7 Amalan Jelang Buka Puasa, Raih Pahala dan Keberkahan di Bulan Suci

7 Amalan Jelang Buka Puasa, Raih Pahala dan Keberkahan di Bulan Suci

Anindya Milagsita - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 16:01 WIB
Amalan Nisfu Syaban 2026
Ilustrasi membaca Al-Quran jelang buka puasa. Foto: Dwi Setyo/Pexels
Solo -

Sepanjang bulan Ramadan ada begitu banyak amalan yang bisa dikerjakan oleh kaum muslim, termasuk amalan jelang buka puasa. Sambil menunggu waktu berbuka, seorang muslim bisa mengerjakan sejumlah amalan saleh.

Amalan saleh sejatinya tidak hanya dapat dikerjakan di bulan Ramadan semata, tapi juga waktu-waktu lainnya. Kendati begitu, kemuliaan bulan suci Ramadan menjadikan kaum muslim dapat berlomba-lomba mengumpulkan lebih banyak pahala dari Allah SWT. Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah doa-doa yang dikabulkan dan dibebaskannya dari api neraka oleh Allah SWT.

Sebagaimana dinukil dari buku 'Traveling in Ramadhan' tulisan Ummu Aisyah, dalam sebuah riwayat hadits yang menuturkan Rasulullah SAW pernah bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa, maka pasti dikabulkan." (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan perawi hadits ini tsiqah atau terpercaya)

ADVERTISEMENT

7 Amalan Jelang Buka Puasa

Untuk itu, tidak ada salahnya bagi kaum muslim mengisi bulan Ramadan dengan melakukan berbagai amalan baik. Termasuk waktu menunggu buka puasa tiba. Berikut amalan yang bisa dikerjakan.

1. Tadarus Al-Quran

Amalan jelang berbuka yang pertama dapat diisi dengan tadarus Al-Quran. Membaca Al-Quran termasuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Seperti dijelaskan dalam buku 'Rahasia Keajaiban Ayat-ayat Seribu Dinar: Bikin Orang Jadi Kaya' oleh Imam al-Ghazali, di dalam Surat Al-Ankabut ayat 45 terdapat perintah membaca Al-Kitab yaitu Al-Quran. Allah SWT berfirman melalui ayat tersebut:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ۝٤٥

Utlu mâ ûḫiya ilaika minal-kitâbi wa aqimish-shalâh, innash-shalâta tan-hâ 'anil-faḫsyâ'i wal-mungkar, waladzikrullâhi akbar, wallâhu ya'lamu mâ tashna'ûn.

Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

2. Membaca Doa Bulan Ramadan

Selanjutnya, seorang muslim dapat mengisi waktu sebelum berbuka dengan membaca doa bulan Ramadan. Sebab, orang yang membaca doa termasuk golongan yang tidak tertolak. Hal ini diterangkan dalam sebuah riwayat hadits. Masih menukil buku yang sama, yaitu 'Traveling in Ramadhan', Rasulullah SAW bersabda:

"Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pimpinan yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. at-Tirmidzi)

Ada berbagai doa bulan Ramadan yang bisa dilantunkan. Dua di antaranya diringkas dari buku 'Doa-Doa Pilihan Pembuka Aura' tulisan Nabila Charisty yang berbunyi:

اللَّهُمَّ سَلَّمْنِي إلَى رَمَضَانَ وَسَلَّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا.

Allahumma sallimnī ilā Ramadhāna wa sallim lī Ramadhāna wa tasallamhu minni mutaqobbalan.

Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku menyambut bulan Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan terimalah amal ibadahku di dalamnya." (HR. Thabrani & al-Dailami)

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِي مَرْحُوْمًا وَلَا تَجْعَلْنِي مَحْرُوْمًا.

Allāhumma lā taj'alhu ākhiral 'ahdi min shiyāminā iyyah, fa in ja'altahu faj'alnii marhūman wa lā taj'alnii mahrūman.

Artinya: "Ya Allah, jangan jadikan puasa ini sebagai puasa terakhirku. Jika memang Engkau tetapkan demikian, jadikanlah puasaku ini dirahmati, bukan sia-sia."

