Puting Beliung Terjang Bayat Klaten, Atap Rumah Warga Beterbangan

Puting Beliung Terjang Bayat Klaten, Atap Rumah Warga Beterbangan

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 17 Feb 2026 21:13 WIB
Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di beberapa desa wilayah Kecamatan Bayat, Klaten tadi sore.
Rumah rusak tertimpa atap di Kota Kecamatan Bayat, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di beberapa desa wilayah Kecamatan Bayat, Klaten tadi sore. Hujan juga menyebabkan sungai meluap hingga menggenangi perkampungan.

"Kejadian hujan mulai sekitar jam 15.00 WIB, angin kayaknya berpusat di sekitar kecamatan ini. Menyebabkan warung dan toko rusak," ungkap pedagang di Kota Kecamatan Bayat, Wisnu (35) kepada wartawan, Selasa (17/2/2026) sore.

Angin, kata Wisnu, selain warung juga rumah warga rusak. Gerobak miliknya ambruk dan seng beterbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gerobak sempat goling dan seng beterbangan. Ya ini otomatis dibenahi dulu sambil menunggu pemulihan cuaca," lanjut Wisnu.

"Peralatan untuk warung dan seng yang rusak tapi yang lebih parah ada. Anginnya kencang, sekitar setengah jam," jelas Wisnu.

ADVERTISEMENT

Warga lain, Margaretha Tri menyatakan saat kejadian dirinya di rumah. Anginnya sangat kencang sekitar setengah jam.

" Setengah jam ada, seng beterbangan, genteng juga. Pohon mangga dan ace menimpa rumah bagian atap," kata Margaretha kepada awak media.

Menurut Margaretha, angin mulai datang sekitar jam 16.00 WIB dari arah sawah. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

" Kalau korban tidak ada, cuma genteng pada rusak," imbuhnya.

Terpisah Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna menjelaskan hujan lebat disertai angin kencang terjadi sekitar 15.05 WIB. Laporan sementara yang terdampak hanya Kecamatan Bayat.

"Kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Bayat, khususnya di Desa Paseban, Krikilan dan Beluk. Puluhan rumah terkena dampak seperti genting kabur, tertimpa pohon, tertimpa bahan bangunan (rangka baja ringan dan galvalum), dan saat ini sedang dilakukan assessment dan penanganan," jelas Syahruna.

Menurut Syahruna, beberapa pohon tumbang juga menutup akses jalan. Terjadi genangan air Dusun Pencil, Desa Ngerangan dan Mranggen depan balai desa Dukuh.

"Genangan air Dusun Pencil, Desa Ngerangan dan Mranggen depan balai desa Dukuh ketinggian air rata rata di jalan 30 - 40 sentimeter. Adanya tanggul jebol di Mranggen, Desa Dukuh mengakibatkan beberapa rumah tergenang air," terang Syahruna.

" SMK Rota Bayat mengalami genangan air setinggi 80 sentimeter. Untuk saat ini tidak terdapat korban jiwa baik luka maupun meninggal," imbuhnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads