Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Anindya Milagsita - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 16:26 WIB
Sebelum puasa Ramadhan, kaum muslim perlu mandi untuk mensucikan diri. Pelajari niat dan tata cara mandi wajib sesuai ajaran Islam.
Ilustrasi mandi sebelum puasa Ramadhan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Solo -

Sebelum menunaikan ibadah puasa Ramadhan, kaum muslim diwajibkan mandi karena sebab tertentu yang menjadikannya perlu mensucikan diri terlebih dahulu. Untuk itu, pelajari niat mandi sebelum puasa Ramadhan beserta tata caranya berikut ini.

Sebagaimana diketahui, mandi termasuk aktivitas sehari-hari yang bertujuan membersihkan diri. Di dalam Islam, kebersihan diri adalah sebagian dari iman karena Allah SWT mencintai hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan maupun kesucian.

Dinukil dari buku 'Modul dari Muallaf Menuju Muslim Kaffah: Ajaran-Ajaran Dasar Islam Bagi Muallaf' tulisan Dr Azhari Akmal Tarigan, MAg, dkk., masalah kesucian dan kebersihan di dalam Islam disebut sebagai thaharah. Istilah thaharah diambil dari bahasa Arab yang memiliki makna suci atau bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 222, Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

ADVERTISEMENT

Selain menjaga kebersihan, kaum muslim juga senantiasa dianjurkan menjaga kesucian diri. Termasuk saat dalam kondisi berhadas besar yang membuatnya diwajibkan untuk thaharah. Sebagai panduan, mari simak kewajiban mandi sebelum puasa Ramadhan beserta niat dan tata cara.

Poin Utamanya:

  • Tidak ada kewajiban mandi khusus sebelum puasa Ramadhan. Mandi menjadi wajib jika seseorang dalam keadaan junub atau hadas besar, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al-Mai'dah ayat 6.
  • Rukun mandi wajib adalah membaca niat untuk mengangkat hadas besar sebelum menyiram seluruh tubuh dengan air.
  • Mandi wajib dilakukan dengan meratakan air ke seluruh badan hingga ke rambut dan kulit, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Kapan Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Diwajibkan?

Sejatinya, tidak ada dalil atau hadits yang secara khusus menerangkan kewajiban mandi sebelum puasa Ramadhan bagi seluruh kaum muslim tanpa terkecuali. Sebaliknya, terdapat kewajiban yang melekat apabila seorang muslim dalam kondisi berhadas besar.

Kewajiban mandi sebelum puasa Ramadhan bagi muslim yang berhadas besar atau junub, juga telah tertuang di dalam Al-Quran. Sebagaimana diterangkan dalam buku 'Fiqih' karya Udin Wahyudin, dkk., yang menyebut kewajiban mandi saat berhadas besar tertuang dalam Surat Al-Mai'dah ayat 6 bahwa:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝٦

Yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru'ûsikum wa arjulakum ilal-ka'baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au 'alâ safarin au jâ'a aḫadum mingkum minal-ghâ'ithi au lâmastumun-nisâ'a fa lam tajidû mâ'an fa tayammamû sha'îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj'ala 'alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni'matahû 'alaikum la'allakum tasykurûn.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."

Ada berbagai penyebab yang membuat seorang muslim mendapatkan kewajiban mengerjakan mandi besar atau wajib. Di antaranya ada hubungan suami istri, mani yang keluar karena mimpi basah atau sebab lain, meninggal dunia, perempuan yang haid, seorang ibu yang tengah nifas, dan ibu yang baru saja melahirkan.

Niat Doa Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

Salah satu rukun mandi sebelum puasa Ramadhan karena kondisi junub atau hadas besar adalah membaca niat. Kaum muslim yang akan mensucikan dirinya karena sebab tersebut, maka hendaknya berniat untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel di tubuhnya.

Untuk mengawali mandi sebelum puasa Ramadhan, berikut bacaan niatnya yang diringkas dari buku karya Ustadz Rusdianto, SPdI yang bertajuk 'Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba'in Pilihan, serta Dzikir & Doa':

Tulisan Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى.

Tulisan Latin: Nawaitul ghuslal liraf'il hadtasil akbari fardhal lillaahi ta'aalaa.

Terjemahannya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Ta'ala."

Bagaimana Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan?

Sejatinya, mandi besar sebelum puasa Ramadhan serupa dengan hari-hari yang lain. Caranya dengan menyiramkan seluruh anggota badan dengan menggunakan air sampai mengenai bagian rambut dan kulit.

Menukil dari buku 'Kitab Fikih Sehari-Hari Mazhab Syafi'i' karya AR Shohibul Ulum, rukun mandi besar atau wajib adalah menyiram seluruh anggota badan menggunakan air. Sebagaimana diriwayatkan dari penuturan Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW tatkala mandi wajib. Diriwayatkan:

"Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya." (HR. An-Nasa'i)

Kemudian terdapat riwayat hadits lainnya yang menerangkan tata cara mandi wajib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Masih mengacu dari buku yang sama, berikut bunyi dari dua hadits yang menerangkan perkara tersebut.

1. Hadits dari Aisyah r.a.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أَصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Dari Aisyah, istri Nabi SAW, bahwa jika Nabi SAW mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Hadits dari Ibnu Abbas

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُوْنَهُ وَضَعْتُ لِرَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَغَسَلَ مَذَاكِيْرَهُ ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلَاثًا ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Artinya: "Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, 'Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah SAW. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Memahami niat mandi sebelum puasa Ramadhan beserta tata cara dan waktu yang menjadikannya wajib diharapkan dapat menjadi acuan bagi kaum muslim. Semoga bermanfaat, ya.

FAQ

Apakah mandi sebelum puasa Ramadhan itu wajib?

Tidak wajib bagi semua orang. Mandi hanya diwajibkan jika seseorang dalam keadaan hadas besar (junub), bukan semata-mata karena akan berpuasa.

Bagaimana tata cara mandi wajib yang dicontohkan Nabi?

Berdasarkan riwayat Aisyah binti Abu Bakar dan Ibnu Abbas, caranya meliputi mencuci tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu, menyela rambut, menyiram kepala tiga kali, lalu mengguyur seluruh tubuh hingga rata.

Mengapa mandi wajib harus dilakukan sebelum puasa?

Jika seseorang dalam keadaan junub karena hubungan suami istri, mimpi basah, haid, nifas, atau sebab lain, maka ia wajib mandi besar. Perintah ini terdapat dalam Al-Quran Surah Al-Ma'idah ayat 6.




(anm/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads