Baliho Jumbo di Tanjungmas Semarang Roboh Timpa Becak-Angkringan

Baliho Jumbo di Tanjungmas Semarang Roboh Timpa Becak-Angkringan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 14:15 WIB
Baliho ambruk di Jalan Empu Tantular, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (18/2/2026).
Baliho ambruk di Jalan Empu Tantular, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (18/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sebuah baliho berukuran sekitar 5x10 meter ambruk diterjang angin kencang di Jalan Empu Tantular, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Sebuah becak dan angkringan pun rusak tertimpa baliho itu.

Pantauan detikJateng pukul 13.00 WIB di Jalan Empu Tantular, tampak baliho setinggi sekitar 30 meter sudah jatuh dan menutupi gapura Jalan Kebonharjo. Sejumlah seng dari baliho itu bertebaran di jalan.

Tampak baliho yang jatuh itu menimpa becak dan sebuah angkringan. Pemilik angkringan dan becak pun sudah dibawa ke Mapolsek Semarang Utara untuk dimintai keterangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga Kebonharjo, Ikhsan (60) mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB saat hujan disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.

"Awalnya angin kencang, terus sebagian baliho itu ada yang terbang dulu kena angin, satu per satu copot. Sekitar 15 menit kemudian anginnya makin kencang," ujar Ikhsan kepada detikJateng di lokasi, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di bawah baliho itu segera menyingkir karena melihat konstruksi baliho yang bergoyang.

"PKL yang di bawah ini sudah menyingkir dulu karena baliho kelihatan sudah goyang. Akhirnya minggir, terus baliho (ambruk) kena becak dan angkringan. Tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Ia menyebut, tukang becak yang biasa duduk di lokasi tersebut juga segera menyelamatkan diri saat mengetahui baliho raksasa di atasnya sudah bergoyang.

"Biasanya duduk di bawahnya, mungkin sudah merasa sengnya sudah ambruk, langsung minggir. Benar saja sekitar jam 10.50 WIB ambruk. Waktu itu anginnya kencang sekali, terdengar suara 'brak'. Saya di belakang posisinya," katanya.

Ikhsan menambahkan, hujan angin berlangsung sekitar setengah jam. Ia mengaku sempat waswas karena lokasi tersebut tergolong ramai.

"Untung nggak ada orang lewat pas jatuh, padahal biasanya ramai," tambahnya.

Sementara itu, Yoga (33), anak pemilik angkringan yang terdampak, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di rumah, di belakang angkringan. Ia mengetahui baliho roboh setelah mendengar suara keras.

"Sekitar jam 11.00 WIB itu saya di rumah, ada ibu dan mbak yang bantu di kucingan. Tahu-tahu suaranya sampai dalam, keras sekali. Saya keluar, ternyata balihonya jatuh," ujarnya.

Ia memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut meski angkringan milik orang tuanya mengalami kerusakan di bagian atap.

"Nggak ada korban, cuma kucingannya kena. Waktu itu masih buka, tapi nggak ada orang yang kena. Atapnya rusak, meja aman," jelasnya.

"Becaknya juga ikut kena. Bapak becaknya langsung lari begitu dengar mau runtuh. Biasanya main HP di dalam becak," tambahnya.

Penjual cilok di sekitar lokasi, Iwan (39), juga menyaksikan saat baliho itu ambruk. Ia mengatakan seng-seng baliho sempat beterbangan ke arah selatan sebelum akhirnya roboh.

"Saya lagi jualan, hujan angin kencang. Sengnya kabur ke selatan. Nggak langsung jatuh, jadi yang di bawah banyak orang ngopi sudah langsung lari," katanya.

Hingga pukul 13.30 WIB, puing-puing baliho masih berserakan di lokasi dan petugas bersama warga setempat sudah berupaya membersihkannya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads