09 wib," ungkapnya.

KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.

Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," tambah Luqman.

Sementara itu, penjaga pos perlintasan di dekat GOR Sarengat Batang, Ramelan, mengaku mengetahui ada korban setelah mendapat kabar dari petugas saat kereta berada di Pos Dekoro Kota Pekalongan.

"Saya awalnya dikabari ada yang tertabrak sekitar 200 sampai 300 meter dari pos, saya kira pingsan ternyata meninggal," katanya.

Menurut Ramelan, korban merupakan tiga pelajar yang nongkrong di sekitar rel. "Kayaknya karena selfie tapi tidak tahu ada kereta dari arah barat ke timur, Argo Merbabu," ujarnya.

Ia mengaku sudah sering mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel kereta. Saat bulan Ramadan, memang marak anak-anak yang nongkrong di rel kereta. Tindakan yang berbahaya tersebut telah beberapa kali diingatkan.

"Pas Ramadan memang banyak anak nongkrong dekat rel, saya selalu ngelingke tapi keras kepala padahal bahaya," katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batang, Iptu Daryono, Sabtu Siang (21/02), menjelaskan tiga remaja tewas akibat tertemper kereta api .

"Iya tadi kita langsung mendatangi TKP di perlintasan KAI GOR Sarengat dan secara spesifik sudah ditangani Polsek Batang Kota. Benar tiga anak meninggal dunia, kita turut berduka cita, dan saya secara khusus mengimbau agar masyarakat terkhusus orangtua untuk memberikan pengawasan khusus bagi anak-anaknya," ungkapnya.

Dikatakannya, kebiasaan muda-mudi bermain di jalur kereta api usai sahur maupun saat ngabuburit, membahayakan diri sendiri maupun mengganggu perjalanan kereta api.

"Sering saya lihat pada gerombol ngabuburit tapi dilokasi yang membahayakan. Jadi soal keselamatan ini bukan hanya tugas kami dari kepolisian tapi juga tugas kita bersama," ucapnya.

Selain orangtua, menurut Daryono, para kepala Desa, RT RW, ikut berperan aktif mengingatkan warganya. "Tolonglah berikan imbauan ke warganya untuk menjauhi area berbahaya seperti rel kereta api. Kejadian hari ini harus jadi pelajaran dan kita semua berharap ini yang terakhir kalinya. Apalagi saat puasa intensitas perlintasan KAI cukup ramai, sayangi nyawa keluarga, jangan sampai Lebaran malah jadi duka," imbuhya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads