Dasar hitungan kalender Masehi dan Hijriah yang berlainan menyebabkan munculnya tanggal berbeda. Kalender Masehi memakai pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah berpatokan dengan posisi Bulan.
Bagi umat Islam, keberadaan kalender Hijriah adalah bagian hidup yang tak terpisahkan. Berbekal kalender inilah, pelbagai amal dikerjakan, seperti puasa Ayyamul Bidh, puasa Ramadan, puasa Arafah, dan sholat Idul Fitri.
Karenanya, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Jumat, 20 Februari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalender Hijriah Hari Ini 20 Februari 2026
Kalender Hijriah 20 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026 menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pasalnya, hilal tidak memenuhi kriteria dari MABIMS.
"Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Bimas Islam TV.
Alhasil, 20 Februari 2026 dikonversi pemerintah menjadi 2 Ramadan 1447 H
Kalender Hijriah 20 Februari 2026 Menurut NU
Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah NU, @falakiyahnu, NU menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ketetapan itu tercantum dalam Surat Nomor 39/PB.01/A.I.01.47/99/02/2026 tentang Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul Hilal bil Fi'li Awal Ramadhan 1447 H.
"Berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, tidak terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal dikarenakan hilal masih di bawah ufuk. Dengan demikian umur bulan Sya'ban 1447 H adalah 30 hari," bunyi keterangan di surat itu.
Dengan demikian, NU mengonversi 20 Februari 2026 menjadi 2 Ramadan1447 H.
Kalender Hijriah 20 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Dilihat dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni 1 hari 1 tanggal di seluruh bagian Bumi.
Sederhananya, bila suatu wilayah sudah memenuhi ketinggian hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat, maka bulan baru dianggap sudah dimulai. Dalam konteks Ramadan 1447 H, wilayah Alaska di Amerika sudah memenuhinya pada Selasa, 17 Februari 2026. Alhasil, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, Muhammadiyah mengonversi 20 Februari 2026 menjadi 3 Ramadan 1447 H.
Hadits Mengenai Tidur saat Puasa
Banyak orang beranggapan bahwasanya tidur saat puasa adalah ibadah sehingga akan diganjar pahala. Diambil dari buku Beberapa Salah Kaprah Seputar Puasa Ramadhan tulisan Yulian Purnama, hadits yang mendasari anggapan itu adalah:
ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΅ΩΩΨ§Ψ¦ΩΩ Ω ΨΉΩΨ¨ΩΨ§Ψ―ΩΨ©Ω Ψ ΩΩΨ΅ΩΩ ΩΨͺΩΩΩ ΨͺΩΨ³ΩΨ¨ΩΨ Ψ ΩΩΨ―ΩΨΉΩΨ§Ψ€ΩΩΩ Ω ΩΨ³ΩΨͺΩΨ¬ΩΨ§Ψ¨Ω Ψ ΩΩΨΉΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΨΆΩΨ§ΨΉΩΩΩ
Artinya: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya." (HR al-Baihaqi 3/1437)
Ada juga riwayat lain dengan redaksi berbeda:
Ψ§ΩΨ΅Ψ§Ψ¦Ω ΩΩ ΨΉΨ¨Ψ§Ψ―Ψ© Ω Ψ₯Ω ΩΨ§Ω Ψ±Ψ§ΩΨ―Ψ§ ΨΉΩΩ ΩΨ±Ψ§Ψ΄Ω
Artinya: "Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya." (HR Tammam 18/172)
Benarkah Tidur Puasa Berpahala?
Pertanyaannya, apakah benar hanya dengan tidur saja saat berpuasa, seorang muslim dapat meraup pahala?
Pertama-tama, perlu diketahui bahwasanya hadits riwayat al-Baihaqi di atas dianggap lemah oleh al-Hafidz al-Iraqi (Takhrijul Ihya 1/310) dan al-Albani (Silsilah adh-Dha'ifah 4696). Hadits kedua pun di-dhaif-kan oleh Syaikh al-Albani (Silsilah adh-Dha'ifah 653).
Menurut keterangan di laman Muhammadiyah, tidur saat puasa justru bisa dihukumi makruh. Dengan catatan, tidur itu membuat seorang muslim melalaikan waktu-waktu Ramadan yang mulia untuk beribadah. Alih-alih berdzikir, membaca Al-Quran, hingga mengerjakan sholat sunnah, sepanjang hari hanya diisi tidur saja.
"Tidak semua tidur itu bernuansa ibadah, malah bisa makruh. Kalau misalnya dari pagi hingga sore tidur terus, hanya bangun untuk sholat. Ini bukan ibadah, tapi justru telah menghilangkan kesempatan-kesempatan yang sangat banyak untuk melaksanakan amal shalih," terang Ketua Divisi Fatwa dan Pengembangan Putusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ruslan Fariadi.
Lantas, apakah terlarang? Tidak juga. Tidur saat berpuasa adalah perkara mubah. Bahkan, bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menguatkan tubuh.
Contohnya, detikers sengaja tidur siang, setelah sholat Dzuhur semisal, agar malamnya, mampu melaksanakan sholat Tarawih dengan maksimal. Di lain kesempatan, detikers tidur untuk mengekang hawa nafsu dari melakukan pembatal-pembatal puasa. Dalam kondisi itu, tidur dapat bernilai ibadah.
Salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berucap:
Ψ£ΩΩ ΩΩΨ§ Ψ£ΩΩΩΨ§ ΩΩΨ£ΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΨ£ΩΩΩΩΩΩ ΩΨ ΩΩΨ£ΩΨ±ΩΨ¬ΩΩΩ ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ ΩΨͺΩΩΩ Ω ΩΨ§ Ψ£ΩΨ±ΩΨ¬ΩΩ ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ ΩΨͺΩΩ
Artinya: "Adapun saya, maka saya tidur dan bangun. Dan saya berharap dalam tidur saya (karena niat tidurnya adalah untuk semangat ibadah berikutnya) apa yang saya harapkan dalam bangun (sholat) saya." (HR Bukhari no 4086 dan Muslim no 1733)
Akhir kata, tidur yang diniatkan untuk mengistirahatkan tubuh sehingga kuat beribadah nantinya bisa jadi diganjar pahala oleh Allah SWT. Namun, jika tidurnya sekadar dalam rangka bermalas-malasan, maka seorang muslim telah melewatkan kesempatan untuk beramal shalih yang berharga.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian kalender Hijriah hari ini 20 Februari 2026 dan benar tidaknya tidur saat puasa diberi pahala. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!
