- Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 Jawa Tengah Sebulan Penuh
- Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Berbuka Puasa 1. Menyegerakan Berbuka Puasa 2. Membaca Doa Saat Berbuka 3. Memberi Makan Orang yang Berpuasa 4. Jangan Mubazir Saat Berbuka 5. Berbuka Puasa dengan Kurma 6. Mendoakan Orang yang Menyediakan Makanan Saat Berbuka 7. Segera Menunaikan Sholat Fardhu Secara Berjamaah 8. Memperbanyak Doa Saat Berbuka Puasa
Bulan Ramadan selalu dinanti umat Islam karena penuh keberkahan dan menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Salah satu momen yang paling ditunggu setiap harinya adalah berbuka puasa, saat umat Islam menutup puasanya setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
Menurut laman Badan Amil Zakat Nasional, waktu berbuka puasa ditandai dengan masuknya waktu Maghrib, yang menjadi patokan utama bagi kaum muslim. Beberapa tanda waktu berbuka antara lain terbenamnya matahari, suara adzan Maghrib, gelapnya langit di ufuk barat, serta perhitungan waktu salat yang resmi dan kalender hijriah sebagai acuan.
Untuk wilayah Jawa Tengah, detikJateng menyediakan jadwal buka puasa selama bulan suci Ramadan 2026 secara lengkap berdasarkan data resmi Kemenag. Simak jadwal berikut agar ibadah puasa tetap lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Dari Kabupaten Banjarnegara hingga Kota Semarang, seluruh jadwal di bawah ini mencakup hari pertama hingga hari terakhir Ramadan 1447 H. Yuk, cek jam buka puasa di domisili tempat tinggalmu!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 Jawa Tengah Sebulan Penuh
Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Berbuka Puasa
Selain menunaikan ibadah puasa dengan benar, ada beberapa sunnah yang dianjurkan ketika berbuka. Mengamalkan sunnah ini akan menambah pahala dan keberkahan dalam ibadah.
Panduan ini dirangkum dari beberapa buku, antara lain Fiqih Ramadhan karya Prof. Dr. M. Hasballah Thaib, MA dan Zamakhsyari Hasballah, LC., MA, Tuntunan Ramadhan: Antara Ritual Tahunan & Penyucian Jiwa karya Maulana La Eda, serta Sunnah Ketika Puasa Ramadhan karya Ibn Ramzi.
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Rasulullah SAW menganjurkan orang yang berpuasa untuk segera berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Abu Dzar meriwayatkan sabda beliau:
"لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ"
Artinya: "Manusia senantiasa berada dalam kebajikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa" (HR Bukhari).
2. Membaca Doa Saat Berbuka
Sunnah saat buka puasa selanjutnya adalah membaca doa. Adapun doa terbaik ketika berbuka, yang diriwayatkan Rasulullah SAW, adalah:
"ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهِ"
Latin: Dzahabaẓ-ẓhomau wabtallatil-'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: "Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah" (HR Abu Dawud: 2357).
Selain itu, ada juga doa yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang dicatat dalam kitab Thabrani (Al-Kabir 12720) dan Daruquthni (2/185):
"اللهم لك صُمتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفطَرْتُ"
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, karena Engkaulah aku berpuasa, dan dengan rezeki yang Engkau berikanlah aku berbuka puasa."
3. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka bisa dilakukan oleh siapa saja, baik yang sedang berpuasa maupun yang tidak asalkan dalam kondisi mampu.
Hadits dari Athaa' bin Abi Rabaah, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu 'anhuma, menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang memberi makan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa maka ia mendapatkan pahala orang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya." (HR Ahmad: 1144; Tirmidzi: 807; Ibnu Majah: 1746)
4. Jangan Mubazir Saat Berbuka
Rasulullah SAW mengajarkan agar tidak mubazir makanan saat berbuka. Dalam Sahih Muslim (2034), Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu menghabiskan makanannya hingga menjilat tiga jarinya. Beliau juga bersabda:
"Jika makanan salah seorang dari kalian jatuh ke tanah, bersihkan kotoran yang menempel, lalu makanlah. Jangan biarkan makanan itu untuk syaitan." (HR Muslim: 2034)
Sikap membazir terutama ketika berbuka puasa disebut sebagai perilaku yang termasuk saudara syaitan, sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara-saudara Syaitan, sedang Syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra': 27)
5. Berbuka Puasa dengan Kurma
Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma, baik tamar (kurma kering) maupun ruthab (kurma mengkal). Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan minum air.
Jika matahari telah terbenam tetapi tidak ada air, cukup dengan niat berbuka, insya Allah pahala menyegerakan berbuka tetap didapat.
Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan tentang ifthar Nabi SAW:
"Dulu Rasulullah SAW berbuka puasa dengan ruthabaat (kurma mengkal) sebelum sholat Maghrib. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan tamaraat (kurma kering), dan jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air." (HR Abu Dawud: 2356; Tirmidzi: 696, sanad hasan)
Selain itu, dalam riwayat Muslim, Abdullah bin Busr menceritakan:
Setelah Nabi SAW makan kurma, beliau mengeluarkan bijinya dari mulut dengan meletakkannya di belakang jari telunjuk dan jari tengah, lalu membuang biji tersebut ke tempat yang sesuai.
6. Mendoakan Orang yang Menyediakan Makanan Saat Berbuka
Menurut hadits riwayat Imam Muslim nomor 2055, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mendoakan orang yang menyediakan makanan berbuka puasa. Dalam hadits tersebut, Nabi SAW berdoa:
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي
Latin: Allahumma aṭ'im man aṭ'amanii wa asqi man asqaanii
Artinya: "Ya Allah, berilah makan orang yang memberi aku makan, dan berilah minum orang yang memberi aku minum."
Selain itu, dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
"Jika pembantu salah seorang dari kamu datang dengan membawa makanan, hendaknya dia mempersilahkan pembantunya untuk duduk dan makan bersama. Jika pembantunya menolak, hendaklah dia memberikan (sebagian) makanan itu kepadanya." (Sunan Ibn Majah: 3289, sahih)
Adapun tujuan dari anjuran tersebut adalah karena mereka telah bersusah payah menyiapkan makanan untuk berbuka, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW:
"Karena dia telah merasakan panas dan asapnya ketika memasak." (Musnad Ahmad: 4257, sahih lighairihi)
7. Segera Menunaikan Sholat Fardhu Secara Berjamaah
Setelah berbuka puasa, seorang muslim dianjurkan untuk segera menunaikan sholat fardhu secara berjamaah. Amalan ini memiliki keutamaan besar karena memberikan pahala yang lebih banyak dibandingkan sholat sendirian.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
"Sholat berjamaah lebih utama dibandingkan sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Muslim: 1509)
Oleh karena itu, setelah menyegerakan berbuka, umat Islam dianjurkan tidak larut dalam urusan duniawi, melainkan bersegera melaksanakan sholat fardhu secara berjamaah agar memperoleh pahala berlipat yang telah Allah siapkan. Terlebih di bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan dan dipenuhi rahmat serta ampunan dari Allah SWT.
8. Memperbanyak Doa Saat Berbuka Puasa
Orang yang berpuasa juga dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama saat menjelang berbuka puasa. Waktu ini termasuk momen yang sangat mustajab untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Nabi SAW.
Di antaranya adalah hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu:
"Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua terhadap anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang bepergian." (HR. Al-Baihaqi: 6185)
Hadits lain diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda:
"Tiga golongan yang doa mereka tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang terzalimi." (HR. At-Tirmidzi: 2526)
Hadits lain yang menguatkan keutamaan doa orang yang berpuasa, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma:
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka terdapat doa yang tidak tertolak."
(HR. Ibnu Majah: 1753 dan lainnya)
Selain ketiga hadits di atas, orang yang berpuasa berada dalam keadaan dekat dengan Allah, sehingga doanya sangat mungkin dikabulkan. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini berada dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa, yang menunjukkan pentingnya doa selama menjalankan ibadah puasa, khususnya di bulan Ramadan.
Demikian jadwal buka puasa Ramadan 2026 di Jawa Tengah selama satu bulan penuh beserta hal-hal yang disunnahkan saat berbuka puasa. Semoga bermanfaat ya, detikers. Selamat menunaikan ibadah puasa!
Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/dil)