3. Membaca Doa Malam Lailatul Qadar

Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah keberadaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam Lailatul Qadar telah tertuang dalam ayat suci Al-Quran, tepatnya di dalam Surat Al-Qadr. Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥

"Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr. Salâmun hiya ḫattâ mathla'il-fajr."

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

Terdapat doa atau dzikir yang bisa dibaca untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Biasanya dzikir ini diamalkan oleh kaum muslim jelang berbuka puasa atau di sela-sela sholat Tarawih dan Witir dikerjakan. H Ahmad Zacky, SAg, MA, dalam bukunya 'Panduan Ibadah Doa dan Zikir Harian Terlengkap (Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah)', berikut doa yang dimaksud:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allaahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha Mahamulia, senang memberikan ampun, maka ampunilah aku." (HR. Ibnu Majah)

4. Memberi Makan Orang Puasa

Saat tengah berpuasa maupun tidak, kaum muslim sangat dianjurkan untuk memberi makan orang yang tengah berpuasa apabila memiliki rezeki yang lebih. Sebab, saat seorang muslim memberikan makan pada orang yang tengah berpuasa, maka akan mendapatkan pahala.

Sebagaimana diterangkan dalam buku '99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah' karya Wulan Mulya Pratiwi, melalui sebuah riwayat hadits dituturkan sabda Rasulullah SAW:

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا.

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi no. 807)

5. Bersedekah

Melakukan sedekah bisa dilakukan kapan pun, termasuk di bulan suci Ramadan yang penuh kemuliaan. Keutamaan bersedekah juga telah disampaikan dalam sejumlah riwayat hadits. Salah satunya seperti dinukil dari buku 'Kehebatan Sedekah: Kisah-Kisah Seru Tentang Kedermawanan dan Kemurahan Hati' yang ditulis oleh Fuad Abdurrahman, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan." (HR. Tirmidzi)

Di dalam dalil Al-Quran juga turut ditegaskan melalui Surat Al-Baqarah ayat 272. Allah SWT berfirman:

۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ ۝٢٧٢

Laisa 'alaika hudâhum wa lâkinnallâha yahdî may yasyâ', wa mâ tunfiqû min khairin fa li'anfusikum, wa mâ tunfiqûna illabtighâ'a waj-hillâh, wa mâ tunfiqû min khairiy yuwaffa ilaikum wa antum lâ tudhlamûn.

Artinya: "Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi."

6. Zakat Fitrah

Sama halnya dengan sedekah, berzakat fitrah juga menjadi sarana untuk membagikan rezeki kepada sesama manusia untuk meraih pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Masih menukil dari buku yang sama, perintah berzakat tercantum dalam Surat At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣

Khudz min amwâlihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkîhim bihâ wa shalli 'alaihim, inna shalâtaka sakanul lahum, wallâhu samî'un 'alîm.

Artinya: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

7. Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Sebelum mengakhiri ibadah puasa, kaum muslim dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, orang berpuasa termasuk golongan yang tidak akan tertolak doanya.

Ada sebuah bacaan doa yang disunnahkan karena dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dinukil dari buku yang sama berjudul '99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah', di dalam sebuah riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa berbunyi:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله.

Dzahabazh zhama-u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allaah.

Artinya: "Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR. Abu Daud no. 2.357)

Memahami berbagai amalan baik jelang berbuka puasa dapat membantu kaum muslim dalam mengisi setiap waktu yang begitu berharga sepanjang bulan Ramadan dengan hal baik. Semoga bermanfaat!

FAQ Amalan Jelang Buka Puasa

Apakah doa sebelum berbuka benar-benar mustajab?

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang berpuasa tidak tertolak hingga ia berbuka (HR. Tirmidzi). Karena itu, waktu menjelang Magrib termasuk momen terbaik untuk memanjatkan doa.

Doa apa yang dibaca saat berbuka puasa?

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah "Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruq wa tsabatal ajru insya Allah." Artinya: "Rasa haus telah hilang dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud).

Apa keutamaan memberi makan orang berpuasa?

Memberi makan orang yang berpuasa mendatangkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun (HR. Tirmidzi). Bahkan dengan takjil sederhana, pahala tetap mengalir.




(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads