- Bacaan Doa di Antara Dua Khutbah Jumat
- Bacaan Doa Khutbah Kedua Sholat Jumat
- Bacaan Doa Penutup Khutbah Jumat
- Bacaan Doa Setelah Sholat Jumat
- FAQ Apakah doa dalam khutbah Jumat termasuk rukun? Doa apa yang umum dibaca dalam khutbah Jumat? Apakah wajib membaca Surat Al-Ikhlas di antara dua khutbah Jumat?
Pada saat pelaksanaan sholat Jumat, khatib akan menyampaikan dua khutbah. Di dalamnya terdapat bacaan doa yang akan dipimpin oleh khatib dan bisa disimak para jemaah. Berikut doa di antara dua khutbah Jumat lengkap sebagai panduan.
Untuk diketahui, dua khutbah sholat Jumat hukumnya adalah wajib. Sebab, dua khutbah sebelum sholat Jumat merupakan syarat sah pengerjaan sholat ini. Dinukil dari buku 'Panduan Lengkap Ibadah: Menurut Al-Quran, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama' karya Muhammad Al-Baqir, tidak sah sholat Jumat dikerjakan apabila tidak didahului dengan dua khutbah.
Kendati begitu, menurut Abu Hanifah, penyampaian satu khutbah sebelum sholat Jumat dianggap sudah memadai. Namun, yang lebih utama adalah menyampaikan dua khutbah. Sebab, Rasulullah SAW tidak pernah sholat Jumat tanpa mengucapkan dua khutbah sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, bagi kaum muslim yang bertindak sebagai khatib, dapat memahami terlebih dahulu bacaan doanya. Berikut uraian lengkapnya.
Poin Utamanya:
- Tidak ada dalil shahih yang mengajarkan bacaan tertentu saat jeda dua khutbah. Membaca surat tertentu seperti Al-Ikhlas tidak memiliki dasar khusus dari Rasulullah SAW. Namun, berdoa secara umum tetap diperbolehkan.
- Salah satu rukun khutbah adalah doa untuk kaum muslimin. Doa yang dibaca umumnya berisi permohonan keselamatan, pengampunan, dan kebaikan dunia serta akhirat, baik versi pendek maupun panjang.
- Khutbah kedua biasanya memuat doa untuk kaum muslimin, dilanjutkan doa penutup khutbah. Usai sholat Jumat, jemaah juga dianjurkan berdoa untuk memohon kecukupan rezeki halal, ketaatan, dan perlindungan dari maksiat.
Bacaan Doa di Antara Dua Khutbah Jumat
Sejatinya, belum ada dalil maupun hadits shahih yang menerangkan tentang anjuran doa di antara dua khutbah Jumat. Sebaliknya, terdapat pendapat di kalangan sebagian ulama mengenai bacaan doa maupun ayat suci Al-Quran yang bisa dibacakan oleh khatib.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid'ah' karya Bakr bin Abdullah Abu Zaid, saat khatib sedang duduk dalam jeda dua khutbah, ada yang menyebut anjuran untuk membaca Surat Al-Ikhlas. Namun, tindakan tersebut tidak memiliki dasar dan bukan berasal dari contoh Rasulullah SAW.
Sementara itu, Ahmad Ilyas dalam buku 'Risalatul 'Ibadi: Pengembangan Konsep Dasar Ilmu Fiqih' menjelaskan, salah satu rukun khutbah adalah berdoa. Tidak hanya ditujukan untuk jemaah saja tapi juga para kaum muslim secara lebih luas. Adapun doa yang bisa dibaca di saat penyampaian khutbah adalah untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Ada berbagai versi doa kebaikan dunia dan akhirat yang bisa diamalkan oleh khatib. Salah satunya, doa keselamatan dunia dan akhirat versi pendek yang diringkas dari buku 'Sapu Jagat Keberuntungan' tulisan Ahmad Mudzakir, SPd, MSi, berikut bacaannya:
رَبَّنَا أَتَنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atinaa fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzaabannaar.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, jauhkanlah kami dari siksa api neraka."
Kemudian ada juga doa selamat dunia akhirat versi panjang. Di dalam buku karya Ibnu Thahir berjudul 'The Ultimate Power of Shalat Hajat', disampaikan bacaan doanya:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي العِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةٌ قَبْلَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Allaahumma inna nas-aluka salaamatan fid diini, wa 'aafiyatan fil jasadi, wa ziyaadatan fil 'ilmi, wa barakatan fir rizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan 'indal maut, wa maghfiratan ba'dal maut. Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut, wan najaata minan naari wal 'afwa 'indal hisaab. Rabbanaa laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaitanaa wa hablanaa mil ladunka rahmatan innaka antal wahhaab. Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wal fil aakhirati hasanatan wa quinoa 'adzaaban naar.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan dalam urusan agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, berkah dalam rezeki, pertaubatan sebelum mati, rahmat saat mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat menjalani sakaratul maut, selamatkanlah kami dari siksaan api neraka, dan maafkanlah kami pada waktu dihisab. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menggeser hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan berilah rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jagalah kami dari siksa api neraka."
Bacaan Doa Khutbah Kedua Sholat Jumat
Saat khutbah kedua sholat Jumat disampaikan oleh khatib, terdapat doa yang diselipkan di dalamnya. Sama halnya dengan doa keselamatan dunia dan akhirat, doa dua khutbah Jumat juga memiliki berbagai versi.
Satu di antaranya disampaikan dalam buku 'Fikih' tulisan Kholidatuz Zuhriyah dan Machnunah Ani Zulfah, MPdI, yang mana doa khutbah kedua berbunyi:
اللهمغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء من هم والا موات
"Wahai Tuhan, berilah ampunan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, orang-orang muslim laki-laki dan perempuan, baik yang telah meninggal maupun masih hidup."
Bacaan Doa Penutup Khutbah Jumat
Setelah khutbah Jumat disampaikan, khatib dapat menutupnya dengan bacaan doa tertentu. Biasanya doa ini diucapkan untuk memohon kebaikan bagi umat Islam kepada Allah SWT. Dinukil dari buku 'Amaliah Maha Santri Mulia (Seri Praktik Ibadah)' karya Shabri Shaleh Anwar, berikut bacaan doanya secara lengkap:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصلاة.
Allāhumma ighfir lil-muslimīna wal-muslimāt, wal-mu'minīna wal-mu'mināt al-aḥyā'i minhum wal-amwāt, innaka samī'un qarīb. Allāhumma arinal-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā'ah, wa arinal-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah waqinā 'ażāban-nār. Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil-muttaqīna imāmā. Subḥāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yaṣifūn, wa salāmun 'alal-mursalīn wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Wa ṣallallāhu 'alā Muhammad wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Wa aqimiṣ-ṣalāh.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan serta anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk menjauhinya. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Memiliki Keperkasaan, dari apa yang sifat mereka. Dan kesejahteraan atas para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan dirikanlah sholat."
Bacaan Doa Setelah Sholat Jumat
Selain khatib, jemaah sholat Jumat juga dapat mengakhiri pengerjaan ibadah ini dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Menukil dari buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' karya KHM Yusuf Chudlori, sebelum menutup sholat Jumat dengan bacaan doa, dianjurkan membaca surat pendek dalam Al-Quran. Sebut saja Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.
Kemudian lanjutkan dengan bacaan doa yang dibaca sebanyak empat kali. Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ يَا غَنِيٌّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُوْدُ اغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allâhumma yâ ghaniyyu yâ hamidu yâ mub-di'u yâ mu'îdu yâ rahîmu ya wadûd, aghninî bi halalika 'an harâmika wa bitha'atika 'an ma'shiyatika wa bi fadhlika 'amman siwak (4 kali).
Artinya: "Ya Allah, Zat Yang Mahakaya, Yang Maha Terpuji, Yang menciptakan kembali makhluk-Nya, Yang Maha Pengasih dan Yang sangat mencintai, kayakanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, bukan yang haram, berilah aku kemampuan taat kepada-Mu, bukan mak-siat kepada-Mu, dan anugerahilah aku kemuliaan-Mu, bukan kemuliaan selain dari-Mu."
Demikianlah tadi doa di antara dua khutbah Jumat lengkap dengan doa penutup dan setelah sholat dikerjakan. Semoga bermanfaat.
FAQ
Apakah doa dalam khutbah Jumat termasuk rukun?
Salah satu rukun khutbah adalah membaca doa. Doa tersebut tidak hanya untuk jemaah yang hadir, tetapi juga untuk seluruh kaum muslimin.
Doa apa yang umum dibaca dalam khutbah Jumat?
Salah satu doa yang paling sering dibaca adalah doa kebaikan dunia dan akhirat, yaitu misalnya, "Rabbana atinaa fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzaabannaar."
Apakah wajib membaca Surat Al-Ikhlas di antara dua khutbah Jumat?
Membaca Surat Al-Ikhlas saat khatib duduk tidak memiliki dasar dari contoh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, amalan ini bukanlah perkara yang wajib atau disunnahkan.
(sto/alg)











































